PENGARUH PEMBIAYAAN BAGI HASIL MUDHARABAH DAN MUSYARAKAH TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA

Authors

  • RYAN ZULFADHLI B41110074

Abstract

Salah satu produk operasional utama dari perbankan syariah adalah produk pembiayaan bagi hasil. Produk dengan pola ini terdiri dari pembiayaan mudharabah dan pembiayaan musyarakah Pembiayaan ini merupakan bentuk investasi yang dikeluarkan oleh pihak bank terhadap usaha yang dijalankan oleh mitra. Pembiayaan dengan bagi hasil mudharabah dan musyarakah ini merupakan pembiayaan yang high risk high return. Artinya resiko kerugian akibat gagalnya pembiayaan sangat besar meskipun   potensi keuntungan yang bisa didapat sangat besar pula. Feedback yang diharapkan dari pembiayaan ini adalah keuntungan dari pendapatan bagi hasil. Pendapatan ataupun kerugian ini merupakan salah satu dari indicator laba perusahaan, dimana laba tersebut menjadi indikator profitabilitas yang merupakan ukuran dari tingkat kinerja perusahaan.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh pembiayaan bagi hasil mudharabah dan musyarakah terhadap profitabilitas bank umum syariah di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik berupa analisis regresi liner berganda. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder berupa laporan keuangan yang didapat dari sumber-sumber terkait. Uji yang dilakukan adalah dengan melakukan uji secara parsial dan simultan untuk mencari signifikansi pengaruh antara variabel-variabel independen (pembiayaan mudharabah dan musyarakah) terharap variabel dependen (profitabilitas) yang diukur menggunakan ROA

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pembiayaan mudharabah dan musyarakah terhadap profitabilitas perusahaan baik secara parsial maupun secara simultan. Hasil uji Parsial (uji t) pada variabel pembiayaan mudharabah dan musyarakah menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,363 dan 0,095, lebih tinggi dari taraf nyata sebesar 5%. Sedangkan uji secara simultan (Uji F) juga menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,193, lebih besar dari taraf nyata 5%. Oleh karena itu, pada penelitiaan ini baik secara parsial maupun simultan variabel independen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

Published

2014-08-27