PENGARUH PEMBERIAN SOLID KELAPA SAWIT DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL

Authors

  • jan fivere feriko silalahi

DOI:

https://doi.org/10.26418/akha.v4i1.91744

Keywords:

Alluvial Soil, NKP, Radish, Sludge

Abstract

Lobak merupakan kelompok tanaman sayuran dalam bentuk umbi, keluarga Cruciferae dengan batang pendek, sehingga kelihatan semua daunnya bersusun di atas tanah. Di Kalimantan Barat produksi tanaman lobak belum optimal, salah satu tanah yang potensial untuk budidaya tanaman lobak di Kalimantan Barat adalah tanah aluvial. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam lobak dihadapkan pada beberapa faktor kendala seperti sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang kurang baik. Pemberian solid kelapa sawit diharapkan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sementara pemberian pupuk NPK diharapkan mampu mencukupi kebutuhan unsur hara yang tersedia pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi antara pemberian solid kelapa sawit dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Penelitian dimulai dari bulan November 2023 sampai Februari 2024 berlokasi di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor solid kelapa sawit (A) dan pupuk NPK (K). Masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi dan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 27 unit percobaan. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman sampel berjumah 108 tanaman. Faktor A adalah dosis solid kelapa sawit a1 = 10 ton/ha atau setara dengan 53 g/polybag a2 = 20 ton/ha atau setara dengaan 107 g/polybag a3= 30 ton/ha atau setara dengan 160 g/polybag dan Faktor K adalah dosis NPK k1= 550 kg/ha setara dengan 2,9 g/polybag k2= 700 kg/ha setara dengan 3,7 g/polybag k3 = 850 kg/ha setara dengan 4,5 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara pemberian solid kelapa sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Pemberian solid kelapa sawit dengan dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik pada variabel berat segar umbi tanaman. Pemberian pupuk NPK dosis 550 kg/ha sama dengan pemberian pupuk NPK dosis 700 kg/ha dan dosis 850 kg/ha pada semua hasil variabel penelitian.

References

Advinda, L. 2018. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta: Deepublish.

Barus, W. A., Khair, H., & Pratama, H. P. 2020. Karakter Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak (Raphanus sativus L.) Terhadap Aplikasi Ampas Tahu dan POC Daun Gamal. F. Jurnal Ilmu Pertanian, 22(3), 183-189.

Dermiyati. 2017. Pupuk Organik; Organonitrofos dan Implementasinya. Yogyakarta: Plantaxia.

Hamim. 2018. Fisisologi Tumbuhan 1: Air, Energi, dan Metabolisme Karbon. Bogor: IPB Press.

Kustono, D., Widiyanti., & Solichin. 2019. Teknologi Tepat Guna Pupuk Organik Cair. Malang: Media Nusa Creative.

Liunokas, A. B., & Bilik, S, A, H. 2021. Karakteristik Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Deepublish.

Paiman. 2022. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Yogyakarta: UPY Press.

Pujiwati, I. 2019. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Malang: Intimedia.

Salisbury, Frank B., & Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Bandung: ITB.

Samadi, B. 2013. Panen Untung dari Budi Daya Lobak. Yogyakarta: Lily Publisher.

Sitompul, S.M., & Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sugito, Y. 2012. Ekologi Tanaman. Malang: UB Press.

Downloads

Published

2026-02-21