PERANCANGAN JARINGAN FTTH DENGAN TEKNOLOGI GPON MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DAN OPTISYSTEM
DOI:
https://doi.org/10.26418/j3eit.v8i2.43357Abstract
Dalam membangun atau merancang infrastruktur jaringan akses FTTH pada kawasan yang akan dibangun diperlukan sebuah metode yang matang untuk menghindari sewaktu-waktu terjadinya perubahan desain ataupun jalur fiber optik yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pelanggan, apabila perancangan jaringan didesain sesuai permintaan calon pelanggan mengakibatkan jalur awal yang telah ditentukan akan berubah dan pembangunan infrastruktur akan diulangi sehingga mengakibatkan investasi ulang untuk proyek di kawasan tersebut. Agar jaringan FTTH terhindar dari perubahan jalur dan pembangunan ulang yang disebabkan meningkatnya jumlah pelanggan maka diperlukan optimalisai pada jaringan tersebut. Dilakukan perancangan dengan 4 alternatif dan setiap alternatif tersebut melewati proses perancangan menggunakan algoritma genetika dan proses perhitungan optisystem. Semua alternatif yang melalui proses perhitungan hanya alternatif 4 dikategorikan layak karena memenuhi syarat perhitungan optimalisasi dari jarak rute nya. Altenatif 4 unggul karena lebih dekat, dari proses mencari rute terpendek menggunakan Algoritma Genetika di dapat rute paling pendek dari Perangkat STO ke ODP terjauh yaitu 9,506 Km dan ditambah dengan panjang kabel dari ODP ke ONT sepanjang 0,350 Km menjadi 9,856 Km. Setelah didapat rute terpendek dilakukan perhitungan Power Link Budget dengan menghitung redaman total Downlink sebesar 22,840 dBm, Sensitivitas Penerima sebesar -29,840 dBm dan Margin sebesar 1,160 dBm, dikatakan layak karena nilai margin lebih besar dari 0. Sedangkan hasil perhitungan redaman total uplink sebesar 23,530 dBm, Sensitivitas Penerima sebesar -20,530 dBm dan Margin sebesar 0,470 dB, dikatakan layak karena nilai margin lebih besar dari 0. Selanjutnya menghitung Rise time budget dengan Bit Rate Downlink yang digunakan 2,4 Gbps didapat hasilnya 0,25237 ns, dikatakan layak karena tidak melebihi nilai standar 0,2917ns dan Bit Rate Uplink yang digunakan 1,2 Gbps didapat hasilnya 0,28386 ns, dikatakan layak karena tidak melebihi nilai standar 0,5833 ns Setelah itu dilanjutkan dengan menghitung Bit Eror Rate menggunakan Optisystem di dapatlah hasil untuk Downlink Max. Q Factor 7,554 Min BER 2,058 x 10-14, dikatakan layak karena diatas nilai standar Max Q Factor yaitu 6 dan untuk Uplink Max. Q Factor 6,248 Min BER 2,057 x 10-10, dikatakan layak karena diatas nilai standar Max Q Factor yaitu 6.Downloads
Published
2020-11-26
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright of the published articles will be transferred to the journal as the publisher of the manuscripts. Therefore, the author confirms that the copyright has been managed by the publisher.
- Publisher of J3EIT is Universitas Tanjungpura.
- The copyright follows Creative Commons Attribution"“ShareAlike License (CC BY SA): This license allows to Share "” copy and redistribute the material in any medium or format, Adapt "” remix, transform, and build upon the material, for any purpose, even commercially.
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology by Universitas Tanjungpura is licensed under CC BY-SA 4.0
