Menelisik politik identitas di Kalimantan Barat berdasarkan perspektif filsafat politik Armada Riyanto

Authors

  • Gerwin Bernardus Putra STFT Widya Sasana Malang
  • F.X. Armada Riyanto STFT Widya Sasana Malang

DOI:

https://doi.org/10.26418/jdn.v1i1.64948

Keywords:

Politik identitas, kelompok etnis, keterwakilan politik, konflik etnik, pengaruh agama

Abstract

Artikel ini membahas politik identitas sebagai tindakan politis yang bertujuan untuk memajukan kepentingan kelompok berdasarkan kesamaan identitas atau karakteristik mereka. Politik identitas muncul sebagai respons terhadap perlakuan yang tidak adil dalam pelaksanaan hak asasi manusia dan sebagai upaya kelompok yang terpinggirkan untuk menegakkan hak-hak politik dan kebebasan berkeyakinan mereka. Politik identitas terlihat dalam berbagai usaha, mulai dari penyaluran aspirasi untuk mempengaruhi kebijakan hingga penentuan nasib sendiri berdasarkan identitas.Artikel ini juga menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya politik identitas, seperti ketimpangan ekonomi, kurangnya partisipasi politik, dan kebijakan yang diskriminatif dan eksklusif. Politik identitas memiliki dampak signifikan dalam masyarakat Indonesia, terutama terkait dengan konflik etnis dan hubungan antar suku bangsa.Melalui metode studi literatur dan analisis kualitatif, penulis menyajikan panorama politik identitas di Kalimantan Barat. Identitas etnik di provinsi ini telah mempengaruhi perubahan administrasi pemerintahan dan pembentukan wilayah kekuasaan berdasarkan kelompok etnik. Konflik antarsuku bangsa, terutama antara suku Dayak, Melayu, Madura, dan Cina, sering terjadi di Kalimantan Barat.Artikel ini juga menyoroti peran agama dalam politik identitas. Agama memiliki pengaruh kuat dalam membentuk identitas manusia dan menjadi faktor penting dalam politik identitas. Sejarah Kalimantan Barat mencerminkan peran agama dalam konflik etnis dan hubungan antarsuku.Kesimpulannya, politik identitas merupakan fenomena yang kompleks dan memiliki dampak yang signifikan dalam masyarakat. Artikel ini memberikan wawasan tentang politik identitas di Kalimantan Barat serta peran agama dalam membentuk identitas dan konflik etnis. Pemahaman yang lebih baik tentang politik identitas dapat membantu membangun masyarakat yang lebih inklusif dan adil di Indonesia.

References

Amirrachman, A. (Ed.). (2007). Revitalisasi Kearifan Lokal, Study Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku dan Poso. International Center for Islam and Pluralism. Jakarta: ICIP.

Anyang, T. (1998). Sejarah Melayu: Sejarah Orang Melayu Kalimantan Barat. Pontianak: Unika Tanjungpura Press.

Anyang, T. Y. C. (1998). Kebudayaan dan Perubahan Daya Taman Kalimantan dalam Arus Modernisasi. Jakarta: Gramedia.

Atok, K. (2009). Orang Dayak dan Madura di Sebangki. Pontianak: YPB-Cordaid.

Baharudin, S. A. (2000). Pembentukan identiti sebagai fenomena sosial: Suatu komentar konseptual dan empirical. In Y. Yusriadi & M. H. Salim (Eds.), Islam di Kalimantan Barat (pp. 13-34). Prosiding kollokium Dayak Islam di Kalimantan Barat.

Coomans, M. (1987). Manusia Daya Dahulu, Sekarang, Masa Depan. Jakarta: Gramedia.

Coomans, T. J. (1987). The Transformation of the Dayak Iban into the Malay-speaking Muslims of Brunei Darussalam and Sarawak. Southeast Asian Studies, 25(2), 25-42.

Davidson, J. (2003). The Role of Education in Shaping Ethnic Identity: The Case of Dayak People in West Kalimantan. Journal of Southeast Asian Studies, 34(2), 247-266.

Djayadi, M. I. (2003). Kekerasan etnik dan perdamaian etnik: dinamika relasi sosial di antara Dayak, Melayu, Cina & Madura di Kalimantan Barat. Paper yang dipresentasikan untuk Reading Group LIPI Jakarta, 20 Januari. Diakses dari www.communalconflict.com

Hariyadi, M. (1994). Membina Hubungan Antarpribadi Berdasarkan Prinsip Partisipasi, Persekutuan, dan Cinta menurut Gabriel Marcel. Kanisius.

Hulten, H. J. (1992). Hidupku di Antara Suku Daya. Jakarta: Gramedia.

Kristianus, S. (2009). Dinamika politik identitas di Kalimantan Barat. Jurnal Studi Indonesia, 33(2), 30-44.

Maunati, Y. (2004). Identitas Dayak, Komodifikasi dan Politik Kebudayaan. Yogyakarta: LkiS.

Mahin, M. (2007). Sejarah Dayak. Laporan Penelitian. Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Riyanto, A. (2001). Hak Asasi Manusia: Pergumulan Etika dan Politik. In A. Riyanto (Ed.), HAM Telaah Filosofis Teologis (pp. -). Malang: Dioma.

Riyanto, A. (2009). Politik, Sejarah, Identitas, Postmodernitas. Malang: STFT Widya Sasana.

Riyanto, A. (2011). Berfilsafat Politik. Yogyakarta: Kanisius.

Riyanto, A. (2018). Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen. Yogyakarta: Kanisius.

Siahaan, E. (1994). Konflik antar-etnik di Kalimantan Barat. Jurnal Antropologi Indonesia, 56, 1-15.

Downloads

Published

2023-06-12