Dialog agama dalam mewujudkan demokrasi yang sehat
DOI:
https://doi.org/10.26418/jdn.v1i1.64947Keywords:
Agama, Demokrasi, Dialog, Kesejahteraan, Politik Identitas.Abstract
Fokus penelitian ini menaruh perhatian pada peranan dialog agama dalam mewujudkan demokrasi yang sehat di Indonesia. Demokrasi yang sehat bukanlah sebagai sebuah tujuan, melainkan sebagai sebuah alat untuk memperluas sifat dasar dari Hak Asasi Manusia dan menjadikan sebagai kemampuan dalam mengatur tatanan sosial untuk mencapai manusia sejati. Namun, semenjak Agama hadir dalam ranah dunia politik menghadirkan sebuah pengertian tentang politik identitas dan meleburkan pengertian demokrasi yang sehat seperti apa. Sehingga, banyak menimbulkan permasalahan akibat politik identitas yang mengatas- namakan agama. Peranan dialog agama dalam mengatasi permasalahan tersebut bukan hanya sebagai bahan diskusi biasa, melainkan sebagai jawaban untuk menangkis politik identitas di Indonesia agar tercapainya sebuah demokrasi yang sehat dalam dunia politik. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan melakukan studi kepustakaan dalam menambah wawasan dan memperkaya isi dari penelitian tersebut. Temuan dari penelitian ini adalah untuk menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa dialog agama sangat relevan untuk dilakukan dalam memperbaiki nilai demokrasi yang dirusak melalui politik identitas dan menyelamatkan masyarakat dari penindasan atas politik identitas di Negara Indonesia. Dalam penelitian ini dimuat dalam bentuk pendasaran manusia untuk membantu memahami apa itu demokrasi, bagaimana caranya membangun sebuah demokrasi yang sehat, apa yang menjadi tujuan dialog agama dalam memperbaiki demokrasi yang dirusak akibat politik identitas.References
Bramantya, O. G. (2011). Permasalahan Demokrasi dan Solusinya : Sebuah Telaah Pemikiran Richard Rorty. Skripsi, 1–85.
Extension, K. (2016). Bonum Commune dalam Filsafat Barat (S. U. Datu Hendrawan (ed.)). PT KANISIUS.
Francis Fukuyama. (2020). Identitas (Tuntutan Atas Martabat dan Politik Kebencian). PT Bentang Pustaka.
Hindu, B. (2017). Membangun Kerukunan Melalui Dialog Kerukunan Intern Umat Hindu. https://jateng.kemenag.go.id/2017/05/membangun-kerukunan-melalui-dialog-kerukunan-intern-umat-hindu/
Knitter, P. F. (2002). Satu Bumi Banyak Agama Dialog Multi-Agama Dan Tanggung Jawab Global. BPK Gunung Mulia.
Ma’arif, A. S. (2012). Masa Depan Pluralisme Kita. Demokracy Project.
Noviati, C. E. (2016). Demokrasi dan Sistem Pemerintahan. Jurnal Konstitusi, 10(2), 333. https://doi.org/10.31078/jk1027
Nuraini. (2003). DIALOG SEBAGAI SEBUAH METODOLOGI.
Riyanto, A. (1995). Dialog Agama Dalam Pandangan Gereja Katolik. PT KANISIUS.
Riyanto, A. (2018). Relasionalitas (Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen). PT KANISIUS.
Sitoresmi, A. R. (2021). Dialog adalah Percakapan Lebih dari Dua Orang, Ketahui Aturan dan Karakteristiknya. Liputan 6.Com. https://hot.liputan6.com/read/4524947/dialog-adalah-percakapan-lebih-dari-dua-orang-ketahui-aturan-dan-karakteristiknya
Sulisworo, (2016). Demokrasi. 177–201. https://doi.org/10.14527/9786053184034.07
Supanji, T. H. (2021). Toleransi Antar-Umat Beragama Kunci Kemajuan Bangsa. Kemenko PMK. https://www.kemenkopmk.go.id/menko-pmk-toleransi-antar-umat-beragama-kunci-kemajuan-bangsa
Syam, F. (2011). Dilema Pluralitas: Hambatan Atau Penguatan Demokrasi Bangsa Indonesia? Jurnal Ilmu Hukum, 14(2), 256–275.
Wijayanto. Fajar Nursahid. (2019). Masalah-Masalah Demokrasi Kita Hari Ini. DetikNews. https://news.detik.com/kolom/d-4650749/masalah-masalah-demokrasi-kita-hari-ini
Winarno. (2019). Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan. PT Bumi Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ricky Setiawan Pabayo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.