Pengaruh Triakontanol dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau pada Tanah Aluvial

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26418/akha.v4i1.92243

Keywords:

Triakontanol, NPK, Kacang Hijau, Tanah Aluvial, Sepakat

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) memiliki prospek yang baik di Kalimantan Barat. Tanah aluvial berpotensi mendukung pertumbuhan karena berasal dari endapan sungai. ZPT triakontanol dapat meningkatkan produktivitas dan merangsang pertumbuhan akar, sedangkan pupuk NPK menyediakan nutrisi esensial bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi triakontanol dan dosis NPK terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Asrama Mahasiswa Bengkayang, Pontianak Tenggara, dari 26 Agustus hingga 17 Oktober 2024, menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Faktor utama adalah triakontanol (0,01 ppm, 0,03 ppm, 0,05 ppm), sedangkan faktor anak petak adalah NPK (200 kg/ha, 400 kg/ha, 600 kg/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dengan 27 unit percobaan dan total 108 tanaman sampel. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, berat 100 biji, volume akar, dan berat kering, serta faktor lingkungan seperti pH tanah, suhu, kelembapan, dan curah hujan. Hasil menunjukkan interaksi antara triakontanol 0,03 ppm dan NPK 200 kg/ha berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 MST, berat polong, dan berat 100 biji.

Downloads

Published

2026-02-21