PERBANDINGAN SISTEM DIRECT-ADMINESTERED MUNICIPALITY DI TIONGKOK DAN SISTEM DESENTRALISASI DI INDONESIA TERHADAP PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI INDONESIA
Abstract
Abstract This research discusses the comparison between the direct-administered municipality system in China and the decentralization system in Indonesia in relation to the implementation of regional autonomy. The purpose of this study is to understand the characteristics of local governance systems in both countries, analyze the relevance and implications of the direct-administered municipality model if conceptually applied in Indonesia, and assess its impact on governance, legal, and political structures. The research employs a normative legal method using a comparative law approach. Data were obtained through literature studies on legislation, official documents, and academic sources related to local government systems in Indonesia and China. The results of the study show that China adopts a highly centralized unitary state system in which four major cities Beijing, Shanghai, Tianjin, and Chongqing have the status of direct-administered municipalities and are placed directly under the authority of the central government. Meanwhile, Indonesia implements broad decentralization through the delegation of authority to provinces, regencies, and cities based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia and Law No. 23 of 2014 on Regional Government. Conceptually, the adoption of a direct-administered municipality system in Indonesia could enhance bureaucratic efficiency and accelerate development in strategic national areas such as Jakarta or the new capital city, Nusantara. However, constitutionally and politically, such a system may reduce regional autonomy, weaken public participation, and potentially create interregional inequality. Therefore, its implementation should be limited and regulated strictly by law to ensure alignment with the democratic and decentralized principles that characterize Indonesia’s regional government system. Keywords: Direct-Administered Municipality; Decentralization; Regional Autonomy; China; Indonesia. Abstrak Penelitian ini membahas perbandingan antara sistem direct-administered municipality di Tiongkok dengan sistem desentralisasi di Indonesia terhadap pelaksanaan otonomi daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami karakteristik sistem pemerintahan daerah di kedua negara, menganalisis relevansi dan implikasi sistem direct-administered municipality jika diterapkan di Indonesia, serta menilai dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan, hukum, dan politik nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan komparatif hukum. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan literatur akademik terkait sistem pemerintahan daerah di Indonesia dan Tiongkok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tiongkok menganut sistem negara kesatuan yang bersifat sangat sentralistik, di mana empat kota utama (Beijing, Shanghai, Tianjin, dan Chongqing) berstatus direct-administered municipality dan berada langsung di bawah kendali pemerintah pusat. Sedangkan Indonesia menerapkan desentralisasi luas melalui pelimpahan kewenangan kepada provinsi, kabupaten, dan kota berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 dan UU No. 23 Tahun 2014. Secara konseptual, penerapan sistem direct-administered municipality di Indonesia dapat meningkatkan efektivitas birokrasi dan efisiensi pembangunan di wilayah strategis nasional seperti Jakarta atau Ibu Kota Nusantara. Namun, secara konstitusional dan politis, sistem tersebut dapat mengurangi otonomi daerah, melemahkan partisipasi publik, dan berpotensi menimbulkan ketimpangan antardaerah. Oleh karena itu, penerapan model tersebut hanya dapat dilakukan secara terbatas dengan pengaturan hukum yang ketat, agar tetap sejalan dengan prinsip demokrasi dan desentralisasi yang menjadi ciri khas pemerintahan daerah di Indonesia. Kata Kunci: Direct-Administered Municipality; Desentralisasi; Otonomi Daerah; Tiongkok; Indonesia.References
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
M. Solly Lubis, Pergeseran Garis Politik Dan Perundang-Undangan Mengenai Pemerintah Daerah(Bandung: Alumni, 1983),hal 8.
Armia, Muhammad Siddiq. (2022). Penentuan Metode & Pendekatan Penelitian Hukum. Banda Aceh: Lembaga Kajian Konstitusi Indonesia.
Asshiddiqie, Jimly. (2021). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indoneisa. Sinar Grafika.
Asshiddiqie, Jimly. (2010). Hukum Acara Tata Negara. Sinar Grafika.
Asshiddiqie, Jimly. (2006). Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi. Jakarta: Konstitusi Press.
Chung, Jae Ho. (2012). China's Local Administration: Traditions and Changes in the Sub-National Hierarchy (pp. 85–128). Routledge.
Chung, J. H. (2012). Central control and local discretion in China: Leadership and implementation during post-Mao decollectivization. Oxford: Oxford University Press.
Donaldson, J. A. (2016). Introduction: Understanding central-local relations in China. In Assessing the Balance of Power in Central-Local Relations in China. Routledge.
Donaldson, J. A. (2016). Small works: Poverty and economic development in southwestern China. Ithaca, NY: Cornell University Press.
Dreyer, June Teufel. (2018). China's Political System: Modernization and Tradition (Edisi ke-10). Routledge.
Friedrich, C. J. (1968). Constitutional Government and Democracy: Theory and Practice in Europe and America. Ginn and Company.
Glenn, J. (2005). China’s political system: Modernization and tradition. New York: Routledge.
Huda, N. (2015). Otonomi Daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yogyakarta: FH UII Press.
Huda, N. (2010). Otonomi Daerah: Filosofi, Sejarah, dan Perkembangannya. Yogyakarta: UII Press.
Huda, N. (2009). Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Isjwara, Fred. (2008). Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti.
Landry, Pierre F. (2008). Decentralized Authoritarianism in China: The Communist Party's Control of Local Elites in the Post-Mao Era. Cambridge University Press.
Manan, Bagir. (2005). Otonomi Daerah: Konsep Dasar dan Implementasinya di Indonesia. Bandung: Alumni.
Manan, B. (2005). Menyoal otonomi daerah. Yogyakarta: Pusat Studi Hukum (PSH) Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Reimann, M., & Zimmermann, M. (Eds.). (2019). The Oxford Handbook of Comparative Law. Oxford University Press.
Ridwan, H. R. (2011). Hukum Administrasi Negara. Jakarta: Rajawali Pers.
Rondinelli, Dennis A., Nellis, John R., & Cheema, G. Shabbir. (1983). Decentralization in Developing Countries: A Review of Recent Experience. World Bank Staff Working Paper No. 581.
Rondinelli, D. A. (1983). Development projects as policy experiments: An adaptive approach to development administration. London: Methuen
Saragih, H. (2015). Desentralisasi dan Otonomi Daerah di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Saragih, B. (2010). Otonomi Daerah dalam Negara Kesatuan. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Smith, B. C. (1985). Decentralization: The Territorial Dimension of the State (1st ed.). Routledge.
Soekanto, Soerjono. (2010). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI-Press.
Soekanto, Soerjono, & Mamudji, Sri. (2006). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Press.
Sri Mamudji. (2005). Metode Penelitian dan Penulisan Hukum. Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Strong, C. F. (1963). Modern Political Constitutions: An Introduction to the Comparison of States (Edisi ke-8). London: Sidgwick & Jackson.
Wheare, K. C. (1964). Federal Government (Edisi ke-4). Oxford University Press
Wijayanti, A. (2016). Hukum pemerintahan daerah di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers
Zhang, W. (2010). The government and politics of China. Beijing: Foreign Language Press
Zweigert, Konrad, & Kötz, Hein. (1998). An Introduction to Comparative Law (3rd ed.). Oxford University Press.
ARTIKEL JURNAL
Arifin, F. (2024). Distribusi kewenangan pusat dan daerah dalam bingkai otonomi daerah di Indonesia. Justicia Sains: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 34–46.
Glenn, H. P. (2005). Legal traditions of the world: Sustainable diversity in law. The American Journal of Comparative Law, 53(1), 1–34.
Li, X. (2016). The structure of central-local relations in China’s unitary state. Journal of Chinese Political Science, 21(2), 120–140.
Oates, W. E. (1999). An Essay on Fiscal Federalism. Journal of Economic Literature, 37(3), 1120-1149.
Rohim, A. (2024). Dampak kebijakan otonomi daerah terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. PATTIMURA Legal Journal, 3(3), 178–191.
Rondinelli, D. A. (1981). Government Decentralization in Comparative Perspective: Theory and Practice in Developing Countries. International Review of Administrative Sciences, 47(2), 133-145.
Simandjuntak, R. (2015). Sistem desentralisasi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia perspektif yuridis konstitusional. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah, 7(1), 57–67.
Wijayanti, S. N. (2016). Hubungan antara pusat dan daerah dalam negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Jurnal Media Hukum, 23(2), 186–199.
KARYA TULIS
Aziz, A. H. F. (2024). Pembatasan Masa Jabatan Presiden (Analisis Perbandingan Hukum Republik Indonesia Dengan Republik Rakyat Tiongkok) (Doctoral dissertation, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan).
Huda, N. M. (2016). Pengaturan Otonomi Daerah Pasca Reformasi (Studi Terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, Dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah).
DOKUMEN HUKUM
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Konstitusi Republik Rakyat Tiongkok Tahun 1982 (Constitution of the People’s Republic of China, 1982).
INTERNET
Tempo.co. (2024, Januari 23). RUU DKJ: Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota, Akan Jadi Daerah Khusus. https://www.tempo.co/politik/riwayat-jakarta-dari-berstatus-ibu-kota-negara-dki-jakarta-kemudian-hanya-daerah-khusus-jakarta-64913 diakses pada 19 Oktober 2025