RELATIONSHIP OF SELF-EFFICACY WITH LEARNING OUTCOMES IN CLASS XI GEOGRAPHY LEARNING SOCIAL SCIENCES STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 SUNGAI RAYA
DOI:
https://doi.org/10.26418/gr.v2i1.76864Keywords:
Self-Efficacy, Learning Outcomes, Geography Learning, EducationAbstract
Person self-efficacy plays a critical part in the learning process, when understudy self-efficiency is improved, students can attain their potential well in case understudy self-efficacy underpins it. The inquiry aims to clarify the relationship between self-efficacy and understudy learning results at SMAN 1 Sungai Raya Lesson XI IPS Geography. The strategy utilized is the expressive quantitative inquiry about connections and relationship studies. This ponder had a test of 107 understudies based on the Harryking Nomogram calculation. Investigate information collection strategies incorporating circuitous communication and documentation studies. The disobedient utilized in this inquiry were surveys and developmental esteem records for Lesson XI IPS Geography understudies at SMAN 1 Sungai Raya as numerous as as 81.28% are within the "great" category in Chapter 1 and 83% are within the "great" category in Chapter 2. In agreement with the facts of factual calculations based on the item minute relationship equation, the relationship between self-efficacy and understudy learning scores can be calculated. The result is rcount=0.643 compared to r table 0.195 at a critical blunder level of 5% in Chapter 1. Then, in Chapter 2 the comes about was r count 0.526 compared to r table 0.195 at a noteworthy mistake level of 5%. Based on the data, it can be concluded that there's a positive relationship between self-efficacy and understudy learning scores at SMAN 1 SungaiRaya in lesson XI IPS Geography.
References
Arikunto. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan. Rineka Cipta.
Burhan, N., D. (2017). Statistik Terapan: Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Gadjah Mada University Press.
Hairida. (2017). Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Self-efficacy Siswa Dalam Pembelajaran Kimia. 53–59.
Handayani, F., & Nurwidawati, D. (2013). Hubungan Self-efficacy Dengan Prestasi Belajar Siswa Akselerasi. 1.
Yuliana, W., & Winarso, W. (2019). Penilaian Self-efficacy dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Perspektif Gender. MaPan, 7(1), 41–60. https://doi.org/10.24252/mapan.2019v7n1a4
Laka, B. M., Burdam, J., & Kafiar, E. (2020). Role Of Parents In Improving Geography Learning Motivation In Immanuel Agung Samofa High School. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(2), 69–74. https://doi.org/10.47492/jip.v1i2.51
Marasabessy, R. (2020). Kajian Kemampuan Self-efficacy Matematis Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika. JARTIKA Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan, 3(2), 168–183. https://doi.org/10.36765/jartika.v3i2.17
Penerapan pendekatan metakognitif terhadap self-efficacy siswa.pdf. (n.d.).
Purwanto, N. (2017). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran (6th ed.). Remadja Karya.
Ras Muis, M., Nasution, M. I., Azhar, M. E., & Radiman. (2018). Pengaruh Kepemimpinan dan Self-efficacy Terhadap Kelelahan Emosional Serta Dampaknya Terhadap Kepuasan Kerja Dosen. 2.
Subaidi, A. (2016). Self-Efficacy Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika.
Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.
Yanisa, S. Y., Sujiarto, H., & Hakim, L. L. (2022). Analisis Kemampuan Literasi Matematis Peserta Didik SMP Berdasarkan Self-Efficacy melalui Strategi Brain Based Learning. 526–537. https://doi.org/10.35194/jp.v11i2.2500
Downloads
Published
Issue
Section
License
- GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi menerima artikel dengan cakupan hasil penelitian dan kajian literatur (literature review) dalam bidang: 1) Pendidikan dan Pembelajaran Geografi; 2) Pengelolaan Lingkungan; 3) Kebencanaan; 4) Kependudukan; 5) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah; dan 6) Penerapan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh.
- Naskah diketik dengan program Ms. Word, huruf Garamond, font size 12, menggunakan kertas A4 dengan batas atas 2,44 cm, kiri 2 cm, kanan 2 cm, dan bawah 2 cm.
- Naskah dikirim (submit) secara online melalui OJS GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi di https://jurnal.untan.ac.id/index.php/georeference
- Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jarak antar baris 1 spasi. Tiap awal paragraf menjorok ke kanan sekitar 10 ketukan.
- Sistematika artikel hasil penelitian: Judul, Identitas Penulis (Nama, Afiliasi, dan Email), Abstrak disertai Kata Kunci, Pendahuluan, Metode Penelitian, Temuan dan Pembahasan, Simpulan, Rekomendasi, Ucapan Terima Kasih dan Reference.
- Judul Artikel tidak lebih dari 15 kata, diketik dengan huruf kapital di tengah-tengah (center), dengan ukuran huruf 14 pt, dan ditulis tebal (bold).
- Identitas penulis ditempatkan di bawah judul artikel, nama penulis ditulis tebal (bold) tanpa gelar akademik, disertai nama lembaga asal, dan dicantumkan juga email penulis.
- Abstrak dan kata kunci. Abstrak berisi: permasalahan, tujuan, metode, temuan dan simpulan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan format yang sama dengan bahasa Indonesia namun ditulis dengan cetak miring. Panjang masing-masing abstrak antara 150-200 kata dan kata kunci minimal 3 kata atau frasa, serta diketik dalam 1 spasi.
- Pendahuluan berisi latar belakang, tujuan penelitian, dan kajian pustaka. Semua bagian pada pendahuluan ini dipaparkan secara terintegrasi dan menggunakan aturan penomoran yang benar.
- Metode Penelitian berisi rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Temuan dan pembahasan berisi paparan temuan hasil penelitian disertai dengan pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Simpulan berisi simpulan penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian dan dibuat dalam bentuk paragraf.
- Penggunaan format in note dalam kutipan; dengan aturan (Nama belakang, tahun terbit), misal: (Moleong, 2010)
- Daftar Pustaka memuat referensi yang dirujuk dalam artikel dan diurutkan berdasarkan alfabet. Pustaka yang digunakan berupa pustaka 10 tahun terakhir. Jenis pustaka yang digunakan minimal 80% bersumber dari jurnal nasional maupun internasional. Sumber rujukan yang disitasi minimal bejumlah 15 rujukan. Penulisan daftar pustaka mengikuti aturan APA Style.
- Pengutipan, tabel, dan gambar mengikuti aturan APA Style.
- Menggunakan Reference Manager dalam mengelola referensi dan pengutipan seperti Mendeley, EndNote, dan lain-lain.
- Artikel ditulis mengikuti template penulisan artikel GEOREFERENCE
- Menghindari duplikasi, pabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
- Penulis melampirkan Surat Pernyataan Etika pada tahap ke-4 proses submit artikel.
- Segala sesuatu yang terkait dengan perizinan pengutipan atau yang lainnya yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis, termasuk konsekuensi hukum yang mungkin muncul karenya, adalah menjadi tanggung jawab penuh penulis.