EVALUATION OF WATERFRONT CITY TOURISM DEVELOPMENT DIRECTION AT TAMAN TERAS PARIT NANAS, NORTH PONTIANAK DISTRICT BASED ON THE 3A CONCEPT
DOI:
https://doi.org/10.26418/gr.v3i1.85750Keywords:
Waterfront city, Existing Conditions, Concept 3A, TourismAbstract
Waterfront City Taman Teras Parit Nanas is a tourism destination located along the banks of the Landak River. It was developed as part of an urban planning initiative and creative economic development strategy, focusing on the revitalization of riverbanks and surrounding residential areas. The purpose of this study is to analyze the application of the 3A tourism concept, which includes attractions, accessibility, and amenities. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through direct observation at the site, interviews with both managers and visitors, literature review of relevant regulations and legislation that support the development of the waterfront city, and GPS-based documentation to map elements related to the 3A tourism components. The findings reveal several critical issues, particularly in the suboptimal management of available facilities. Addressing these challenges requires effective collaboration among visitors, site managers, and the local community to enhance and realize the full tourism potential of Taman Teras Parit Nanas.References
Arjana, G.B. (2015). Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jakarta: PT Raja Grafindo
Boniface, B. & Cooper, C. (2005). Worldwide Destinations: The Geography of Trevel and Tourism. Oxford : Elsevier Butterworth-Heinemann.
Heru, P. (2012). Diktat Kuliah Geografi Pariwisata. Yogyakarta : Universitas Negri Yogyakarta.
Ilham, S. & Edriana, P. (2019). Pengaruh Komponen Destinasi Wisata (4A) terhadap Kepuasan Pengunjung Pantai Gemah Tulungagung. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol 72 No.1. Hal. 157- 167
Maryani, E. (2019). Geografi Pariwisata. Yogyakarta : Penerbit Ombak
Nur Asrianti, dkk. (2019). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Pontianak : Falkutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura
Persada Amanda, F., & Akliyah, L. S. (2022). Analisis Kondisi Kelayakan Wisata Oray Tapa berdasarkan Komponen Pariwisata. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah Dan Kota, 15-20.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Penerbit Alfabeta.
Yusuf, A. Muri. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenada Media Group.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
- GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi menerima artikel dengan cakupan hasil penelitian dan kajian literatur (literature review) dalam bidang: 1) Pendidikan dan Pembelajaran Geografi; 2) Pengelolaan Lingkungan; 3) Kebencanaan; 4) Kependudukan; 5) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah; dan 6) Penerapan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh.
- Naskah diketik dengan program Ms. Word, huruf Garamond, font size 12, menggunakan kertas A4 dengan batas atas 2,44 cm, kiri 2 cm, kanan 2 cm, dan bawah 2 cm.
- Naskah dikirim (submit) secara online melalui OJS GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi di https://jurnal.untan.ac.id/index.php/georeference
- Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jarak antar baris 1 spasi. Tiap awal paragraf menjorok ke kanan sekitar 10 ketukan.
- Sistematika artikel hasil penelitian: Judul, Identitas Penulis (Nama, Afiliasi, dan Email), Abstrak disertai Kata Kunci, Pendahuluan, Metode Penelitian, Temuan dan Pembahasan, Simpulan, Rekomendasi, Ucapan Terima Kasih dan Reference.
- Judul Artikel tidak lebih dari 15 kata, diketik dengan huruf kapital di tengah-tengah (center), dengan ukuran huruf 14 pt, dan ditulis tebal (bold).
- Identitas penulis ditempatkan di bawah judul artikel, nama penulis ditulis tebal (bold) tanpa gelar akademik, disertai nama lembaga asal, dan dicantumkan juga email penulis.
- Abstrak dan kata kunci. Abstrak berisi: permasalahan, tujuan, metode, temuan dan simpulan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan format yang sama dengan bahasa Indonesia namun ditulis dengan cetak miring. Panjang masing-masing abstrak antara 150-200 kata dan kata kunci minimal 3 kata atau frasa, serta diketik dalam 1 spasi.
- Pendahuluan berisi latar belakang, tujuan penelitian, dan kajian pustaka. Semua bagian pada pendahuluan ini dipaparkan secara terintegrasi dan menggunakan aturan penomoran yang benar.
- Metode Penelitian berisi rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Temuan dan pembahasan berisi paparan temuan hasil penelitian disertai dengan pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Simpulan berisi simpulan penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian dan dibuat dalam bentuk paragraf.
- Penggunaan format in note dalam kutipan; dengan aturan (Nama belakang, tahun terbit), misal: (Moleong, 2010)
- Daftar Pustaka memuat referensi yang dirujuk dalam artikel dan diurutkan berdasarkan alfabet. Pustaka yang digunakan berupa pustaka 10 tahun terakhir. Jenis pustaka yang digunakan minimal 80% bersumber dari jurnal nasional maupun internasional. Sumber rujukan yang disitasi minimal bejumlah 15 rujukan. Penulisan daftar pustaka mengikuti aturan APA Style.
- Pengutipan, tabel, dan gambar mengikuti aturan APA Style.
- Menggunakan Reference Manager dalam mengelola referensi dan pengutipan seperti Mendeley, EndNote, dan lain-lain.
- Artikel ditulis mengikuti template penulisan artikel GEOREFERENCE
- Menghindari duplikasi, pabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
- Penulis melampirkan Surat Pernyataan Etika pada tahap ke-4 proses submit artikel.
- Segala sesuatu yang terkait dengan perizinan pengutipan atau yang lainnya yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis, termasuk konsekuensi hukum yang mungkin muncul karenya, adalah menjadi tanggung jawab penuh penulis.