ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA TERNAK JANGKRIK PAK ANWAR DI KUBU RAYA

Authors

  • Eva Agustini B51110058

Abstract

Penelitian dalam permasalahan umum ini adalah : berapa harga pokok produksi usaha ternak Jangkrik Pak Anwar menurut metode full costing, serta penentuan harga jual pada usaha ternak Jangkrik Pak Anwar. Alat analisis yang digunakan dengan menggunakan metode full costing untuk penentuan harga pokok produksinya, sedangkan metode mark up, cost plus pricing, dan Break Even Point untuk penentuan dan perbandingan harga jual dengan harga pasar yang ada. Pada usaha ternak jangkrik Pak Anwar yang termasuk dalam Biaya Bahan Baku adalah Biaya Bibit Jangkrik, Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah Biaya Gaji Karyawan, dan Biaya Overhead Pabrik yaitu terdiri dari Biaya Makanan, Biaya listrik, Biaya Kandang atau tempat jangkrik dan biaya lainnya. Kemudian menurut hubungannya dengan volume produksi terdapat Biaya Tetap dan Biaya Variabel. Yang termasuk dalam biaya tetap yaitu biaya penyusutan kotak jangkrik. Sedangkan untuk biaya variabel yaitu biaya makanan jangkrik , biaya listrik, biaya antar, biaya bibit jangkrik, biaya gaji karyawan dan biaya lainnya. Harga pokok produksi menurut full costing yaitu Rp. 17,6 /ekor dengan keuntungan sebesar Rp.   156.240.000,- jika menggunakan harga pasar sebagai harga jualnya. Sedangkan dengan metode lain seperti Mark Up dan Cost Plus Pricing keuntungan yang didapat lebih rendah. Pada metode Mark Up didapat harga jual yaitu Rp. 21,1 /ekor dengan keuntungan Rp. 44.100.000,- sedangkan Metode Cost Plus Pricing harga jual yaitu Rp. 27,6 dengan keuntungan Rp. 126.000.000,-.

Berdasarkan pengamatan langsung di usaha Pak Anwar, metode penentuan harga jual yang lebih berpengaruh yaitu harga pasar dengan menghasilkan Laba jauh lebih besar dari ketiga metode diatas yaitu dengan menggunakan harga pasar sebesar Rp. 30 /ekor.

Kata Kunci : Full Costing, Mark Up, Cost Plus Pricing dan Break Even Point

Published

2015-02-03