ZONASI DAERAH RAWAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN MEMPAWAH

Authors

  • Rizqi Rizqi Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura
  • Sulistyarini Sulistyarini Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura
  • Ludovicus Manditya Hari Christanto Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/gr.v1i2.70957

Keywords:

Kebakaran hutan dan lahan, distribusi keruangan, tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan serta cara mengatasinya di Kabupaten Mempawah. Penelitian ini bermanfaat dalam memberikan peringatan dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan memberikan informasi sebaran wilayah rawan kebakaran hutan.dan kebakaran lahan serta upaya penanggulangannya di Kabupaten Mempawah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Mempawah. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis spasial dan deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi distribusi keruangan tingkat kebakaran hutandan lahan dan upaya penaggulangannya. Dari hasi overlay didapatakan bahwa tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah terbagi jadi 3 tingkat kerawanan yaitu rendah, sedang dan tinggi. Kelas kerawanan rendah memiliki luas 23,269,97 ha atau sebesar 11,31%, kelas kerawanan sedang memiliki luas 82.132,13 ha atau sebesar 39,95%, dan kelas kerawanan tinggi dengan luas 100.198, ha atau sebesar 48,74% dari luas wilayah Kabupaten Mempawah. Upaya penanggulangan bencana dilakukan dengan pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana

References

Abdullah, S., Sugiharto, E., Hidayatullah, R., & Harjanti, D. T. (2023). Analisis Kondisi Transmigrasi Di Desa Pematang Tujuh. Georeference: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi, 1(1), 17–22.

Akbar, A. (2016). Pemahaman dan Solusi Masalah Kebakaran Hutan di Indonesia. Bogor: Forda Press

Ali, M., & Asrori, M. (2014). Metodologi & Aplikasi Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Ariyora,Y.K.S, Budisusanto,Y, Prasasti, I (2015). Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Dan Sig Untuk Analisa Banjir (Studi Kasus : Banjir Provinsi Dki Jakarta) GEOID Vol. 10, No. 02, Februari 2015 (137-146) Diunduh dari https://www.google.com/url?esrc=s&q=&rct=j&sa=U&url=https://iptek.its.ac.id/index.php/geoid/article/download/805/559&ved=2ahUKEwiquOOCh76AAxWB2DgGHVypCz0QFnoECAMQAg&usg=AOvVaw37WJNzdhIiBwUjGTvds0Ou

Hermon, D. (2015). Geografi Bencana Alam. Jakarta: Rajawali Press

Ikhwan, M. (2016). Pemetaan Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Kehutanan 11(1). Diunduh di https://journal.unilak.ac.id/article/download

Nawawi, H. (2012). Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sukiyah, E. (2010). Sistem Informasi Geografis Konsep dan Aplikasinya dalam Analisis Geomorfologi Kunatitatif. Diunduh di https://docplayer.info/87853146-Sistem-informasi-geografis.html

Syaufina L. 2008. Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia. Malang: Bayumedia.

Rahman, A. (2019). Pengantar Kartografi dan Sistem Informasi Geografis (Teori dan Praktik). Diunduh di https: //www. Researchgate .net/ publication /331372726_Pengantar_Informasi_Sistim_Informasi_Geografis_Teori_dan_Praktik

Downloads

Published

2023-10-29

Issue

Section

Articles