ANALISIS PENGARUH OVERHAUL TERHADAP EFISIENSI TERMAL PLTU BENGKAYANG 2 × 50 MW

Authors

  • Minanda Arfiansyah
  • Yandri -
  • Ayong Hiendro

DOI:

https://doi.org/10.26418/j3eit.v11i1.64489

Abstract

PLTU bekerja dengan memanfaatkan energi uap panas bertekanan tinggi yang berasal dari perubahan fase air dari hasil pembakaran bahan bakar batu bara, karena itu penggunaan bahan bakar batu bara menjadi peran yang sangat penting karena perubahan beban dapat mengakibatkan perubahan kuantitas bahan bakar. Performansi unit dapat ditingkatkan dengan melakukan overhaul untuk mengembalikan heat rate unit ke pencapaian terbaik sehingga efisiensi meningkat dan konsumsi bahan bakar menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung pengaruh perubahan beban terhadap SFC, heat rate, dan efisiensi termal sebelum dan sesudah overhaul dan bagaimana pengaruh overhaul terhadap efisiensi termal PLTU. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif, dengan melakukan perhitungan data-data performance test dan operasional pembangkit pada PLTU Bengkayang. Berdasarkan data performance test nilai SFC bruto dan netto sebelum overhaul adalah    0,88 kg/kWh dan 0,99 kg/kWh, nilai SFC bruto dan netto setelah overhaul adalah 0,86 kg/kWh dan 0,97 kg/kWh. Kemudian nilai heat rate bruto dan netto sebelum overhaul adalah 3.015,85 kkal/kWh dan            3.411,37 kkal/kWh, heat rate bruto dan netto setelah overhaul adalah 2.858,49 kkal/kWh dan                                3.206,36 kkal/kWh. Dan nilai efisiensi termal bruto dan netto sebelum overhaul adalah 28,5% dan 25,2%, efisiensi termal bruto dan netto setelah overhaul adalah 30,1% dan 26,82%. Berdasarkan data operasional pembangkit nilai SFC bruto dan netto sebelum overhaul adalah 1,02 kg/kWh dan                1,30 kg/kWh, nilai SFC bruto dan netto setelah overhaul adalah 0,82 kg/kWh dan 0,94 kg/kWh. Kemudian nilai heat rate bruto dan netto sebelum overhaul adalah 4.072,23 kkal/kWh dan            5.153,09 kkal/kWh, nilai heat rate bruto dan netto setelah overhaul adalah 3.358,60 kkal/kWh dan 3.860,03 kkal/kWh. Dan nilai efisiensi termal bruto dan netto sebelum overhaul adalah 21,11% dan 16,69%, efisiensi termal bruto dan netto setelah overhaul adalah 25,60% dan 22,28%. Berdasarkan data performance test nilai SFC dan heat rate mengalami penurunan setelah overhaul dan nilai efisiensi termal mengalami peningkatan. Semakin besar beban maka nilai SFC dan heat rate akan semakin kecil tetapi efisiensi termal semakin tinggi dan sebaliknya..

 

Downloads

Published

2023-05-02

Issue

Section

Articles