THE UTILIZATION OF RICE PADDY MAPPING TECHNOLOGY AS A FOUNDATION FOR SUSTAINABLE FOOD AGRICULTURE PLANNING

Authors

  • Janu Hidayat Saputra Universitas Tanjungpura
  • Nur Meily Adlika Universitas Tanjungpura
  • Ludovicus Manditya Hari Christanto Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/gr.v3i1.86357

Keywords:

Land, Paddy Fields, Sustainable Food, Agriculture

Abstract

Increasing demand for land is driving up the rate of agricultural land conversion. This may threaten the availability of paddy fields and thus food availability and security. This research aims to map the distribution of paddy fields to be planned as Sustainable Food Agricultural Land in Sengah Temila District, Landak Regency. In this research, the survey method was used with the population being all paddy field land use in Sengah Temila Sub-district with a total sample size of 100 land samples. The results showed that the total area of existing paddy fields in Sengah Temila Sub-district in 2024 based on Landak District Paddy Field was 5,040.69 ha. Through the agricultural information obtained using ground check technique and then processed using map overlay technique to obtain LP2B plan map, the existing paddy field area in Sengah Temila sub-district is 5,225.10 ha. The overlay results show that the land that can be planned as sustainable food agriculture land in Sengah Temila sub-district is 5,069.22 ha spread over each village. The LP2B plan in Sengah Temila Sub-district in this study is expected to be able to reduce the conversion rate of rice fields in order to achieve food security and sovereignty.

References

Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). (2019). Keputusan Menteri ATR/Kepala BPN No. 686 Tahun 2019 tentang Penetapan Luas Lahan Baku Sawah Nasional Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Andhytya, Melulosa. (2009). Kajian Pemetaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Purworejo. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Badan Informasi Geospasial (BIG). (2014). Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar. Jakarta: Badan Informasi Geospasial Republik.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2020). Luas Panen dan Produksi Padi di Kalimantan Barat 2020. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Ringkasan Eksekutif Luas Panen dan Produksi Padi di Kalimantan Barat 2022. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

Bramasta, D., & Nirwansyah, A. W. (2018). Membangun Kemampuan Spasial Lewat Pelatihan Pemetaan Digital Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk aparatur desa. JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), 2(1), 73-78.

Kementerian Pertanian. (2012). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pedoman Teknis Kriteria dan Persyaratan Kawasan, Lahan, dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Muryono, S., Utami, W., Hadi, A. H., & Sugiharto, S. (2020). Analisis Spasial Kesesuaian Antara Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Terhadap Penggunaan Tanah Saat Ini Dan Rencana Tata Ruang Wilayah (Studi Di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah). Diakses melalui https://repository.stpn.ac.id

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2012 tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta

Downloads

Additional Files

Published

2025-05-28

Issue

Section

Articles