Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Perkebunan Karet Menjadi Kelapa Sawit Bagi Kesejahteraan Petani di Desa Keranji Mancal
DOI:
https://doi.org/10.26418/gr.v3i2.100471Keywords:
Perubahan Penggunaan Lahan, Kelapa Sawit, Karet, Persebaran Spasial, Kesejahteraan PetaniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persebaran spasial perubahan penggunaan lahan dari perkebunan karet menjadi kelapa sawit, dan (2) tingkat kesejahteraan petani setelah terjadinya perubahan penggunaan lahan tersebut di Desa Keranji Mancal. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh dan kualitatif. Sumber data diperoleh dari penginderaan jauh, interpretasi, uji akurasi melalui observasi dan informan kepala desa, ketua kelompok tani, dan para petani melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan pendekatan spasial menggunakan perangkat lunak SIG untuk memetakan perubahan penggunaan lahan, serta analisis kesejahteraan petani berdasarkan indikator pendapatan, kondisi ekonomi, dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan signifikan dari lahan perkebunan karet ke kelapa sawit yang tersebar di seluruh wilayah Desa Keranji Mancal selama periode 2019–2023 dengan luasan mencapai 681,2 Ha atau 40% dari perubahan penggunaan lahan yang lainnya. Selain itu, kesejahteraan petani menunjukkan peningkatan setelah beralih ke kelapa sawit, terlihat dari naiknya pendapatan, membaiknya kondisi ekonomi rumah tangga, dan meningkatnya kemampuan dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan penggunaan lahan berpengaruh positif terhadap peningkatan kesejahteraan sebagian besar petani di Desa Keranji Mancal.References
Adi Setyo Nugroho. (2017). Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Menjadi Non Sawah Dan Pengaruhnya Terhadap Keberlanjutan Sawah Lestari di Kabupaten Klaten. [Skripsi]. Diperoleh dari https://lib.unnes.ac.id/
BPS. (2023). Kecamatan Sengah Temila Dalam Angka. Landak: Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.
Fitriani. (2017). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Petani Melakukan Alih Fungsi Lahan Sawah Menjadi Non Pertanian Di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. [Skrpsi]. Diperoleh dari https://ojs.unimal.ac.id/index.php
Hengki, Dewi Kurniati. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan karet menjadi perkebunan kelapa sawit di Desa Pandu Raya Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(1), 200-211. Diunduh di https://jurnal.unigal.ac.id/
Khabib Musthofa. (2018). Dampak Alih Fungsi Perkebunan Karet Ke Kelapa Sawit Bagi Kesejahteraan Petani Desa Kebun Agung Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotawaringin Barat. [Skripsi]. Diperoleh dari https://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php
Permata, A. K., & Mahendrasari , D. S. (2016). Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Kepadatan Penduduk. Semarang: Journal of Public Health. Diunduh di https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/
Moleong, Lexy J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Sitorus, S. R. P. (2017). Perencanaan Penggunaan Lahan. Bogor (ID) : IPB Press.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Weni Anggraeni. (2023). Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian Sawah Ke Non Pertanian Terhadap Pendapatan Petani di Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. [Skripsi]. Diperoleh dari http://repository.unj.ac.id/37484/
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
- GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi menerima artikel dengan cakupan hasil penelitian dan kajian literatur (literature review) dalam bidang: 1) Pendidikan dan Pembelajaran Geografi; 2) Pengelolaan Lingkungan; 3) Kebencanaan; 4) Kependudukan; 5) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah; dan 6) Penerapan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh.
- Naskah diketik dengan program Ms. Word, huruf Garamond, font size 12, menggunakan kertas A4 dengan batas atas 2,44 cm, kiri 2 cm, kanan 2 cm, dan bawah 2 cm.
- Naskah dikirim (submit) secara online melalui OJS GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi di https://jurnal.untan.ac.id/index.php/georeference
- Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jarak antar baris 1 spasi. Tiap awal paragraf menjorok ke kanan sekitar 10 ketukan.
- Sistematika artikel hasil penelitian: Judul, Identitas Penulis (Nama, Afiliasi, dan Email), Abstrak disertai Kata Kunci, Pendahuluan, Metode Penelitian, Temuan dan Pembahasan, Simpulan, Rekomendasi, Ucapan Terima Kasih dan Reference.
- Judul Artikel tidak lebih dari 15 kata, diketik dengan huruf kapital di tengah-tengah (center), dengan ukuran huruf 14 pt, dan ditulis tebal (bold).
- Identitas penulis ditempatkan di bawah judul artikel, nama penulis ditulis tebal (bold) tanpa gelar akademik, disertai nama lembaga asal, dan dicantumkan juga email penulis.
- Abstrak dan kata kunci. Abstrak berisi: permasalahan, tujuan, metode, temuan dan simpulan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan format yang sama dengan bahasa Indonesia namun ditulis dengan cetak miring. Panjang masing-masing abstrak antara 150-200 kata dan kata kunci minimal 3 kata atau frasa, serta diketik dalam 1 spasi.
- Pendahuluan berisi latar belakang, tujuan penelitian, dan kajian pustaka. Semua bagian pada pendahuluan ini dipaparkan secara terintegrasi dan menggunakan aturan penomoran yang benar.
- Metode Penelitian berisi rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Temuan dan pembahasan berisi paparan temuan hasil penelitian disertai dengan pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Simpulan berisi simpulan penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian dan dibuat dalam bentuk paragraf.
- Penggunaan format in note dalam kutipan; dengan aturan (Nama belakang, tahun terbit), misal: (Moleong, 2010)
- Daftar Pustaka memuat referensi yang dirujuk dalam artikel dan diurutkan berdasarkan alfabet. Pustaka yang digunakan berupa pustaka 10 tahun terakhir. Jenis pustaka yang digunakan minimal 80% bersumber dari jurnal nasional maupun internasional. Sumber rujukan yang disitasi minimal bejumlah 15 rujukan. Penulisan daftar pustaka mengikuti aturan APA Style.
- Pengutipan, tabel, dan gambar mengikuti aturan APA Style.
- Menggunakan Reference Manager dalam mengelola referensi dan pengutipan seperti Mendeley, EndNote, dan lain-lain.
- Artikel ditulis mengikuti template penulisan artikel GEOREFERENCE
- Menghindari duplikasi, pabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
- Penulis melampirkan Surat Pernyataan Etika pada tahap ke-4 proses submit artikel.
- Segala sesuatu yang terkait dengan perizinan pengutipan atau yang lainnya yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis, termasuk konsekuensi hukum yang mungkin muncul karenya, adalah menjadi tanggung jawab penuh penulis.