PENERAPAN PEWARNAAN GRAF PADA PENEMPATAN BAHAN KIMIA MUDAH MENYALA Studi Kasus: Laboratorium Kimia FMIPA UNTAN

Authors

  • Risa Damayanti Universitas Tanjungpura
  • Yundari Yundari Universitas Tanjungpura
  • Meliana Pasaribu Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/bbimst.v10i3.47436

Abstract

Laboratorium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura (UNTAN) memiliki bahan kimia mudah menyala. Bahan tersebut memerlukan pengaturan penyimpanan yang tepat untuk meminimalisir kecelakaan kerja di Laboratorium. Bahan kimia mudah menyala yang tersedia di Laboratorium Kimia FMIPA UNTAN berjumlah 17 bahan yang terdiri dari Asetonitril, Etanol, Metanol, Ether, Acetic Anhydrida, Tert-Butanol, Ethyl Asetat, Butanol, Aseton, Cycloheksan, Petroleum Benzen, Pyridin, Asetaldehydrad, 2 Propanol, 1 Propanol, Benzen, dan Benzol. Teori pewarnaan graf (graph colouring) dapat digunakan dalam pengaturan penyimpanan bahan kimia mudah menyala. Salah satu algoritma yang dapat digunakan yaitu algoritma Welch-Powell. Algoritma ini digunakan untuk mengetahui bilangan kromatik dari suatu graf. Bilangan kromatik akan menentukan jumlah minimum lemari pada penyimpanan bahan kimia mudah menyala. Berdasarkan hasil penelitian, bahan kimia mudah menyala di Laboratorium Kimia FMIPA UNTAN dapat dikonstruksikan ke dalam bentuk graf bipartit dengan bilangan kromatik yang diperoleh yaitu dua. Oleh karena itu jumlah minimum lemari penyimpanan yang diperlukan di Laboratorium Kimia FMIPA UNTAN yaitu dua lemari.

 

Kata Kunci: Bilangan kromatik, kecelakaan kerja, graf.

Downloads

Published

2021-07-20