COMPARATIVE STUDY ON THE IMPACT OF OBSERVING IMAGE-BASED ADMINISTRATIVE MAPS ON THE LEVEL OF SPATIAL THINKING UNDERSTANDING AMONG THE COMMUNITY
DOI:
https://doi.org/10.26418/gr.v2i1.75254Keywords:
Spatial Thinking, Administrative Map, Village Community, GeographyAbstract
This research aims to measure whether there are differences in the level of spatial thinking in villagers who have and have not observed the Image-Based Administrative Map of Rasau Jaya Tiga Village. This research uses a comparative method with a quantitative form of research. The population in this study was the Rasau Jaya Tiga village community, and the sample used consisted of 60 officials or officeholders in Rasau Jaya Tiga Village. The data source used was obtained directly through the results of the respondents questionnaire answers. The research results show that people who have ever observed a map have an average value of 126.7 or 79.2% of the total maximum score, while people who have never observed a map have an average value of 123.8 or 75.6%. The results of this research were processed using the Independent Sample T-Test, with the data processing results obtaining a significance value of 0.005 or smaller than the α value (0.005 < 0.05), which means that Ha is accepted. So, it can be concluded that there is a significant difference between the level of spatial thinking of people who observe image-based administrative maps and people who never observe image-based administrative maps in Rasau Jaya Tiga Village.
References
Association of American Geographers. 2008. "Introducing Spatial Thingking SKills Comparison Lesson Overview : Objective Thingking."
Ernawati. 2018. "Pengaruh Penggunaan Aplikasi Google Classroom Terhadap Kualitas Pembelajaran dari Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI MAN 1 Kota Tangerang." Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 15 (4)
Germsmehl, P.J, and C. A Germeshl. 2014. "spatial Thinking by young children: Neurologic evidence for early development and "educability"." Journal of Geography
Hertanto, Hendrik Boby. 2014. "Peran Peta Rawan Banjir dalam Peningkatan Kecerdasan Spasial Siswa." (Seminar Nasional Pendayagunaan Informasi Geospasial)
Hidayat, Anwar. 2014. Uji Independent Sample T-test. https://www.statistika.com/2014/04/ independent-t-test-dengan-spss.html.
Kurniawan, Nandi. 2022. "Kemampuan Berfikir Spasial Mahasiswa Mata Kuliah Ilmu Perpetaan di Prodi Pendidikan IPS." Jurnal Edukasi IPS Vol. 6. No. 2
Mahmud. 2011. Metode Penelitian Pendidikan . Bandung: Pustaka Setia
Mayes, C, D Meyer, and E Bumpas. 2016. "Exploring Career Options: Architecture, Ladscape Architecture and Exhibit Design." Imagin Vol.2 No. 4,: 1-5.
National Research Council. 2006. "Learning to Think Spatially : GIS as a Support System in K-12 Education." National Academies Press
Rizqi., Sulistriyani., & Christanto, L. M. H. 2023. Zonasi Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Mempawah. Georefrence : Jurnal kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi, 1(2). 67-76
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Downloads
Published
Issue
Section
License
- GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi menerima artikel dengan cakupan hasil penelitian dan kajian literatur (literature review) dalam bidang: 1) Pendidikan dan Pembelajaran Geografi; 2) Pengelolaan Lingkungan; 3) Kebencanaan; 4) Kependudukan; 5) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah; dan 6) Penerapan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh.
- Naskah diketik dengan program Ms. Word, huruf Garamond, font size 12, menggunakan kertas A4 dengan batas atas 2,44 cm, kiri 2 cm, kanan 2 cm, dan bawah 2 cm.
- Naskah dikirim (submit) secara online melalui OJS GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi di https://jurnal.untan.ac.id/index.php/georeference
- Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jarak antar baris 1 spasi. Tiap awal paragraf menjorok ke kanan sekitar 10 ketukan.
- Sistematika artikel hasil penelitian: Judul, Identitas Penulis (Nama, Afiliasi, dan Email), Abstrak disertai Kata Kunci, Pendahuluan, Metode Penelitian, Temuan dan Pembahasan, Simpulan, Rekomendasi, Ucapan Terima Kasih dan Reference.
- Judul Artikel tidak lebih dari 15 kata, diketik dengan huruf kapital di tengah-tengah (center), dengan ukuran huruf 14 pt, dan ditulis tebal (bold).
- Identitas penulis ditempatkan di bawah judul artikel, nama penulis ditulis tebal (bold) tanpa gelar akademik, disertai nama lembaga asal, dan dicantumkan juga email penulis.
- Abstrak dan kata kunci. Abstrak berisi: permasalahan, tujuan, metode, temuan dan simpulan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan format yang sama dengan bahasa Indonesia namun ditulis dengan cetak miring. Panjang masing-masing abstrak antara 150-200 kata dan kata kunci minimal 3 kata atau frasa, serta diketik dalam 1 spasi.
- Pendahuluan berisi latar belakang, tujuan penelitian, dan kajian pustaka. Semua bagian pada pendahuluan ini dipaparkan secara terintegrasi dan menggunakan aturan penomoran yang benar.
- Metode Penelitian berisi rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Temuan dan pembahasan berisi paparan temuan hasil penelitian disertai dengan pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Simpulan berisi simpulan penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian dan dibuat dalam bentuk paragraf.
- Penggunaan format in note dalam kutipan; dengan aturan (Nama belakang, tahun terbit), misal: (Moleong, 2010)
- Daftar Pustaka memuat referensi yang dirujuk dalam artikel dan diurutkan berdasarkan alfabet. Pustaka yang digunakan berupa pustaka 10 tahun terakhir. Jenis pustaka yang digunakan minimal 80% bersumber dari jurnal nasional maupun internasional. Sumber rujukan yang disitasi minimal bejumlah 15 rujukan. Penulisan daftar pustaka mengikuti aturan APA Style.
- Pengutipan, tabel, dan gambar mengikuti aturan APA Style.
- Menggunakan Reference Manager dalam mengelola referensi dan pengutipan seperti Mendeley, EndNote, dan lain-lain.
- Artikel ditulis mengikuti template penulisan artikel GEOREFERENCE
- Menghindari duplikasi, pabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
- Penulis melampirkan Surat Pernyataan Etika pada tahap ke-4 proses submit artikel.
- Segala sesuatu yang terkait dengan perizinan pengutipan atau yang lainnya yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis, termasuk konsekuensi hukum yang mungkin muncul karenya, adalah menjadi tanggung jawab penuh penulis.