URGENSI GOOD SAMARITAN LAW DALAM MEMBERIKAN PERLIDUNGAN HUKUM BAGI MASYARAKAT DALAM MEMBANTU SITUASI KEDARURATAN MEDIS

Authors

  • HERI WICAKSONO NIM. A1011221231 Faculty of Law Tanjungpura University

Abstract

Abstract The absence of a norm that explicitly protects lay first responders in medical emergencies creates legal uncertainty and a chilling effect that hinders public involvement in providing first aid. This study aims to analyze the urgency of establishing a Good Samaritan Law (GSL) and formulate the basic principles that need to be adopted in its design. Using a juridical-normative method with primary and secondary legal materials, this study finds that the GSL is necessary to provide good faith-based immunity, establish a reasonable care standard according to the capacity of lay first responders, and limit protection against acts of gross negligence. The results also demonstrate the importance of strengthening public education and emergency system coordination. In conclusion, the GSL is urgently needed as a legal instrument that guarantees the protection of first responders, strengthens social solidarity, and increases the effectiveness of the initial response to medical emergencies in Indonesia. Keywords: Good Samaritan Law; Medical Emergencies; First Aid Protection Abstrak Ketiadaan norma yang secara tegas melindungi penolong awam dalam keadaan darurat medis menimbulkan legal uncertainty dan chilling effect yang menghambat keterlibatan masyarakat dalam pemberian pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi pembentukan Good Samaritan Law (GSL) dan merumuskan prinsip dasar yang perlu diadopsi dalam perancangannya. Menggunakan metode yuridis-normatif dengan bahan hukum primer dan juga bahan hukum sekunder, penelitian ini menemukan bahwa GSL diperlukan untuk memberikan imunitas berbasis good faith, menetapkan standar reasonable care sesuai kapasitas penolong awam, serta membatasi perlindungan terhadap tindakan gross negligence. Hasil penelitian juga menunjukkan pentingnya penguatan edukasi publik dan koordinasi sistem darurat. Kesimpulannya, GSL mendesak dirumuskan sebagai instrumen hukum yang menjamin perlindungan penolong, memperkuat solidaritas sosial, dan meningkatkan efektivitas respons awal kedaruratan medis di Indonesia. Kata Kunci: Good Samaritan Law, Kedaruratan Medis, Perlindungan Penolong

References

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dr. T.J. Gunawan, S.T.,MIMS.,M.H.,(2023) Pemidanaan Berbasis Keadilan Restoratif yang Berdaya Jera dan Responsif.Jakarta: Kencana.

Gmedis. (2022). First Aid-Pertolongan Pertama Sebelum Ke dokter. Rapha Publishing.

Gusti Ramadhani.(2024). Penerapan Keadilan restoratif dan Transformatif terhadap penyelesaian hukum pidana. Ruang Karya Bursama

Hartanto, S. (2012). Menolong berbagai bahaya dan kecelakaan. Titian Ilmu CV.

I Gusti Kade Budhi, H. (2021). Hukum pidana progresif: Konsep dan penerapan dalam perkara pidana. Rajawali Pers

Irwansyah. 2021. Penelitian Hukum (Pilihan Metode dan Praktik Penulisan Artikel). Yogyakarta: Prenadamedia Group

Mahi M. Hikmat,(2011). Metode Penelitian Dalam Prespektif Ilmu Komunikasi Dan Sastra, Yogyakarta : Graha Ilmu.

Niluh Swasanti. (2014). Pedoman Praktis Pertolongan Pertama Pada Kedaruratan.Katahati.

R. Soesilo, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-komentarnya Lengkap Pasal demi Pasal

Satjipto Rahardjo, Hukum Progresif (Jakarta: Penerbit Kompas/Simbol, 2010)

Sediatmojo, A. (2021). Hukum Kesehatan. PT Scopindo Media Pustaka.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.

Suyanto, S. H. (2023). Metode Penelitian Hukum Pengantar Penelitian Normatif, Empiris Dan Gabungan. Unigres Press.

Syam, A. (2023). Manifesto keadilan restoratif. Deepublish Digital.

Teniwasara, T., Wisnu Murtopo Nur Muhammad, W. M. N., Efan Apluradi, E., Banaria Mangapul Sinaga, B. M., & Dimas Pranowo, D. (2022). Perbandingan penerapan sistem hukum progresif (Plea Bargain vs Restorative Justice). Penerbit Adab.

Jurnal

Agustin, A., & Sulchan, A. (2025). Dualisme Keadilan Retributif dan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Jurnal Sosial Teknologi, 5(10), 3988-3994.

Aisya, N. R., Henrizal, R. S., & Setiawan, I. (2023). Penegakan Keadilan Restoratif dalam Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Magister Ilmu Hukum: Hukum dan Kesejahteraan, 8(2), 72-80.

Aisya, N. R., Henrizal, R. S., & Setiawan, I. (2023). Penegakan Keadilan Restoratif dalam Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Magister Ilmu Hukum: Hukum dan Kesejahteraan, 8(2), 72-80.

Andrianto, W., & Noviani, N. (2021). Tanggung Jawab Hukum Sumber Daya Manusia Potensi Basarnas Dalam Melakukan Tindakan Medis Terhadap Korban Bencana. Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(4), 971-982.

Berdowski dkk.,(2020) “Time to First CPR and Survival after Out‐of‐Hospital Cardiac Arrest,” Circulation.

Braithwaite, J. (2020). Crime, shame and reintegration. Cambridge university press.

Darley, J. M., & Latané, B. (2021). Bystander intervention in emergencies: diffusion of responsibility. Journal of personality and social psychology, 8(4p1), 377.

European Resuscitation Council. (2021). Guidelines for resuscitation 2021.

Hamonangan, E., Darmawan, M. C., Tan, G. H., & Otniel, Y. M. O. (2024). Perbandingan perbuatan melawan hukum di bidang medis: Kasus di China dan Indonesia. Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 8(4), 71–80.

Flora, H. S. (2025). RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI SARANA PEMBAHARUAN SISTEM PERADILAN PIDANA. Jurnal Profil Hukum, 3(2), 93-102.

Henryanto, A., & Oswari, J. S. (2025). Doctor’s Legal Obligation to Act as a Good Samaritan in Indonesia: Is It Ethically Justifiable?. Mimbar Hukum, 37(1), 168-197.

Hidayat, A. F., & Nirmalasari, N. (2023). Gambaran Pengetahuan Pertolongan Pertama Masyarakat Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas. Jurnal Kesehatan, 11(3), 140-145.

Rathner, J. L. (2019, January). Good Samaritan Laws: What exactly do they protect? Lifelines. https://www.lhsfna.org/index.cfm/lifelines/january-2019/good-samaritan-laws-what-exactly-do-they-protect/

John Braithwaite, Crime, Shame and Reintegration (Cambridge: Cambridge University Press, 1989).

Mozin, N. (2024). Perlindungan Hukum Terhadap Hak-Hak Terdakwa Dalam Penyelesaian Perkara Pidana Di Gorontalo. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 1(1), 555-565.

Susanti, N. S. (2022). Penegakan hukum dengan keadilan restoratif sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 9(2), 183–201. https://doi.org/10.32493/SKD.v9i2.y2022.26206

Nursana, I. M., Ghaznawie, M., & Budu, B. (2023). Pengaruh Simulasi Kedaruratan Medik Terhadap Kompetensi Petugas Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Soedirman Journal of Nursing, 8(3), 77-86.

Pawewang, R. R. (2021). Karena Salahnya Menyebabkan Orang Luka Berat Sebagai Tindak Pidana Berdasarkan Pasal 360 KUHP. Lex Privatum, 9(4).

Puspasari, S. F. A. (2025). Pemeriksaan tanda vital: konsep, prosedur, dan interpretasi dalam tatanan klinis. CV. Green Publisher Indonesia.

Ramli, R., Pannyiwi, R., Musdalifah, M., Achmad, V. S., Saputra, M. K. F., & Kok Mesa, N. D. (2024). Pendidikan kesehatan dan peningkatan kesiapan masyarakat sebagai bystender CPR dalam pemberian pertolongan pertama henti jantung. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 665–672.

Rani Hendriana, et al. (2025). Urgency of realizing bystander concept in preventing crime victims. International Journal of Community Legal Studies (UNNES). Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/journals/ijcls/article/view/26332

Santoso, D. B., Pramono, A. E., & Persada, A. G. (2020). Pengembangan Interoperabilitas Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Kabupaten Kebumen. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 7(1), 43-43.

Torti, a Decision,” Singapore Medical Journal 52, no. 8 (2023).

Van Horn v. Watson, 45 Cal. 4th 322, 197 P.3d 164, 86 Cal. Rptr. 3d 350 (Cal. 2008), https://law.justia.com/cases/california/supremecourt/2008/s152360/?utm_source=chatgpt.com

Vika, V., Rokhmat, R., & Sutrisno, S. (2024). Penerapan Good Samaritan Law di Indonesia. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(4).

Websaite

American Heart Association, First Aid Guidelines, 2025.

Badan Pusat Statistik. "Jumlah Kecelakaan, Korban Mati, Luka Berat, Luka Ringan, dan Kerugian Materi." Diakses 13 Maret 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTEzIzI=/jumlah-kecelakaan-korban-mati-luka-berat-luka-ringan-dan-kerugian-materi.html.

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat. (2023, November). Dishub Kalbar gelar rakor dan konsolidasi rencana aksi keselamatan di Prov. Kalbar. https://diskominfo.kalbarprov.go.id/berita/dishub-kalbar-gelar-rakor-dan-konsolidasi-rencana-aksi-keselamatan-di-prov-kalbar/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, 4 Oktober). Wamenkes tekankan integrasi NCC, PCC, PSC 119 untuk kegawatdaruratan terpadu. https://kemkes.go.id/id/wamenkes-tekankan-integrasi-ncc-pcc-psc-119-untuk-kegawatdaruratan-terpadu

RRI. "Ratusan Lakalantas Terjadi di Kalbar Sepanjang 2024." Diakses 13 Maret 2025. https://www.rri.co.id/daerah/826842/ratusan-lakalantas-terjadi-di-kalbar-sepanjang-2024.

Untie the hands of good Samaritans. Los Angeles Times. (2008, December 24). https://www.latimes.com/opinion/editorials/la-ed-goodsam24-2008dec24-story.html

Wang, F. (2010, December 7). Innocent bystander, guilty Samaritan. Global Times. https://www.globaltimes.cn/content/599423.shtml

West B, Varacallo MA. Good Samaritan Laws. Dalam: StatPearls . Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542176/

Undang - Undang

Kitab Undang – Undang Hukum Pidana Pasal 359 dan 360

Kitab Undang – Undang Hukum Pidana Pasal 531

Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi ( Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 158 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor 5336)

Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5025

Downloads

Published

2025-12-22