Pengaruh Dosis Limbah Padat Decanter Kelapa Sawit (Solid) dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar pada Tanah Podsolik Merah Kuning

Authors

  • Rici Anardi

DOI:

https://doi.org/10.26418/akha.v4i1.91897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah kelapa sawit solid dan NPK yang

terbaik untuk pertumbuhan dan hasil ubi jalar. Pelaksanaan penelitian yaitu pada tanggal 14

September 2024 - 14 Januari 2025 di lahan percobaan yang terletak di Jalan Danau Sentarum,

Komplek Fajar Kencana, Kelurahan Sei Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota

Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial

Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu

dosis limbah padat decanter kelapa sawit (solid) (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, A1 =

30 ton/ha setara 1.000 gram/polibag, A2 = 40 ton/ha setara 1.300 gram/polibag, A3 = 50 ton/ha

setara 1.600 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (B) yang terdiri dari 3 taraf

perlakuan, B1 = 100 kg/ha setara 3 gram/polibag, B2 = 200 kg/ha setara 6 gram/polibag, B3 =

300 kg/ha setara 10 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan

terdiri dari 3 sampel, sehingga total unit sampel ada 81 tanaman. Kombinasi setiap perlakuan

terdiri dari : A1B1, A1B2, A1B3, A2B1, A2B2, A2B3,A3B1,A3B2,A3B3. Variabel yang diamati

dalam penelitian ini meliputi berat segar tanaman bagian atas, berat kering tanaman bagian

atas, diameter umbi, jumlah umbi, Panjang umbi, bobot umbi, dan bobot per umbi. Hasil

penelitian menunjukan pemberian limbah solid dan NPK dosis 30 ton/ha dan 300 kg/ha

memberikan interaksi yang berpengaruh nyata terhadap bobot per umbi, sedangkan dosis 50

ton/ha limbah solid merupakan perlakuan terbaik yang memberikan pengaruh nyata terhadap

diameter umbi dan bobot per umbi.


Downloads

Published

2026-02-21