Dampak Pemberian Bokashi Eceng Gondok dan Pupuk K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Keriting di Tanah Gambut

Authors

  • El - Rhava Setiawan Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/akha.v4i1.99069

Keywords:

Bokashi Eceng Gondok, Gambut, Pupuk K, Cabai Merah Keriting

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian bokashi eceng gondok dan pupuk K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting di tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung sejak bulan Maret 2025 hingga Juli 2025. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, yaitu bokashi eceng gondok dan pupuk K. Faktor pertama yaitu bokashi eceng gondok (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu B1 = 10 ton/ha, B2 = 15 ton/ha, B3 = 20 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk K (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu K1 = 50 kg/ha, K2 = 100 kg/ha, K3 = 150 kg/ha. Masing - masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 81 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan dosis interaksi yang terbaik antara bokashi eceng gondok dan pupuk K, tetapi interaksi bokashi eceng gondok 10 ton/ha dan pupuk K 50 kg/ha sudah efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah keriting di tanah gambut.

References

Aryani, R. D., Basuki, I. F., Budisantoso, I., & Widyastuti, A. (2022). Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanam Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Agriprima, 6(2), 202-211.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. (2021). Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: BPS Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. (2024). Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Standarisasi Instrumen Pertanian. (2023). Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian BSIP. Retrieved from Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian BSIP Web Site.

Gardner, F. P R, B. Pearce dan R. I. Mitchell. 1999. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Hapsoh, Gusmawartati, Amri, A. I., & Diansyah, A. (2017). Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) terhadap Aplikasi Pupuk Kompos dan Pupuk Anorganik di Polibag. J. Hort. Indonesia, 8(3), 203-208.

Penzi, Y., MP, I. F., & Dr. Ir. Adiwirman, M. (2015). Aplikasi Beberapa Dosis Tricho-Eceng terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) pada Medium Gambut. JOM Faperta, 2(2), 1-12.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin). (2023). Outlook Cabai. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.

Simanungkalit, R., Suriadikarta, D. A., Saraswati, R., Setyorini, D., & Hartatik, W. (2006). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Jawa Barat: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Utami, S., JS, D., & Yunus, M. (2016). Aplikasi Pupuk Kompos Eceng Gondok dan Mikoriza Berpengaruh terhadap Pertumbuhan Tanaman Tembakau Deli (Nicotiana tabaccum L.). Jurnal Pertanian Tropik, 3(3), 219-229.

Downloads

Published

2026-02-21