PERSPEKTIF HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSGENDER YANG MENUNAIKAN IBADAH UMROH DENGAN MENGUBAH IDENTITASNYA

Authors

  • ANNISA MUTIARA SARI NIM. A1011221215 Faculty of Law Tanjungpura University

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif hukum Islam terhadap pelaksanaan ibadah umroh yang dilakukan oleh seorang transgender yang secara biologis berjenis kelamin laki-laki namun menampilkan identitas sebagai perempuan selama menjalankan ibadah. Fenomena ini memunculkan persoalan fiqh karena identitas gender dalam ibadah berkaitan dengan ketentuan aurat, tata cara ihram, saf, dan posisi jamaah yang sudah diatur secara ketat dalam syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber hukum yang digunakan meliputi Al-Qur’an, hadis, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Pendekatan ini relevan untuk mengkaji keabsahan ibadah transgender dan tanggung jawab hukum penyelenggara perjalanan ibadah (travel umroh) dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas keagamaan dalam ibadah ditetapkan berdasarkan jenis kelamin biologis sebagaimana penciptaan Allah SWT, bukan berdasarkan perubahan penampilan, preferensi identitas gender, atau operasi kelamin. Oleh karena itu, seorang transgender dengan jenis kelamin biologis laki-laki tetap berkewajiban melaksanakan seluruh tata cara umroh sebagaimana laki-laki menurut ketentuan syariat. Perubahan identitas gender selama ibadah juga berpotensi menimbulkan fitnah dan ketidaknyamanan di tengah jamaah lain. Kata kunci : Umroh,Hukum Islam,Fiqh Ibadah. ABSTRACT This study aims to analyze the Islamic legal perspective on the performance of the Umrah pilgrimage by a transgender person who is biologically male but displays a female identity during the pilgrimage. This phenomenon raises issues of Islamic jurisprudence (fiqh) because gender identity in worship is related to the requirements for aurat (aurat), ihram (pilgrimage), rows (rows), and the position of pilgrims, which are strictly regulated by Islamic law. This research employs a normative juridical legal research method with a statutory, conceptual, and case-based approach. The legal sources used include the Quran, Hadith, fatwas of the Indonesian Ulema Council (MUI), and Law Number 8 of 2019 concerning the Organization of the Hajj and Umrah Pilgrimages. This approach is relevant to examining the legitimacy of transgender worship and the legal responsibilities of Umrah travel organizers from the perspective of Islamic law and positive law. This research employs a normative juridical legal research method with a statutory, conceptual, and case-based approach. The legal sources used include the Quran, Hadith, fatwas of the Indonesian Ulema Council (MUI), and Law Number 8 of 2019 concerning the Organization of the Hajj and Umrah Pilgrimages. This approach is relevant to examining the legitimacy of transgender worship and the legal responsibilities of Umrah travel organizers from the perspective of Islamic law and positive law. Kata kunci: Umrah, Islamic Law, Islamic Jurispruden

References

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Auda, Jasser. Maqasid Syariah & Aplikasi Kontemporer. Jakarta: Kencana 2024.

Mansur, Syafi’i. Hukum Haji dan Umrah: Analisis Fiqh Kontemporer. Jakarta: Kencana, 2023.

Najib, Muhammad. Gender dalam Perspektif Islam: Tafsir, Fiqh, dan HAM. Yogyakarta: IRCiSoD, 2022.

Karim, Rahmat. Fiqh Ibadah Kontemporer: Hukum Salat, Haji, dan Umrah dalam Dinamika Modern. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2022.

Azhari, Muhammad. Pertanggungjawaban Hukum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah. Jakarta: Sinar Grafika, 2021.

Fauzan, Ahmad. Hukum Islam dan Identitas Gender di Masyarakat Muslim Modern. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Press, 2021.

Al-Qaradawi, Yusuf. Ensiklopedia Fiqh Ibadah: Haji & Umrah. Jakarta: Pustaka al-Kautsar, Edisi Revisi 2021.

Ismail, Abu Bakar. Ibadah Haji & Umrah dalam Perspektif Maqasid Syariah. Kuala Lumpur: IIUM Press, 2020.

Al-Hakim, Khalid. Fiqh Safar: Etika dan Hukum Perjalanan Ibadah. Jakarta: Amzah, 2020.

Syarifuddin, Arif. Problematika Fiqh Kontemporer dan Penyelesaiannya. Bandung: Pustaka Setia, 2020.

Kementerian Agama RI. Tata Kelola Penyelenggaraan Ibadah Haji & Umrah (Edisi Pembaruan). Jakarta: Badan Litbang, 2020.

Fatwa MUI. Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang Masalah Ibadah & Sosial Kemasyarakatan. Jakarta: Sekretariat MUI, 2023.

Sukardi, M. Hukum Perlindungan Konsumen Muslim dalam Layanan Travel Umrah dan Haji. Jakarta: Prenada Media, 2023.

Hanifah, R. Transgender dalam Perspektif Islam dan HAM. Bandung: Mandar Maju, 2022.

Sihab, Ridwan. Fiqh dan Dinamika Gender dalam Islam Modern. Jakarta: Prenada Media, 2021.

Jurnal

Hidayat, M. (2024). Analisis Fiqh Ibadah terhadap Praktik Umrah Kontemporer di Indonesia. Jurnal Al-Ahkam, 14(1).

Aulia, R. (2023). Penerapan Maqasid Syariah dalam Pelaksanaan Manasik Haji dan Umrah Era Modern. Jurnal Ijtihad, 17(2).

Rasjid, S. (2023). Hukum Islam terhadap Kebijakan Travel Umrah di Indonesia. Jurnal Hukum Islam Indonesia, 11(3).

Ma’ruf, A. (2022). Saf dan Pembagian Jemaah dalam Ibadah Umrah: Telaah Fiqh Klasik dan Kontemporer. Jurnal Fiqh, 9(2).

Bakar, N. (2021). Tinjauan Hukum Islam terhadap Pelanggaran Tata Cara Ihram. Jurnal Ilmu Syariah, 20(1).l

Fauzi, I. (2024). Pertanggungjawaban Hukum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Berdasarkan UU No. 8 Tahun 2019. Jurnal Hukum Perdata Islam, 8(1).

Siregar, A. (2023). Perlindungan Konsumen terhadap Jamaah Umrah dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Syariah & Hukum, 21(3).

Kurniawan, T. (2022). Etika Bisnis Syariah PPIU dalam Penyelenggaraan Perjalanan Umrah. Jurnal Al-Imarah, 6(2).

Rahman, L. (2021). Implementasi Standar Pelayanan Travel Umrah Pasca UU No. 8/2019. Jurnal Hukum Indonesia, 13(4).

Ahmad, D. (2020). Aspek Legalitas Kontrak Jasa Perjalanan Umrah dalam Perspektif Syariah. Jurnal Legalitas, 5(1).

Najib, M. (2024). Transgender dalam Perspektif Fiqh: Analisis Identitas Gender dalam Ibadah. Jurnal Al-Mizan, 9(1).

Karim, U. (2023). Fenomena Transgender dalam Masyarakat Muslim dan Respons Ulama Kontemporer. Jurnal Al-Bayan, 15(2).

Sakti, Y. (2022). Hak Beribadah bagi Transgender dalam Konstruksi Hukum Islam. Jurnal Gender & Syariah, 7(2).

Fadilah, H. (2021). Transgender dan Fikih Aurat: Pandangan Mazhab Klasik dan Kontemporer. Jurnal Ushuluddin, 29(3).

Rahim, L. (2020). Kajian Maqasid Syariah terhadap Fenomena Perubahan Identitas Gender. Jurnal Maqasid, 4(1)

Internet

CNN Indonesia. “Kasus Isa Zega Umrah dan Polemik Travel Umrah.” (Berita, Januari 2024). Diakses dari: cnnindonesia.com.

Kementerian Agama RI. “Peraturan Menteri Agama tentang Penyelenggaraan Umrah.” (2020). Diakses dari: kemenag.go.id.

Kementerian Agama RI. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Diakses dari: jdih.kemenag.go.id.

Komisi Fatwa MUI. Fatwa Nomor 03/MUNAS VII/MUI/2005 tentang Pedoman Pelayanan terhadap Waria. Diakses dari: mui.or.id.

Majelis Ulama Indonesia. “Pernyataan Resmi tentang Transgender dan Ibadah.” (2023). Diakses dari: mui.or.id.

Tempo.co. “MUI Tegaskan Status Ibadah Transgender.” (2024). Diakses dari: tempo.co.

Downloads

Published

2025-12-24