Analisis Konsep 3A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas) Terhadap Objek Wisata Buatan Saung Nila di Kawasan Gunung Ambawang
DOI:
https://doi.org/10.26418/gr.v3i2.99025Keywords:
Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, Pariwisata Buatan, Wisata Saung NilaAbstract
Pariwisata merupakan sektor penting yang mampu meningkatkan perekonomian nasional maupun daerah, termasuk di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Salah satu destinasi wisata buatan yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah Wisata Saung Nila yang terletak di Dusun Gunung Ambawang, Desa Sungai Deras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting pariwisata Saung Nila berdasarkan aspek atraksi, amenitas, dan aksesibilitas (3A). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan dukungan dari data sekunder dari lembaga yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saung Nila memiliki beragam atraksi seperti kolam renang dengan sumber mata air alami, kolam ikan nila, spot foto, karaoke, serta pemandangan alam yang asri. Dari segi amenitas, fasilitas umum seperti parkir, mushola, warung, dan saung sudah tersedia meskipun masih diperlukan tambahan, terutama toilet dan akomodasi. Sementara itu, aksesibilitas menjadi kendala utama, terutama kondisi jalan yang rusak saat musim hujan serta kurangnya papan penunjuk arah yang jelas. Dengan pengelolaan yang baik, penambahan fasilitas, perbaikan akses jalan, serta dukungan dari pengelola, pemerintah daerah, dan pemerintah desa, Wisata Saung Nila berpotensi berkembang menjadi destinasi unggulan yang dapat menarik wisatawan dan meningkatkan ekonomi lokal.
References
Abidin, S. (2021). Pengembangan wisata pantai mj aruk parak sebagai objek wisata di kecamatan tangaran kabupaten sambas. [Skripsi]. Diperoleh dari TANJUNGPURA.
Adhi, Kusumastuti dan Khoiro, A, M. Metode Penelitian Kualitatif, Semarang: Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP), 2019. hlm. 9
Anugrah, R. A., Hutalagung, S. B., & Sinurat, T. (2024). Analisis konsep 3A dalam mengembangkan pariwisata di Desa Denai Lama. Hospitality and Gastronomy Research Journal, 6(2), 1-13. https://jurnal.politeknikbosowa.ac.id/index.php/ HOME/article/view /550
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kubu Raya. (26 September 2024).
Kecamatan Teluk Pakedai Dalam Angka 2024. Diakses pada 8 Januari 2025, dari https://kuburayakab.bps.go.id/i d/publication/2024/09/26/dd53 2613 9624f6fd2ae19a50/teluk pakedai-district-in-figures 2024.html
Kementrian Pariwisata, (2009). Undang Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan dalam pasal 1
Kurniawan, Fransiskus. (2023). “pengembangan wisata di kaki bukit kelam- kecamatan kelam permai (keling kumang agrowisata)”. [Skripsi]. Diperoleh dari UPT. Perpustakaan Universitas Tanjungpura.
Nugraha, R. N., & Hardika, P. (2023). Analisis Konsep 3a Dalam Pengembangan Wisata Kota Tua. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(10). https://doi.org/10.5281/zenodo.7988581
Shita, G. (2020). Mengenal Konsep 3A dalam Pengembangan Pariwisata. Url: https://www. handalselaras. konsep-3a-dalam-pengembangan-pariwisata.
Suwena, I Ketut. (2010). Format Pariwisata Masa Depan dalam Pariwisata Berkelanjutan dalam Pusaran Krisis Global. Denpasar: Udayana University Press.
Wijayanti, R., Pratiwi, K. I., & Prawoto, E. (2023). Pengaruh Faktor Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi, Dan Promosi Terhadap Kepuasan Wisatawan. Jamasy: Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Perbankan Syariah, 3(5), 104-116.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
- GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pembelajaran Geografi menerima artikel dengan cakupan hasil penelitian dan kajian literatur (literature review) dalam bidang: 1) Pendidikan dan Pembelajaran Geografi; 2) Pengelolaan Lingkungan; 3) Kebencanaan; 4) Kependudukan; 5) Perencanaan dan Pengembangan Wilayah; dan 6) Penerapan Sistem Informasi Geografi dan Penginderaan Jauh.
- Naskah diketik dengan program Ms. Word, huruf Garamond, font size 12, menggunakan kertas A4 dengan batas atas 2,44 cm, kiri 2 cm, kanan 2 cm, dan bawah 2 cm.
- Naskah dikirim (submit) secara online melalui OJS GEOREFERENCE: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi di https://jurnal.untan.ac.id/index.php/georeference
- Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jarak antar baris 1 spasi. Tiap awal paragraf menjorok ke kanan sekitar 10 ketukan.
- Sistematika artikel hasil penelitian: Judul, Identitas Penulis (Nama, Afiliasi, dan Email), Abstrak disertai Kata Kunci, Pendahuluan, Metode Penelitian, Temuan dan Pembahasan, Simpulan, Rekomendasi, Ucapan Terima Kasih dan Reference.
- Judul Artikel tidak lebih dari 15 kata, diketik dengan huruf kapital di tengah-tengah (center), dengan ukuran huruf 14 pt, dan ditulis tebal (bold).
- Identitas penulis ditempatkan di bawah judul artikel, nama penulis ditulis tebal (bold) tanpa gelar akademik, disertai nama lembaga asal, dan dicantumkan juga email penulis.
- Abstrak dan kata kunci. Abstrak berisi: permasalahan, tujuan, metode, temuan dan simpulan. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Untuk abstrak berbahasa Inggris ditulis dengan format yang sama dengan bahasa Indonesia namun ditulis dengan cetak miring. Panjang masing-masing abstrak antara 150-200 kata dan kata kunci minimal 3 kata atau frasa, serta diketik dalam 1 spasi.
- Pendahuluan berisi latar belakang, tujuan penelitian, dan kajian pustaka. Semua bagian pada pendahuluan ini dipaparkan secara terintegrasi dan menggunakan aturan penomoran yang benar.
- Metode Penelitian berisi rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Temuan dan pembahasan berisi paparan temuan hasil penelitian disertai dengan pembahasan mengenai hasil penelitian tersebut. Semua bagian ini dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf.
- Simpulan berisi simpulan penelitian dalam menjawab pertanyaan penelitian dan dibuat dalam bentuk paragraf.
- Penggunaan format in note dalam kutipan; dengan aturan (Nama belakang, tahun terbit), misal: (Moleong, 2010)
- Daftar Pustaka memuat referensi yang dirujuk dalam artikel dan diurutkan berdasarkan alfabet. Pustaka yang digunakan berupa pustaka 10 tahun terakhir. Jenis pustaka yang digunakan minimal 80% bersumber dari jurnal nasional maupun internasional. Sumber rujukan yang disitasi minimal bejumlah 15 rujukan. Penulisan daftar pustaka mengikuti aturan APA Style.
- Pengutipan, tabel, dan gambar mengikuti aturan APA Style.
- Menggunakan Reference Manager dalam mengelola referensi dan pengutipan seperti Mendeley, EndNote, dan lain-lain.
- Artikel ditulis mengikuti template penulisan artikel GEOREFERENCE
- Menghindari duplikasi, pabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme.
- Penulis melampirkan Surat Pernyataan Etika pada tahap ke-4 proses submit artikel.
- Segala sesuatu yang terkait dengan perizinan pengutipan atau yang lainnya yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis, termasuk konsekuensi hukum yang mungkin muncul karenya, adalah menjadi tanggung jawab penuh penulis.