ANALISIS HUKUM ISLAM DALAM PERBEDAAN PANDANGAN ULAMA TERHADAP ZAKAT PROFESI
Abstract
ABSTRAK Zakat profesi merupakan salah satu bentuk zakat kontemporer yang berkembang seiring dengan perubahan struktur ekonomi masyarakat modern. Meskipun zakat memiliki kedudukan yang jelas dalam Al-Qur’an dan Hadis, kewajiban zakat profesi masih menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan ulama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapat ulama yang mewajibkan dan tidak mewajibkan zakat profesi, serta mengkaji dasar hukum syariah (nash) dan argumentasi yang melandasi masing-masing pendapat tersebut dalam perspektif hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan historis. Penelitian ini mengkaji sumber-sumber hukum Islam berupa Al-Qur’an, Hadis, ijma’, qiyas, pendapat ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama yang mewajibkan zakat profesi, mendasarkan argumen mereka pada keumuman ayat Al-Qur'an yaitu QS. Al-Baqarah: 267 dan QS. At-Taubah: 103 yang mewajibkan zakat atas segala hasil usaha yang baik. Mereka menggunakan metode qiyas (analogi) dengan menyamakan pendapatan profesi dengan zakat pertanian karena diterima saat panen/penerimaan gaji, atau zakat emas dan perak karena sifatnya sebagai aset moneter. Sebaliknya, kelompok ulama yang tidak mewajibkan zakat profesi memandang zakat sebagai ibadah mahdhah yang aturannya harus memiliki dalil nash yang eksplisit dan tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan analogi ijtihad, mengingat sepanjang 14 abad sejarah fikih, kategori zakat profesi tidak pernah ada sebelumnya. Penelitian ini menyarankan pemerintah Indonesia khususnya instansi yang berwenang di bidang pengelolaan zakat seperti Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), diharapkan untuk dapat menyusun kebijakan dan pedoman yang lebih jelas serta komprehensif mengenai zakat profesi. Kata Kunci: Zakat Profesi, Hukum Islam, Perbedaan Pendapat Ulama ABSTRACT Professional zakat is one of the contemporary forms of zakat that has developed alongside changes in the economic structure of modern society. Although zakat holds a clear position in the Qur’an and Hadith, the obligation of professional zakat continues to generate differences of opinion among Islamic scholars. This study aims to analyze the differing views of scholars who obligate and those who do not obligate professional zakat, as well as to examine the sharia legal foundations (nash) and arguments underlying each perspective within the framework of Islamic law. The research method used is normative juridical research with conceptual and historical approaches. This study examines the sources of Islamic law, including the Qur’an, Hadith, ijma’, qiyas, and the opinions of Islamic scholars. The results of the study indicate that Islamic scholars who consider professional zakat obligatory base their arguments on the general meanings of the Qur’anic verses, namely QS. Al-Baqarah: 267 and QS. At-Taubah: 103, which require the payment of zakat on all lawful earnings. They apply the method of qiyas (analogy) by equating professional income with agricultural zakat because it is received at the time of harvest or salary payment, or with zakat on gold and silver due to its nature as a monetary asset. Conversely, Islamic scholars who do not consider professional zakat obligatory view zakat as a form of mahdhah (pure) worship whose regulations must be based on explicit textual evidence (nash) and cannot be established solely through analogical reasoning (ijtihad), considering that throughout the fourteen centuries of the history of Islamic jurisprudence, the category of professional zakat had never previously existed. This study recommends that the Government of Indonesia, particularly authorized institutions in the field of zakat management such as the Ministry of Religious Affairs and the National Amil Zakat Agency (BAZNAS), formulate clearer and more comprehensive policies and guidelines regarding professional zakat. Keywords: Professional Zakat, Islamic Law, Differences of Islamic Scholars Opinion.References
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Abdul Bakir. 2021. Zakat Profesi. Yogyakarta: Hikam Pustaka.
Aden Rosadi. 2019. Zakat dan Wakaf: Konsepsi, Regulasi, dan Implementasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
A. Djazuli. 2014. Kaidah-Kaidah Fikih. Jakarta: Kencana.
Afzalur Rahman. 1995. Doktrin Ekonomi Islam. Lahore: Penerbitan Islam.
Ahmad Sarwat. 2018. Fiqh Zakat Kontemporer. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing.
Andri Soemitra. 2019. Hukum Ekonomi Syariah dan Fiqh Muamalah di Indonesia. Jakarta: Kencana.
Armiadi Musa. 2021. Golongan Mustahik Zakat: Perspektif Fuqaha & Baitul Mal Aceh. Banda Aceh: Bandar Publishing.
Didin Hafidhuddin. 1998. Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak, dan Sedekah. Jakarta: Gema Insani Press.
Didin Hafidhuddin. 2002. Zakat dalam Perekonomian Modern. Jakarta: Gema Insani Press.
Hafidz Muftisany. 2022. Zakat Fitrah dan Zakat Profesi. Yogyakarta: Elementa Media.
Iin Mutmainnah. 2020. Fikih Zakat. Parepare: Dirah.
Irfan Syauqi Beik dan Laily Dwi Arsyianti. 2016. Ekonomi Pembangunan Syariah. Jakarta: Rajawali Pers.
M. Abdul Mannan. 1997. Ekonomi Islam: Teori dan Praktik. Lahore: Sh. Muhammad Ashraf.
M. Ali Hasan. 2008. Zakat dan Infak: Salah Satu Solusi Mengatasi Masalah Sosial di Indonesia. Jakarta: Kencana.
M. Nasri Hamang Najed. 2015. Ekonomi Zakat. Makassar: Lbh Press STAIN Parepare.
M. Nur Rianto Al Arif. 2015. Pengantar Ekonomi Syariah: Teori dan Praktik. Bandung: Pustaka Setia.
M. Umer Chapra. 1992. Islam dan Tantangan Ekonomi. Leicester: Yayasan Islam.
Monzer Kahf. 1999. Ekonomi Zakat. Jeddah: Lembaga Penelitian dan Pelatihan Islam.
Muhaimin. 2020. Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press.
Mustafid. 2022. Zakat Kontemporer: Metode Praktek Pembayaran Zakat Nelayan. Bandung: CV. Harfa Creative.
Nur Rianto Al Arif dan Euis Amalia. 2016. Teori Mikroekonomi: Suatu Perbandingan Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional. Jakarta: Kencana.
Nuruddin Mhd. Ali. 2006. Zakat sebagai Instrumen dalam Kebijakan Fiskal. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Nurul Huda dan Mohamad Heykal. 2010. Lembaga Keuangan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis. Jakarta: Kencana.
Oni Sahroni. 2018. Fikih Zakat Kontemporer. Jakarta: Republika Penerbit.
Qodariah Barkah. 2020. Fikih Zakat, Sedekah, dan Wakaf. Jakarta: Prenadamedia.
Rahmad Hakim. 2020. Manajemen Zakat: Konsep dan Implementasi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Rifa’i, I. J. 2023. Metodologi Penelitian Hukum. Serang-Banten: Sada Kurnia Pustaka.
Rozalinda. 2016. Ekonomi Islam: Teori dan Aplikasinya pada Aktivitas Ekonomi. Jakarta: Rajawali Pers.
Sahbudi. 2024. Hukum Wakaf & Zakat Perspektif UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Yogyakarta: Diandra.
Syihabudin. 2023. Zakat Profesi: Pendapat, Religiusitas dan Trust Masyarakat. Bandung: Media Sains Indonesia.
Tim Divisi Kepatuhan dan Kajian Dampak LAZ Al Azhar. 2017. Panduan Zakat. Jakarta: Lembaga Amil Zakat Al Azhar.
TM. Hasbi Ash Shiddieqy. 1999. Pedoman Zakat. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.
Wahbah Az-Zuhaili. 1985. Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.
Yusuf al-Qaradawi. 2006. Fiqh az-Zakah. Jilid 1. Kairo: Maktabah Wahbah.
Yusuf Wibisono. 2015. Mengelola Zakat Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.
ARTIKEL JURNAL
Ali Trigiyatno. 2016. “Zakat Profesi Antara Pendukung dan Penentangnya.” Jurnal Hukum Islam. Vol. 14, No. 2.
Alfina Damayanti. 2020. “Problematika Zakat Profesi di Era Modern Menurut Hukum Islam.” Vol. 3, No. 2.
Ariibah Radita Ayu Candrika, Kurnia Nur Aliffia, Nafidatun Nisa, dan Lutfiyah. 2025. “Pemikiran Yusuf Qardhawi dalam Fiqih Kontemporer tentang Zakat Profesi.” AL-AFKAR: Jurnal Kajian Islam. Vol. 8, No. 3.
Elpianti Sahara Pakpahan. 2018. “Pandangan Ulama tentang Zakat Profesi.” Al-Hadi. Vol. III, No. 2.
Fuad Riyadi. 2015. “Kontroversi Zakat Profesi Perspektif Ulama Kontemporer.” Jurnal Zakat dan Wakaf. Vol. 2, No. 1.
M. Hasbi Umar dan Zahidin. 2020. “Pendekatan Hukum Zakat Profesi Menurut Ulama Konservatif dan Progresif.” Literasiologi. Vol. 3, No. 4.
Masruri Masruri. 2024. “Implementasi Penggalian Zakat Profesi (Studi Pada Payroll Zakat ASN Kabupaten Kendal).” Ikhtiyar: Jurnal Ekonomi Syari’ah. Vol. 2, No. 2.
Nahdhah. 2018. “Zakat Profesi dalam Perspektif Ulama di Kota Banjarmasin.” Al-Adl: Jurnal Hukum. Vol. X, No. 2.
Reggina Chaerunnisa, Nur Azizah Muchlis, dan Wahyu Nur Eliza. 2025. “Zakat dalam Islam: Pengertian, Hukum, Jenis, Syarat, dan Ketentuan Lengkap.” Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah. Vol. 2, No. 2.
Saprida. 2016. “Zakat Profesi Menurut Pandangan Yusuf Qardhawi.” Economica Sharia. Vol. 2, No. 1.
Saprida. 2025. “Kontroversi Zakat Profesi dalam Islam: Studi Komparatif antara Pendapat Ulama dan Implementasinya di Indonesia.” Maliyah: Jurnal Hukum Bisnis Islam. Vol. 15, No. 1.
Shobirin. 2016. “Teknik Pengelolaan Zakat Profesi.” ZISWAF: Jurnal Zakat dan Wakaf. Vol. 2, No. 2.
Tira Nur Fitria. 2015. “Zakat Profesi (Zakat Penghasilan) Menurut Hukum Islam.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam. Vol. 01, No. 01.
Zabidi, Imron, Lim Hendra, Ade Mulyati, dan Dwi Windu Suryono. 2024. “Legalitas Zakat Profesi dalam Perspektif Ekonomi Islam.” MADZAHIB. Vol. 6, No. 2.
UNDANG-UNDANG
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Permenag Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2014 tentang Syarat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal dan Zakat Fitrah serta Pendayagunaan Zakat untuk Usaha Produktif. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1830.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan
WEBSITE
Ahmad Sarwat. “Benarkah Zakat Profesi Itu Cuma Hasil Ijtihad?” Rumah Fiqih Indonesia. https://www.rumahfiqih.com/konsultasi/x.php?id=2047 (Diakses 17 Januari 2026)
BAZNAS: Badan Amil Zakat Nasional. “Penghasilan Zakat. BAZNAS https://baznas.go.id/zakatpenghasilan (Diakses 17 Januari 2026)
BAZNAS Kota Semarang. “Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, dan Tata Cara Pembayaran.” BAZNAS https://kotasemarang.baznas.go.id/artikel/show/zakat-fitrah-pengertian-dalil-dan-tata-cara-pembayaran/18116 (Diakses 17 Januari 2026)
Deny Hamdani. “Zakat Profesi Diterapkan di Kalimantan Barat, Gubernur Ria Norsan: Bukan Beban, Tapi Tabungan Akhirat.” Pontianak Post. https://pontianakpost.jawapos.com/metropolis/amp/1466109105/zakat-profesi-diterapkan-di-kalimantan-barat-gubernur-ria-norsan-bukan-beban-tapi-tabungan-akhirat (Diakses 17 Januari 2026)
Humas BAZNAS. “Harta Rikaz: Pengertian, Hukum, dan Ketentuan Zakatnya.” BAZNAS, https://baznas.go.id/artikel-show/Harta-Rikaz:-Pengertian,-Hukum,-dan-Ketentuan-Zakatnya/2104 (Diakses 17 Januari 2026)
Muhammad Abduh Tuasikal, “Kritikan pada Zakat Profesi (Zakat Penghasilan yang Dikeluarkan per Bulan),” Rumaysho, https://rumaysho.com/38155-kritikan-pada-zakat-profesi-zakat-penghasilan-yang-dikeluarkan-per-bulan.html (Diakses 17 Februari 2026)
Muhammad Rafi. “Mufasir-Mufasir Modern: Biografi Muhammad al-Ghazali.” Tafsir Tematik. https://tafsiralquran.id/mufasir-mufasir-modern-biografi-muhammad-al-ghazali/ (Diakses 17 Januari 2026)
NU Onine, “Cara Menghitung Zakat Profesi,” NU Online (Nahdlatul Ulama) https://nu.or.id/syariah/cara-menghitung-zakat-profesi-mVtXT (Diakses 17 Februari 2026)
Redaksi YM News. “Kalau Menghitung Zakat: Bruto atau Netto Ya?” Yatim Mandiri, https://yatimmandiri.org/news/kalau-menghitung-zakat-penghasilan-bruto-atau-netto-ya/ (Diakses 17 Januari 2026)
Syamil Abyan. “Zakat Perindustrian: Pengertian, Jenis, Nishab, dan Cara Perhitungannya.” Inisiatif Zakat Indonesia. https://izi.or.id/zakat-perindustrian-pengertian-jenis-nishab-dan-cara-perhitungannya/ (Diakses 17 Januari 2026)