IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MATA UANG RUPIAH DALAM TRANSAKSI PERDAGANGAN DI DESA TEMAJUK KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS
Abstract
Abstract This study aims to analyze the implementation of Article 21 paragraph (1) letter a of Law Number 7 of 2011 concerning Currency, as well as the factors influencing the use of foreign currency in trade transactions in Temajuk Village, Paloh District, Sambas Regency. The geographical condition of Temajuk Village, which directly borders Malaysia, encourages the practice of using two currencies, namely the Indonesian Rupiah and the Malaysian Ringgit. This research employs an empirical juridical method with statutory and sociological approaches. Primary data were obtained through interviews and observations involving the community, business actors, and village officials, while secondary data were derived from laws and regulations and relevant legal literature. Data were analyzed descriptively and qualitatively using the theories of State Sovereignty, Positive Law, and Legal Effectiveness proposed by Soerjono Soekanto. The findings indicate that the implementation of Article 21 paragraph (1) letter a in Temajuk Village has not been effectively carried out due to limited access to banking facilities, social habits of border communities, and insufficient legal socialization regarding the obligation to use the Rupiah. Therefore, it is necessary to enhance public legal awareness and strengthen local government policy support to reinforce the sovereignty of the Rupiah in border areas. Keywords: Legal Implementation; Indonesian Rupiah; Border Areas Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pasal 21 Ayat (1) Huruf a Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang serta faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan mata uang asing dalam transaksi perdagangan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Kondisi geografis Desa Temajuk yang berbatasan langsung dengan Malaysia mendorong praktik penggunaan dua mata uang, yaitu Rupiah dan Ringgit Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan sosiologis. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap masyarakat, pelaku usaha, dan aparatur desa, sedangkan data sekunder berasal dari peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori Kedaulatan Negara, teori Hukum Positif, dan teori Efektivitas Hukum Soerjono Soekanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pasal 21 Ayat (1) Huruf a di Desa Temajuk belum berjalan secara efektif akibat keterbatasan akses perbankan, kebiasaan sosial masyarakat perbatasan, serta kurangnya sosialisasi hukum mengenai kewajiban penggunaan Rupiah, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah daerah guna memperkuat kedaulatan Rupiah di wilayah perbatasan. Kata Kunci: Implementasi Hukum; Mata Uang Rupiah; Wilayah PerbatasanReferences
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Humphrey Wangke, dkk. (2018). Kerja sama Indonesia-Malaysia dalam pengelolaan perbatasan di Kalimantan. Jakarta: Obor.
Kelsen, H. (2006). Teori hukum murni (Pure Theory of Law). Bandung: Nusa Media.
Kusumaatmadja, M. (2002). Konsep-konsep hukum dalam pembangunan. Bandung: Alumni.
Marzuki, P. M. (2016). Penelitian hukum: Pendekatan praktik. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Muhammad, A. (2018). Hukum perdata Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Proctor, C. (2012). Mann on the Legal Aspect of Money. Oxford: Oxford University Press.
Rahardjo, S. (2006). Ilmu hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Salim, H. S. (2019). Hukum kontrak di Indonesia: Teori dan analisis kasus. Jakarta: Sinar Grafika.
Sjahdeini, S. R. (2009). Kebebasan berkontrak dan perlindungan yang seimbang bagi para pihak dalam perjanjian kredit bank di Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Smith, J. (2020). The Economics of Currency Sovereignty. Cambridge: Cambridge University Press.
Subekti. (2008). Hukum perjanjian. Jakarta: Intermasa.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
UPN Veteran Jatim. (2021). Buku ajar ekonomi moneter. Surabaya: UPN Veteran Jawa Timur.
Widina, W. (2021). Ekonomi moneter. Bandung: CV Widina Media Utama.
Yamin, M. (2013). Kedaulatan negara dan perekonomian nasional. Jakarta: Rajawali Pers.
Artikel Jurnal
Ardi, M. K. (2022). Rupiah vs Ringgit: Studi kasus penggunaan dua mata uang di perbatasan Indonesia-Malaysia. Maqrizi: Journal of Economics and Islamic Economics, 1(2), 47–59. https://ejournal.iain-manado.ac.id/index.php/maqrizi/article/view/243/150
Astuti, T. S., & Eddyono, L. W. (2021). Peran Bank Indonesia dan pembangunan hukum di bidang moneter dalam rangka pemulihan ekonomi Indonesia. Jurnal Rechts Vinding, 10(3), 345-362. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/781
Elisabeth, S. (2018). Tinjauan yuridis kedaulatan negara terhadap penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. JOM Fakultas Hukum, 5(2).
Jafar, M. K., & Tubagus, S. (2022). Model loyalitas penggunaan uang rupiah di perbatasan Indonesia–Malaysia. Magister Manajemen, Universitas Islam Sultan Agung.
Munadi, S., Kasjim, S., & Kurniati, S. (2017). Transaksi perdagangan di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas perspektif maslahah. Jurnal Diskursus Islam, 5(2), 19–34. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/diskursus_islam/article/view/7002
Nurjannah, S., & Ghalyah, Y. (2022). Pemberdayaan ekonomi nelayan perbatasan di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Dinar: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 9(2), 123–136. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/DT/article/download/1394/pdf/3760
Triyanto, T. (2024). Pengembangan ekonomi daerah perbatasan Indonesia-Malaysia dalam menghadapi ancaman impor barang ilegal. Jurnal Nusantara, 10(2), 55–67. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/16762
Yuliani, D. (2021). Kepastian hukum penggunaan mata uang Ringgit oleh masyarakat di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Jurnal de Jure, 14(1), 45–58. https://jurnal.law.uniba-bpn.ac.id/index.php/jurnaldejure/article/download/492/pdf
Skripsi/Tesis
Kurniawan, A. (2021). Preferensi masyarakat terhadap penggunaan mata uang rupiah di perbatasan (Studi pada Pasar Mota’ain Desa Silawan Kabupaten Belu) (Skripsi, Universitas Nusa Cendana). http://skripsi.undana.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1943
Tahir, M. (2023). Penggunaan mata uang asing sebagai alat transaksi jual beli di wilayah perbatasan Indonesia (Tesis, Universitas Muslim Indonesia). http://repository.umi.ac.id/4171/1/Muhammad%20Tahir_04020190207.pdf
Dokumen Hukum
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5223).
Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Surat Edaran Bank Indonesia No. 17/11/DKSP tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Internet
Reportase News. (2024). Warga di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk Gunakan Dua Mata Uang. Diakses dari https://reportasenews.com pada 9 November 2024.
Tempo Interaktif. (2022). Menilik kedaulatan Rupiah di perbatasan RI-Malaysia. Diakses 31 Oktober 2022.
Hukumonline. (2024). Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Diakses 2024.
LPM Al-Mizan UIN Gus Dur. (2024). Rupiah, simbol kedaulatan yang patut kita banggakan. Diakses 26 Desember 2024.
Waqaf Ilmu Nusantara. (2024). Penggunaan ganda mata uang Rupiah dan Ringgit di perbatasan Indonesia-Malaysia. https://waqafilmunusantara.com/wp-content/uploads/2024/08/Tulisan-Opini_Penggunaan-Ganda-Mata-Uang-Rupiah-dan-Ringgit-di-Perbatasan-Indonesia-Malaysia.pdf
Neliti. (2022). Dampak perdagangan lintas-batas terhadap perekonomian masyarakat lokal. Diakses 2022.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (2016). Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id pada tanggal 21 Mei 2025.