RESPON BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN POC KULIT PISANG PADA TANAH ALUVIAL

Authors

  • Intan Perdana Agrotechnology Study Program, Department of Agricultural Cultivation, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University
  • Henny Sulistyowati Department of Agricultural Cultivation, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University
  • Agus Ruliyansyah Department of Agricultural Cultivation, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/akha.v3i2.91997

Keywords:

Kata Kunci, bawang merah, NPK, POC kulit pisang, tanah aluvial

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang tergolong sayuran rempah, pemanfaatan tanah aluvial untuk budidaya tanaman bawang merah dihadapkan dengan beberapa kendala, salah satunya sifat kimia tanah. Pemanfaatan limbah kulit buah pisang dapat digunakan untuk membuat pupuk organik cair. Penggunaan POC kulit pisang diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik untuk menyediakan unsur hara dalam budidaya tanaman bawang merah pada tanah aluvial serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon bawang merah terhadap pemberian POC kulit pisang pada tanah aluvial, dan untuk mendapatkan dosis POC kulit pisang yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini telah dilaksanakan di Jalan Purnama 2 Pontianak. Penelitian dimulai sejak tanggal 12 Maret sampai 9 Mei 2024. Metode rancangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari kombinasi NPK dan POC kulit pisang sebanyak 4 perlakuan, dan 5 ulangan yang terdiri dari 4 sampel, jumlah tanaman seluruhnya adalah 80 tanaman. Perlakuan tersebut adalah: p₠= NPK 100%, p₂ = NPK 75% + 150 ml/liter POC, p₃ = NPK 75% + 300 ml/liter POC dan p₄ = NPK 75% + 450 ml/liter POC. Variabel yang diamati pada penelitian meliputi: jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi per rumpun, berat kering umbi per tanaman dan berat basah umbi per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi NPK 75% dengan POC kulit pisang 300 ml/l merupakan dosis terbaik untuk variabel jumlah umbi per rumpun tanaman bawang merah pada tanah aluvial.

References

Abdisa, Y, Tekalign, T & Pant, LM 2011, ‟Growth, bulb yield and quality of onion (Allium cepa L.) as influenced bu nitrogen and phosphorus fertilization on vertisol I. Growth attributes, biomass production, and bulb yield‟. Afr. J. Agric. Res., 6(14), 3253-58.

Ariyani, E., Aisyah, S., Hapso. 2018. Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Kandang dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (allium ascalonicum L.). Jurnal Faperta., 5(1).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kalimantan Barat. 2019. Budidaya Bawang Merah di Tanah Gambut. Pontianak.

Machrodania, Yuliani, dan Ratnasari, A. 2012. Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Berbahan Baku Kulit Pisang, Kulit Telur dan Gracillaria gigas terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai var Anjasmoro. Lentera Bio., 4 (3): 168–173.

Masayu, 2015.Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merril). Skripsi., (2)1 : 1233 -1344.

Subekti, N.A., Syarifuddin, R. Efendi, S. Sunarti. 2008. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung Sulawesi Selatan. Balai Penelitian Tanaman Serelia. Sulawesi Selatan.

Wijaya. 2008. Nutrisi Tanaman Sebagai Penentu Kualitas Hasil dan Resistensi Alami Tanaman. Agrosains., 9(2): 12-15.

Sumarni, Rosliani, Basuki, dan Hilman, 2018. Pengaruh Varietas, Status K-tanah, dan Dosis Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan, Hasil Umbi, dan Serapan Hara K Tanaman Bawang Merah. Jurnal Balai Penelitian Tanaman Sayuran., Lembang, Bandung. 22(3):233-241

Downloads

Published

2025-07-04