Pengaruh Komposisi Hara dan Konsentrasi AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa L) Secara Hidroponik Sistem Sumbu

Authors

  • Flapianus Purung Kurniawan

DOI:

https://doi.org/10.26418/akha.v3i2.98698

Keywords:

Hidroponik, Komposisi Hara, Konsentrasi AB Mix, Pertumbuhan, Selada

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun yang berumur pendek ditanam di dataran tinggi atau dataran rendah. Salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas tanaman selada dapat dilakukan dengan cara budidaya secara hidroponik. Pemberian komposisi hara dan konsentrasi AB Mix yang tepat diharapkan mampu memberikan pertumbuhan dan perkembangan yang baik bagi tanaman selada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hara dan konsentrasi AB Mix yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik sistem sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 20 Desember "“ 9 Februari 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi hara (h) yang terdiri dari 4 taraf h0 = Goodplant 500 g, h1 = Calnit 500 g + Mag-S 225 g + MAP 30 g + Vitaflex 8 g, h2 = Calnit 500 g + Mag-S 225 g + MAP 30 g + Flex-G 625 g, h3 = Flex-G 625 g dan faktor kedua adalah konsentrasi AB Mix (k) yang terdiri dari 3 taraf k1 = 600 ppm, k2 = 900 ppm, k3 = 1.200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hara dan konsentrasi AB Mix memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik sistem sumbu. Komposisi hara Flex-G dengan konsentrasi AB Mix 900 ppm merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan jumlah daun umur 5 MST dan hasil bobot segar bagian atas tanaman selada dan merupakan interaksi yang terbaik untuk variabel tinggi tanaman umur 2 dan 4 MST, serta jumlah daun umur 1 dan 2 MST pada tanaman selada.

References

Badan Pusat Statistik Indonesia, 2023. Produksi Tanaman Sayuran di Indonesia.

Lakitan, B., 2004. Dasar-dasar fisiologi tumbuhan. PT. Raja Grafindo persada, Jakarta.

Lingga, P. 2011. Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Cetakan XXXII. Jakarta. Penebar Swadaya.

Novizan. 2001. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Pohan, S. A., dan Oktoyournal, O. 2019. Pengaruh Konsentrasi Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan Caisim secara Hidroponik (drip system). Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. 2(4) : 13-17.

Ratna, D. I. 2002. Pengaruh Kombinasi Konsentrasi Pupuk Hayati dengan Pupuk Organik Cair terhadap Kualitas dan Kuantias Hasil Tanaman Teh (Camellia Sinensis (L.) O.Kuntze) Klon Gambung 4. Jurnal Ilmu Pertanian. 10 (2) : 17-25.

Romalasari, A., & Sobari, E. (2019). Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Menggunakan Sistem Hidroponik dengan Perbedaan Sumber Nutrisi. Journal Of Applied Agricultural Sciences. 3(1) : 36-41.

Taiz L. Zeiger E. 1991. Plant Physiologi. California The Benjamin/cumming Publishing Company.

Wijiyanti, P., E. D.,Hastuti dan Haryanti, S. 2019. Pengaruh masa inkubasi pupuk dari air cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.). Jurnal Buletin Anatomi dan Fisiologi. 5(4) : 21-36.

Zulkifli, Herianto dan Lukmanasari, P. 2022.Respon Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) terhadap aplikasi kompos ampas kelapa dan NPK mutiara (16:16:16). Jurnal Dinamika Pertanian. 38 (4) : 75–82.

Downloads

Published

2025-07-31