PENGARUH LINGKUNGAN KAMPUS, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN AKTIF BERORGANISASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FEB UNTAN Wiwin Saputra B1022171029

Authors

  • WIWIN B1021181146 SAPUTRA Universitas Tanjungpura

Abstract

Saputrawiwin207@student.untan.ac.id

Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Tangjungpura, Pontianak, Indonesia

 

ABSTRACT

        This research aims to determine and provide empirical evidence regarding the influence of the campus environment, learning independence and organizational activities on the learning achievement of FEB Untan students. This research is quantitative research. The data used in this research are primary data and secondary data. The population in this study were PPAPK Management students class of 2018, Faculty of Economics and Business, Tanjungpura University. The sample taken for this research was 114 respondents.

        The data collection technique was carried out by distributing questionnaires to respondents. The analytical methods used in this research are instrument testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis and hypothesis testing using SPSS. The research results show that the campus environment has a significant effect on achievement, independent learning has a significant effect on achievement, and being active in organizations has a significant effect on achievement.

 

 

Keywords: Achievement, Campus Environment, Learning Independence, Active Organization

 

 

ABSTRAK

        Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui dan memberikan bukti empiris mengenai Pengaruh Lingkungan Kampus, Kemandirian Belajar Dan Aktif Berorganisasi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa FEB Untan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Manajemen PPAPK angkatan 2018 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura. Sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 114 responden.

        Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan kampus berpengaruh signifikan terhadap prestasi, kemandirian belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi dan aktif berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi.

 

 

Kata Kunci: Prestasi, Lingkungan Kampus, Kemandirian Belajar, Aktif Berorganisasi.

 

 

PENDAHULUAN

Latar belakang Penelitian

Mahasiswa yang mempunyai prestasi belajar yang bagus bisa diartikan bahwa mahasiswa tersebut berkompeten dalam mempertanggungjawabkan tugasnya sebagai pelajar dengan bekerja keras untuk mendapatkan hasil nilai yang terbaik. Prestasi belajar dapat berupa nilai dalam bentuk angka atau deskriptif, tetapi seringkali yang digunakan adalah nilai angka. Pada jenjang perkuliahan bentuk hasil belajar yang digunakan adalah nilai Indeks Prestasi (IP) dan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Nilai IP adalah nilai akhir mahasiswa yang dihitung pada satu semester, sedangkan nilai IPK adalah nilai akhir mahasiswa yang dihitung pada keseluruhan semester yang telah dilewati. Dalam mencapai prestasi belajar yang diinginkan terdapat faktor-faktor yang memengaruhi prestasi belajar mahasiswa yaitu lingkungan kampus. Lingkungan kampus yang kondusif sangat dibutuhkan bagi mahasiswa untuk menunmbuhkan dorongan dari dalam mahasiswa tersebut untuk lebih bersemangat dalam belajar. Lingkungan fisik meliputi kelas, sarana dan prasarana belajar yang ada, sumber-sumber belajar, dan media belajar. Diantaranya fasilitas sarana dan prasarana telah terawat dengan baik, letak kampus yang jauh dari kebisingan kota sehingga tercipta lingkungan yang nyaman untuk belajar, fasilitas perpustakan yang memiliki buku-buku yang lengkap, free WiFi, hubungan yang   baik dan kondusif antara sesama mahasiswa dan dosen. Selain lingkungan kampus, hal lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa yaitu kemandirian belajar. Seorang mahasiswa dengan kemandirian belajar tinggi yang ditandai dengan adanya tanggung jawab belajar yang tinggi dapat meningkatkan kualitas belajarnya, secara otomatis akan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang penelitian dan pernyataan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka dapat disampaikan pertanyaan penelitian ini sebagai berikut:

  1. Apakah lingkungan kampus berpengaruh signifikan terhadap prestasi mahasiswa Manajemen PPAPK angkatan 2018?
  2. Apakah kemandirian belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi mahasiswa Manajemen PPAPK angkatan 2018?
  3. Apakah aktif berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi mahasiswa Manajemen PPAPK angkatan 2018

Gambaran Kontekstual

Penelitian kali ini akan berfokus pada jurusan manajemen. Hingga saat ini prodi manajemen FEB UNTAN menjadi satu-satunya Prodi di lingkungan Universitas Tanjungpura (UNTAN) yang menyelenggarakan kelas internasional. Keberadaan kelas internasional ini semakin melengkapi kiprah institusi FEB UNTAN, dosen dan mahasiswa Prodi Manajemen untuk semakin aktif dalam kegiatan lingkup intenasional, baik dalam program pertukaran mahasiswa, program student mobility, kolaborasi riset dan pengajaran, serta pertemuan pertemuan ilmiah level internasional. Jurusan Manajemen mempunyai visi menjadi pusat informasi ilmiah bidang manajemen berbasis kearifan lokal dan menghasilkan sarjana manajemen yang berkepribadian mulia dan berdaya saing global.

 

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan Teori

Prestasi

Menurut Zaiful,et al.(2019) Prestasi belajar menyatakan bahwa prestasi belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap mahasiswa dalam periode tertentu dan dapat dinyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari suatu kegiatan pembelajaran yang disertai perubahan yang dicapai mahasiswa. Berdasarkan definisi prestasi, bahwa prestasi diri meliputi prestasi belajar atau sering disebut prestasi akademik dan prestasi non akademik. Prestasi belajar adalah proses yang dilakukan oleh mahasiswa untuk memperoleh dan mencapai tujuan yang diinginkan atau dalam hal ini yaitu nilai akademik, yang diikuti oleh mahasiswa selama masa perkuliahan.

Faktor internal adalah faktor yang datangnya dari diri mahasiswa berupa faktor fisiologis (kesehatan dan keadaan tubuh), psikologis (minat, bakat, inteligensi, emosi, kelelahan, dan cara belajar). Faktor eksternal adalah faktor yang datangnya dari luar diri mahasiswa yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan alam. Dalam konteks universitas, prestasi akademik seseorang merupakan pencapaian keberhasilan mahasiswa dalam proses pembelajaran yang telah dilaluinya.

Lingkungan Kampus

Lingkungan kampus yang dimaksud terkait dengan metode mengajar dosen, kurikulum, relasi dosen dengan mahasiswa, relasi mahasiswa dengan mahasiswa, disiplin kampus, media pembelajaran, waktu perkuliahan, standar perkuliahan di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah .Menurut Naibaho, et al. (2010) Lingkungan kampus adalah lingkungan tempat mahasiswa menjalani proses belajar dan melakukan aktivitas. Lingkungan fisik meliputi kelas, sarana dan prasarana belajar yang ada, sumber-sumber belajar, dan media belajar. Lingkungan sosial menyangkut hubungan mahasiswa dengan teman-temannya, dosen-dosennya, serta staf akademika kampus yang lain. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa lingkungan kampus meliputi semua hal yang berpengaruh dan bermakna bagi mahasiswa saat menjalani proses perkuliahan di kampus, baik itu lingkungan sosial maupun lingkungan non-sosial (lingkungan fisik dan akademik). Lingkungan fisik kampus dapat ditemui baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Lingkungan fisik di dalam fisik merupakan semua sarana fisik kampus yang dapat menunjang kelancaran proses pendidikan dalam perkuliahan. Sedangkan standar sarana pembelajaran paling sedikit terdiri atas: peralatan pendidikan, media pendidikan, buku, e-book, dan respository, sarana teknologi informasi dan komunikasi, instrumensasi eksperimen, sarana olahraga, sarana berkesenian, sarana fasilitas umum dan sarana pemeliharaan, keselamatan dan keamanan, Ini mencakup hubungan sosial, norma budaya, institusi sosial, dan lingkungan fisik.. Di lingkungan kampus, lingkungan sosial mencakup semua individu atau orang lain yang dapat mempengaruhi individu lain di dalam kampus.

Kemandirian Belajar

Kemandirian belajar dalam perspektif ekonomi mengacu pada kemampuan individu untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang memungkinkan mereka mandiri dan mandiri dalam kegiatan ekonomi. Hal ini termasuk memiliki akses terhadap pendidikan dan pelatihan yang membekali individu dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam perekonomian. Model-model ini bertujuan untuk memberdayakan siswa untuk mengambil kepemilikan atas proses belajar mereka, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, dan menjadi pembelajar mandiri. Dengan memupuk kemandirian dalam belajar, siswa dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menavigasi lanskap ekonomi dan beradaptasi dengan perubahan keadaan. Kemandirian juga dapat artikan sebagai keadaan seseorang yang dalam kehidupannya mampu memutuskan dan mengerjakan sesuatu tanpa bantuan dari orang lain.

Kemandirian belajar adalah bentuk upaya belajar yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menentukan tujuan, sumber, dan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri. Menurut Nurhayati (2011) mendefinisikan kemandirian belajar sebagai kemampuan dalam belajar yang didasarkan pada rasa tanggung jawab, percaya diri, inisiatif, dan motivasi sendiri dengan atau tanpa bantuan orang lain yang relevan untuk menguasai kompetensi tertentu, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah belajarnya. Kemandirian belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar adalah kemauan dan kemampuan mahasiswa untuk belajar dengan inisiatif sendiri tidak tergantung pada orang lain dan bertanggung jawab sendiri dalam menentukan tujuan belajar baik alam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah belajarnya. Kemandirian belajar sangat penting dan dibutuhkan sekali oleh mahasiswa untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik. Untuk menghantarkan mahasiswa dalam mencapai kemandirian belajar, maka perlunya mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap kemandirian belajarnya, supaya mahasiswa dapat mencapai keberhasilan dalam belajarnya. Sementara dalam lingkungan masyarakat yang aman, menghargai ekpresi potensi remaja dalam bentuk berbagai kegiatan dan tidak terlalu hierarkis akan dapat meransang dan mendorong perkembangan kemandirian remaja

Aktif Berorganisasi

Organisasi berasal dari bahasa latin organum yang berarti alat, sedangkan dalam bahasa inggris organize yang berarti mengorganisasikan yang menunjukkan usaha untuk mencapai sesuatu. Organisasi mahasiswa adalah suatu wadah atau wahana untuk mengembangkatkan bakat, minat dan potensi mahasiswa yang diharapkan mampu meningkatkan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki mahasiswa. Organisasi adalah suatu wadah atau alat perpaduan kerjasama sumberdaya manusia dan fisik dan dalam pelaksanaan organisasi juga terdapat tujuan, pembagian kerja, dan hirarki kewenangan guna mencapau suatu tujuan yang telah ditetapkan (Fadhli, 2013). Menurut Siagian (2012) keaktifan berorganisasi adalah aktif ikut serta dan berperan aktif dalam suatu kegiatan dalam suatu organisasi yang diikuti. Keaktifan berorganisasi diartikan peran aktif atau keikutsertaan individu terhadap suatu organisasi yang memberikan dampak terhadap organisasi dan memberikan perubahan tingkah laku berupa sikap positif yang mencakup lima aspek.

     


Berdasarkan uraian hubungan keterkaitan antar variable penelitian dan rumusan hipotesis penelitian yang dikemukakan diatas, maka dapat disampaikan gambar kerangka konseptual penelitian sebagai berikut:

 

 

 

 

METODE PENELITIAN

Bentuk Penelitian

Berdasarkan metode yang digunakan, penelitian ini adalah penelitian survey. Menurut Sugiyono (2016) penelitian survey ialah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan angket sebagai alat penelitian yang dilakukan pada populsasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil pada populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian relatif, distributif dan hubungan antar variabel, sosiologis maupun psikologis. Penelitian ini dikategorikan penelitian survey mengingat penelitian ini salah satu cara pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner

Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kota Pontianak dengan objek penelitian pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura. Penelitian ini akan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai dari tahap penyusunan proposal, pengumpulan data, hingga penyusunan laporan akhir.

Data

Dalam penelitian ini, data yang digunakan berupa data primer, dan data sekunder.

  1. Data Primer

Data primer adalah data yang mengacu pada informasi yang didapat dar tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi (Sekaran, 2011).

  1. Data Sekunder

data sekunder adalah data yang diperoleh dari penelitian yang mengacu pada data yang sudah ada (Sekaran, 2011).

Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa manajemen PPAPK angkatan 2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 114 responden.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa nilai signifikansi variabel lingkungan kampus sebesar 0,000 dimana nilai tersebut < 0,05 maka hipotesis H1 diterima dan artinya lingkungan kampus berpengaruh signifikan terhadap prestasi.
  2. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa nilai signifikansi variabel kemandirian belajar sebesar 0,001 dimana nilai tersebut < 0,05 maka hipotesis H2 diterima dan artinya kemandirian belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi.
  3. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa nilai signifikansi variabel aktif berorganisasi sebesar 0,001 dimana nilai tersebut < 0,05 maka hipotesis H3 diterima dan artinya aktif berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi.

 

 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengarah lingkungan kampus, kemandirian belajar dan aktif berorganisasi terhadap prestasi. Responden penelitian ini yaitu mahasiswa manajemen PPAPK Angkatan 2018 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura dengan jumlah sampel sebanyak 114 responden. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan SPSS maka diperoleh hasil sebagai berikut:

  1. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa variabel lingkungan kampus berpengaruh signifikan terhadap prestasi
  2. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui variable kemandirian belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi.
  3. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa variable aktif berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi.

Saran

Agar dapat memperoleh gambaran yang lebih mendalam serta komprehensif, maka penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Untuk penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dengan menambah atau mengganti variabel-variabel independen dengan variabel lain seperti motivasi belajar, pengalaman organisasi, motivasi mahasiswa, dan lainnya yang mungkin lebih berpengaruh terhadap prestasi
  2. Perlu mencermati waktu terutama waktu-waktu luang dimana responden dapat langsung mengisi kuesioner penelitian sehingga dalam penyebaran kuesioner agar mendapatkan data kuesioner yang maksimal

 

DAFTAR PUSTAKA

Fadilah, N. F., Tayep, T., Nur, F., Suharti, & Sriyati, A. (2018). Pengaruh Kemandirian Belajar dan Regulasi Diri Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 6(1), 100-115.

Fitriana, A., & Kurniasih, N. (2021). Prestasi Belajar Mahasiswa (Studi Mahasiswa PAI yang Aktif Berorganisasi di IAIIG Cilacap). Jurnal Tawadhu, 5(1), 44-58.

Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hanushek, E. A. and Woessmann, L. (2008). The role of cognitive skills in economic development. Journal of Economic Literature, 46(3), 607-668. https://doi.org/10.1257/jel.46.3.607

Hermawan, Y., Suherti, H., & Gumilar, R. (2020). Pengaruh Lingkungan Keluarga, Lingkungan Kampus, Lingkungan Masyarakat Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Edukasi, 8(1), 51-58.

Hidayati, Kana., Listyani, Endang. (2010). Pengembangan Instrumen Kemandirian Belajar Mahasiswa. Yogyakarta: FMIPA UNY.

KBBI. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [Online] Tersedia di: http://kbbi.web.id/pusat, [Diakses 15 September 2021].

Keynes, J. M. (2018). The general theory of employment, interest, and money.. https://doi.org/10.1007/978-3-319-70344-2

Kuncoro, Engkos & Riduwan. (2008). Cara Menggunakan dan Memakai Analisis Jalur. Bandung: Alfabeta.

MacBride-Stewart, S., Butler, C., & Fox, N. J. (2019). Editorial: special issue on society, environment and health. Health: An Interdisciplinary Journal for the Social Study of Health, Illness and Medicine, 23(2), 117-121. https://doi.org/10.1177/1363459318816138

Metriana, M. (2014). "Studi Komperatif Pengaruh Motivasi, Perilaku Belajar, Self-Efficacy Dan Status Kerja Terhadap Prestasi Akademik Antara Mahasiswa Bekerja Dan Mahasiswa Tidak Bekerja (Studi pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro)". Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.

Naibaho, H., Firmanto A., Veryco & Sugiarto. (2010). Pengaruh Lingkungan Kampus Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa (Studi Kasus Universitas Pelita Harapan Surabaya). Jurnal Manajemen Pemasaran. Vol. 5 (1), 22-26.

Nazir, Moh. (2013). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Octaria, D., Fitriasari, P., & Sari, N. (2020). Blended Learning dengan Macromedia Flash untuk Melatih Kemandirian Belajar Mahasiswa. Jurnal Elemen. Vol. 6 (1), 25"“38.

Pradayu, M. (2017). Pengaruh Aktivitas Organisasi Terhadap Prestasi Belajar (Studi Kasus Pengurus BEM Universitas Riau Kabinet Inspirasi Periode 2016-2017). JOM FISIP. Vol. 4 (2), 1-12.

Purwanto. (2014). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Retnowati, D. R., Fatchan, A., & Astina, I. K. (2016). Prestasi Akademik Dan Motivasi Berprestasi Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Negri Malang. Jurnal Pendidikan. Vol. 1 (3), 521-525.

Rosyid, Moh Zaiful, Mustajab, Aminol. (2019). Prestasi Belajar. Malang: CV Literasi Nusantara Abadi.

Sadewa, P. (2018). Pengaruh Lingkungan Kampus dan Motivasi Mahasiswa Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang. Jurnal Madani. Vol. 1 (1), 211-234.

Saleh, M. (2014). Pengaruh Motivasi, Faktor Keluarga, Lingkungan Kampus dan Aktif Berorganisasi Terhadap Prestasi Akademik. Jurnal PHENOMENON. Vol. 4 (2), 109-141.

Sanjaya, Wina. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.

Sardiman, A. M. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Garfindo Persada.

Sekaran, Uma. (2011). Metode Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

Septiyaningsih, S. (2017). Pengaruh Aktivitas Belajar dan Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Ekonomi. Vol. 6 (3), 267-275.

Sholikhah, A. (2018). Pengaruh Keaktifan Mahasiswa Dalam Organisasi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi FE UNESA Angkatan 2015. JUPE. Vol. 6 (2), 76-80.

Sidabutar, M., & Budiningsih, C. A. (2022). Student Perspective of the Liberating Learning Model Implementation to Increase Their Learning Independence. In 9th International Conference on Education Research, and Innovation (ICERI 2021). Atlantis Press.

Situmorang, B. J., Kirana, K. C., & Kurniawan, I. S. (2020). Pengaruh Kecerdasan Emosional, Lingkungan Kampus, dan Penggunaan Media Sosial Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Pembangunan dan Pendidikan. Vol. 8 (2), 105-115.

Sobri, M., Nursaptini, N., & Novitasari, S. (2020). Mewujudkan Kemandirian Belajar Melalui Pembelajaran Berbasis Daring Diperguruan Tinggi Pada Era Industri 4.0. Jurnal Pendidikan Glasser. Vol. 4 (1), 223-240.

Sudiana, R., Fatah, A., & Khaerunnisa, E. (2017). Kemandirian Belajar Mahasiswa Melalui Pembelajaran Berbasis Virtual Class. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika. Vol. 10 (1), 74"“80.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT. Alfabeta.

Sujarweni, Wiratna. (2015). Statistik Untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Suryosubroto, B. (1997). Proses Belajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

Sukmadinata, N., S. (2005). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Tohirin. (2011). Metode Penelitian Kualitatif dalam Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Vandini, I. (2016). Peran Kepercayaan Diri Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA. Vol. 5 (3), 210-219.

Wibowo, A. (2016). Hubungan Lingkungan Kampus, Pola Asuh Orang Tua, dan Motivasi Berprestasi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Humanika. Vol. 16 (1), 33-57.

Winardi. (2011). Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Winata, R., Friantini, R. N., & Astuti, R. (2021). *Kemandirian Belajar dan Kedisiplinan Belajar Terhadap Prestasi Mahasiswa Pada Perkuliah Daring*. Jurnal e-DuMath. Vol. 7 (1), 18-26.

Yuliati, Y., & Saputra, D. S. (2020). Membangun Kemandirian Belajar Mahasiswa Melalui Blended Learning Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Elementaria Edukasia. Vol. 3 (1), 142-149.

 

Published

2024-03-21