ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP KONDISI EKOWISATA BAHARI DI PANTAI KURA "“ KURA
DOI:
https://doi.org/10.26418/gr.v1i1.53699Abstract
Perubahan garis pantai merupakan suatu proses yang menunjukkan adanya perubahan luas lahan di pantai yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor alami dan faktor manusia. Satu diantara faktor alami yang dapat menimbulkan perubahan garis pantai adalah abrasi. Abrasi akibat gelombang besar dapat mengikis garis pantai sehingga mengalami degradasi. Seperti yang terjadi di Pantai KuraKura. Pantai Kura-Kura terletak di Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat. Garis pantai di Pantai Kura-Kura terus mengalami perubahan pada setiap tahun. Perubahan yang terjadi menyebabkan penyempitan luas pantai serta kerusakan daerah konservasi. Hal ini tentu berdampak negatif dan menghambat Pantai Kura-Kura untuk menjadi ekowisata bahari yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya konservasi yang tepat untuk meminimalisir dampak perubahan garis pantai akibat abrasi di Pantai Kura-Kura. Selain itu, perlu adanya koordinasi dan kerjasama antara pengelola serta masyarakat di Pantai Kura-Kura bersama Pemerintah Daerah.References
Alfia, A. (2018). Pemodelan Spasial Abrasi Di Pantai Caringin Desa Caringin
Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. (Skripsi,
UIN Syarif Hidayatullah, 2018)
AMALIA, G. (2014). Analisis potensi pengembangan obyek wisata pantai di
kecamatan singkawang selatan kota singkawang provinsi kalimantan
barat (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Arief, M., Winarso, G., & Prayogo, T. (2011). Kajian perubahan garis pantai
menggunakan data satelit Landsat di Kabupaten Kendal. Jurnal
Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 8..
Fandeli, C. (2000). Pengertian dan konsep dasar ekowisata. Yogyakarta, Fakultas
Kehutanan UGM.
Gross, M. G. (1990). Oceanography; A View of Earth Prentice Hall. Inc.
Englewood Cliff. New Jersey.
Hang Tuah. (1991). Diktat Hidraulika (Coastal Hydraulics). Laboratorium
Mekanika Fluida dan Hidrodinamika, Pusat Antar Universitas Ilmu
Rekayasa, ITB, Bandung.
Kasim, F. (2012). Pendekatan beberapa metode dalam monitoring perubahan garis
pantai menggunakan dataset penginderaan jauh Landsat dan SIG. Jurnal
Ilmiah Agropolitan, 5(1), 620-635.
Ongkosono, O.S.R (1982). The Nature of Coastal Change in Indonesia. The
Indonesia Journal of Geography, Volume 12 Nomor 43.
Opa, E. T. (2011). Perubahan Garis Pantai Desa Bentenan Kecamatan Pusomaen,
Minahasa Tenggara. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 7(3), 109-
Sardiyatmo, S., & Hartoko, A. (2013). Dampak dinamika garis pantai menggunakan
citra satelit multi temporal Pantai Semarang Provinsi Jawa Tengah.
Jurnal Saintek Perikanan, 8(2), 33-37.
Sudarsono, B. (2011). Inventarisasi perubahan wilayah pantai dengan metode
penginderaan jauh (studi kasus Kota Semarang). Teknik, 32(2), 163-170.
Triatmodjo, B. (1999). Teknik pantai
Downloads
Published
Issue
Section
License
- GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi menerima artikel dengan cakupan hasil penelitian dan kajian literatur (literature review) dalam bidang: 1) Pendidikan dan Pembelajaran Geografi; 2) Pengelolaan Lingkungan; 3) Kebencanaan; 4) Kependudukan; 5) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah; dan 6) Penerapan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh.
- Naskah diketik dengan program Ms. Word, huruf Garamond, font size 12, menggunakan kertas A4 dengan batas atas 2,44 cm, kiri 2 cm, kanan 2 cm, dan bawah 2 cm.
- Naskah dikirim (submit) secara online melalui OJS GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi di https://jurnal.untan.ac.id/index.php/georeference
- Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jarak antar baris 1 spasi. Tiap awal paragraf menjorok ke kanan sekitar 10 ketukan.
- Sistematika artikel hasil penelitian: Judul, Identitas Penulis (Nama, Afiliasi, dan Email), Abstrak disertai Kata Kunci, Pendahuluan, Metode Penelitian, Temuan dan Pembahasan, Simpulan, Rekomendasi, Ucapan Terima Kasih dan Reference.
- Judul Artikel tidak lebih dari 15 kata, diketik dengan huruf kapital di tengah-tengah (center), dengan ukuran huruf 14 pt, dan ditulis tebal (bold).
- Identitas penulis ditempatkan di bawah judul artikel, nama penulis ditulis tebal (bold) tanpa gelar akademik, disertai nama lembaga asal, dan dicantumkan juga email penulis.
- Abstrak dan kata kunci. Abstrak berisi: permasalahan, tujuan, metode, temuan dan simpulan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan format yang sama dengan bahasa Indonesia namun ditulis dengan cetak miring. Panjang masing-masing abstrak antara 150-200 kata dan kata kunci minimal 3 kata atau frasa, serta diketik dalam 1 spasi.
- Pendahuluan berisi latar belakang, tujuan penelitian, dan kajian pustaka. Semua bagian pada pendahuluan ini dipaparkan secara terintegrasi dan menggunakan aturan penomoran yang benar.
- Metode Penelitian berisi rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Temuan dan pembahasan berisi paparan temuan hasil penelitian disertai dengan pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Simpulan berisi simpulan penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian dan dibuat dalam bentuk paragraf.
- Penggunaan format in note dalam kutipan; dengan aturan (Nama belakang, tahun terbit), misal: (Moleong, 2010)
- Daftar Pustaka memuat referensi yang dirujuk dalam artikel dan diurutkan berdasarkan alfabet. Pustaka yang digunakan berupa pustaka 10 tahun terakhir. Jenis pustaka yang digunakan minimal 80% bersumber dari jurnal nasional maupun internasional. Sumber rujukan yang disitasi minimal bejumlah 15 rujukan. Penulisan daftar pustaka mengikuti aturan APA Style.
- Pengutipan, tabel, dan gambar mengikuti aturan APA Style.
- Menggunakan Reference Manager dalam mengelola referensi dan pengutipan seperti Mendeley, EndNote, dan lain-lain.
- Artikel ditulis mengikuti template penulisan artikel GEOREFERENCE
- Menghindari duplikasi, pabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
- Penulis melampirkan Surat Pernyataan Etika pada tahap ke-4 proses submit artikel.
- Segala sesuatu yang terkait dengan perizinan pengutipan atau yang lainnya yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis, termasuk konsekuensi hukum yang mungkin muncul karenya, adalah menjadi tanggung jawab penuh penulis.