STUDI HUBUNG SINGKAT DENGAN INTERKONEKSI DISTRIBUTED GENERATION PADA JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV PT PLN UP3 PONTIANAK

Authors

  • Aldi Firmansyah
  • Junaidi -
  • Zainal Abidin

DOI:

https://doi.org/10.26418/j3eit.v10i2.57132

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemasangan Distributed Generation (DG) terhadap gangguan arus hubung singkat tiga fasa dan satu fasa ke tanah pada Jaringan Tegangan Menengah. Penelitian dilakukan menggunakan studi aliran daya dengan metode Newton-Raphson. Penentuan peletakan DG menggunakan metode Voltage Stability Index (VSI). Penelitian dilakukan pada Penyulang Raya 10 dengan 2 skenario pemasangan DG yaitu pemasangan 1 DG dan 2 DG. Pada pemasangan 1 DG berkapasitas 2,4 MW pada bus 93 dan skenario pemasangan 2 DG masing-masing berkapasitas 1,2 MW pada bus 71 dan 93. Nilai total arus hubung singkat tiga fasa tanpa DG sebesar 216,67 kA, 1 DG sebesar 241,043 kA, dan 2 DG sebesar 241,451 kA. Untuk nilai total arus hubung singkat satu fasa ke tanah tanpa DG sebesar 118,979 kA, 1 DG sebesar 162,928 kA, dan 2 DG sebesar 174,808 kA. Pada saat tanpa DG arus hubung singkat tiga fasa di bus 93 sebesar 1,358 kA, ketika DG berkapasitas 1,2 MW di bus 93 sebesar 1,626 kA, dan ketika DG berkapasitas 2,4 MW di bus 93 sebesar 1,758 kA. Pada saat tanpa DG arus hubung singkat satu fasa ke tanah di bus 93 sebesar 0,613 kA, ketika DG berkapasitas 1,2 MW di bus 93 sebesar 1,359 kA, dan ketika DG berkapasitas 2,4 MW di bus 93 sebesar 1,655 kA. Berdasarkan dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa semakin banyak DG yang terpasang pada sistem maka semakin besar pula arus hubung singkat pada sistem dan semakin besar kapasitas DG yang ditambahkan, maka semakin besar pula arus hubung singkatnya

Downloads

Published

2022-08-12

Issue

Section

Articles