ANALISIS TINGKAT KEMACETAN DAN FAKTOR PENYEBAB KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN SULTAN HAMID II KECAMATAN PONTIANAK SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.26418/gr.v1i1.64495Abstract
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui: 1) Penyebab terjadinya kemacetan di jalan Sultan Hamid II di Kota Pontianak, 2) Menampilkan peta titik kemacetan, dan 3) Menemukan alternatif penanggulangan macet. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penyajian data berupa data naratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah survey, observasi dan studi dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang dilakukan di jalan Sultan Hamid II: 1) Tingkat kemacetan tinggi terjadi pada pagi dan sore hari kerja, tingkat kemacetan rendah terjadi pada siang hari kerja dan libur. Sedangkan arus bebas terjadi pada pagi hari minggu. 2) kemacetan di jalan Sultan Hamid II disebabkan karena ruas jalan yang tidak lebar, volume kendaraan, persimpangan jalan, mobilitas komuter, dan minimnya jumlah angkutan umum. 3) Alternatif penanggulangan kemacetan dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas jalan, membangun jembatan baru, mengembangkan angkutan umum, dan membatasi jumlah kepemilikan mobil pribadi serta memberikan batasan umur kepada pengemudi mobil yang melintasi jalan Sultan Hamid II.
Keywords: Kemacetan, Jalan Sultan Hamid II, Penyebab, SolusiReferences
Andilala. 2018. Ini Penyebab Kemacetan di Pontianak. Diakses pada 11 November 2022 pukul 21.59 WIB, dari Ini penyebab kemacetan di Pontianak - ANTARA News Kalimantan Barat.
De Rozari, A., & Wibowo, Y. H. (2015). Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kemacetan Lalu Lintas Di Jalan Utama Kota Surabaya (Studi Kasus Di Jalan Ahmad Yani Dan Raya Darmo Surabaya). JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 1(01).
Ekawati, N. N. (2014). Kajian Dampak Pengembangan Pembangunan Kota Malang Terhadap Kemacetan Lalu Lintas (Studi pada Dinas Perhubungan Kota Malang) (Doctoral dissertation, Brawijaya University).
Fendi, G. S., & Sulandari, E. (2014). Identifikasi Titik Kemacetan Dan Alternatif Penanganannya Di Kecamatan Pontianak Timur, Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara. JeLAST: Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, 2(2).
Indriasari, D. (2017). Analisis Kemacetan Lalu Lintas di Jalan Arteri dan Kolektor di Kecamatan Depok dan Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Matitaputty, S., & Primadani, A. (2017). Perkembangan Infrastruktur Dan Perubahan Hirarki Kota (Studi Kasus Kabupaten/Kota Di Jawa Tengah Berdasar Tahun Sensus Penduduk 1990, 2000, 2010). JURNAL EKONOMI DAN BISNIS OPTIMUM, 7(1), 71-82.
Mustikarani, W., & Suherdiyanto, S. (2016). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas di Sepanjang Jalan H Rais A Rahman (Sui Jawi) Kota Pontianak. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 14(1), 143-155.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi menerima artikel dengan cakupan hasil penelitian dan kajian literatur (literature review) dalam bidang: 1) Pendidikan dan Pembelajaran Geografi; 2) Pengelolaan Lingkungan; 3) Kebencanaan; 4) Kependudukan; 5) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah; dan 6) Penerapan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh.
- Naskah diketik dengan program Ms. Word, huruf Garamond, font size 12, menggunakan kertas A4 dengan batas atas 2,44 cm, kiri 2 cm, kanan 2 cm, dan bawah 2 cm.
- Naskah dikirim (submit) secara online melalui OJS GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi di https://jurnal.untan.ac.id/index.php/georeference
- Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jarak antar baris 1 spasi. Tiap awal paragraf menjorok ke kanan sekitar 10 ketukan.
- Sistematika artikel hasil penelitian: Judul, Identitas Penulis (Nama, Afiliasi, dan Email), Abstrak disertai Kata Kunci, Pendahuluan, Metode Penelitian, Temuan dan Pembahasan, Simpulan, Rekomendasi, Ucapan Terima Kasih dan Reference.
- Judul Artikel tidak lebih dari 15 kata, diketik dengan huruf kapital di tengah-tengah (center), dengan ukuran huruf 14 pt, dan ditulis tebal (bold).
- Identitas penulis ditempatkan di bawah judul artikel, nama penulis ditulis tebal (bold) tanpa gelar akademik, disertai nama lembaga asal, dan dicantumkan juga email penulis.
- Abstrak dan kata kunci. Abstrak berisi: permasalahan, tujuan, metode, temuan dan simpulan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan format yang sama dengan bahasa Indonesia namun ditulis dengan cetak miring. Panjang masing-masing abstrak antara 150-200 kata dan kata kunci minimal 3 kata atau frasa, serta diketik dalam 1 spasi.
- Pendahuluan berisi latar belakang, tujuan penelitian, dan kajian pustaka. Semua bagian pada pendahuluan ini dipaparkan secara terintegrasi dan menggunakan aturan penomoran yang benar.
- Metode Penelitian berisi rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Temuan dan pembahasan berisi paparan temuan hasil penelitian disertai dengan pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Simpulan berisi simpulan penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian dan dibuat dalam bentuk paragraf.
- Penggunaan format in note dalam kutipan; dengan aturan (Nama belakang, tahun terbit), misal: (Moleong, 2010)
- Daftar Pustaka memuat referensi yang dirujuk dalam artikel dan diurutkan berdasarkan alfabet. Pustaka yang digunakan berupa pustaka 10 tahun terakhir. Jenis pustaka yang digunakan minimal 80% bersumber dari jurnal nasional maupun internasional. Sumber rujukan yang disitasi minimal bejumlah 15 rujukan. Penulisan daftar pustaka mengikuti aturan APA Style.
- Pengutipan, tabel, dan gambar mengikuti aturan APA Style.
- Menggunakan Reference Manager dalam mengelola referensi dan pengutipan seperti Mendeley, EndNote, dan lain-lain.
- Artikel ditulis mengikuti template penulisan artikel GEOREFERENCE
- Menghindari duplikasi, pabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
- Penulis melampirkan Surat Pernyataan Etika pada tahap ke-4 proses submit artikel.
- Segala sesuatu yang terkait dengan perizinan pengutipan atau yang lainnya yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis, termasuk konsekuensi hukum yang mungkin muncul karenya, adalah menjadi tanggung jawab penuh penulis.