Kobung Madura: sejarah perjalanan dan kearifan lokal dalam beribadah masyarakat setempat

Authors

  • Hotimah Hotimah Universitas Negeri Malang
  • Yuni Salma Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.26418/jdn.v1i2.70467

Keywords:

Kobung, Madura, Sejarah

Abstract

Pulau madura merupakan salah satu pulau yang dimana masyarakatnya didominasi oleh agama islam. keberislaman ala madura yang ada hingga saat ini tentunya tidak terlepas dari peran para pendahulu yang dimana merekalah yang mengupayakan agar masyarakat madura tidak meninggalkan ajaran-ajaran agama islam. Salah satu bentuk upaya dari pendahulu mereka yakni didirikan nya kobung atau biasa disebut langgar. Artikel ini dibuat bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat madura dalam bentuk bangunan yang diberi nama kobung. Dalam penulisan artikel ilmiah ini dilakukan dengan prosedur telaah dengan mengkaji dan merujuk pada sumber buku, jurnal ataupun sumber lisan. Setelah melakukan analisis dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwasanya keberislaman masyarakat di madura sangat kuat sehingga mereka tetap mencari alternatif untuk tetap melaksanakan ibadah melalui local genius masyarakat setempat.

References

Amrullah, A. (2015). Islam Di Madura. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 2(1), 56. https://doi.org/10.19105/islamuna.v2i1.654

F, R. S., Wulandari, L. D., & Santosa, E. H. (n.d.). Ekspresi Lanskap-Agrikultur dan Pola Permukiman Masyarakat Peladang di Madura Timur. 14(1), 11–23.

Faraby, M. E. (2016). Etos Kerja Islam Masyarakat Etnis Madura. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 3(1), 21–38. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v3i1.3095

Hasan, N. (n.d.). ( Bangunan Tradisional Pewaris Nilai Masyarakat Madura Tempo Dulu ).

Konflik, A., Masyarakat, D. I., & Majid, A. N. (2017). Tanean lanjang. 5704.

Kristen, U., & Surabaya, P. (n.d.). Makna ruang pada tanean lanjang di madura. 137–152.

Kurnia, W. A., & Nugroho, A. M. (n.d.). Karakteristik Ruang pada Rumah Tradisional Tanean Lanjhang di Desa Bandang Laok , Kecamatan Kokop , Kabupaten Bangkalan , Madura. 2(1), 10–21.

Puri Bahesa, S. B., & Nurudin, N. (2021). Etnografi Komunikasi Masyarakat Taneyan Lanjhang Sebagai Identitas Budaya Pamekasan.

Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Sains Dan Humaniora, 5(3), 474. https://doi.org/10.23887/jppsh.v5i3.36631

Rahardjo, T. (2010). Memahami Kemajemukan Masyarakat Indonesia (Perspektif Komunikasi Antarbudaya). Intercultural Communication, 1–14.

Stkip, S., Sumenep, P., Tradisi, A., Lanjhang, T., Lanjhang, T., Lanjhang, T., Lanjhang, T., & Lanjhang, T. (n.d.). Etika masyarakat madura dalam tradisi tanean lanjhang.

Susanto, E. (1996). Revitalisasi nilai luhur tradisi lokal madura.

UMP, U. M. P. (2013). UMP, Proses Penyebaran Islam. Budiono Hadisutrisno, Islam Kejawen, (Yogyakarta: EULE BOOK, 2009), 130, 53(9), 1689–1699.

Wibisono, M. Y., Ghozali, A. M., & Nurhasanah, S. (2020). Keberadaan agama lokal di Indonesia dalam perspektif moderasi. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 1(2), 179–186.

Downloads

Published

2023-10-23

Issue

Section

Articles