PERAN ASEAN INTERGOVERMENTAL COMMISSION ON HUMAN RIGHTS (AICHR) DALAM UPAYA MEMPERKUAT PERLINDUNGAN DAN PEMAJUAN HAM DI ASEAN
Abstract
Hak asasi manusia (HAM) adalah hak hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak kodrati atau dari lahir. Oleh karena itu, tidak ada kekuasaan (power) apapun di dunia yang dapat mencabutnya.Hak asasi manusia bersifat sangat mendasar (fundamental) bagi hidup dan kehiduan manusia dan merupakan hak kodrat yang tidak bisa dilepaskan dari dalam kehidupan manusia[1]. Antara lain hak untuk menikmati kehidupan dengan rasa aman dan tentram sesuai dengan cara kehidupan yang mereka inginkan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Seperti hak hidup, hak berbangsa dan bernegara, hak kebebasan beragama, hak berpendidikan dan lain sebagainya Maka dari itu penghormatan, perlindungan dan penegakan HAM secara serius harus selalu dilakukan dimanapun manusia berada. Hak asasi manusia lahir dari sebuah upaya masyarakat dalam mewujudkan jati diri, harkat dan martabat manusia. ".
Sedangkan dari sisi kelembagaan, peran ASEAN Intergovermental Commission on Human Rights sebagai suatu lembaga HAM di kawasan Asia Tenggara selama ini belum dapat dikatakan maksimal, hal ini disebabkan kurang seriusnya negara-negara anggota ASEAN dalam menyikapi pentingnya masalah HAM. Hingga saat ini AICHR hanya berperan sebagai suatu lembaga konsultasi dan promosi akan pentingnya masalah HAM di Asia Tenggara. Menurut Pasal 3 Kerangka Acuan, AICHR merupakan suatu badan antar pemerintah dan bagian integral dari struktur organisasi ASEAN, yang dimana sifatnya hanya sebagai sebuah badan konsultasi. Dengan adanya ketentuan tersebut, jelas telah membatasi peran AICHR yang hanya sebatas menjadi suatu lembaga antar pemerintah dan bersifat konsultatif. Peran yang terbatas ini disebabkan adanya ketakutan negara-negara anggota ASEAN yang melihat badan HAM ini sebagai sebuah bentuk intervensi akan kedaulatan mereka dan masalah-masalah HAM yang terjadi di dalam negeri. Oleh sebab itu, keberadaan suatu badan hukum yang secara jelas dan kuat sangat dibutuhkan guna memberikan kewenangan bagi AICHR untuk melaksanakan tugasnya sebagai suatu otoritas kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara.
Kata Kunci: Asean Intergovermental
References
DAFTAR PUSTAKA
BUKU:
Acharya, Amitav, 1995 “Human Rights and Regional Order: ASEAN and Human Rights management in Post-Cold War Southeast Asiaâ€, dalam Human Rights and International Relations in the Asia Pacific, Pinter, London.
Bowett, D.W. 1992, “Hukum Organisasi Internasionalâ€, Sinar Grafika, Jakarta.
Brownlie, Ian, 1990, “Principles of Public International Lawâ€. Clarendon Press, Oxford, England.
Caballero-Anthony, Melly, 1995 “Human Rights Economic Change & Political Developmentâ€, dalam Human Rights and International Relations in the Asia Pasific, Pinter, London.
Chiam, Sou, 2009 “Asia’s Experience in the Quest for a Regional Rights Mechanismâ€, Victoria University of Wellington Law Review, New Zealand.
Dixon, Martin & Robert Mc.Corquodale, 2000, “Cases and Materials on International Lawâ€, Oxford University Press, England
Donnely, Jack, 2003, “Universal Human Rights in Theory and Practiceâ€, Cornell University Press, New York.
Eldrige, Phillip, J. 2002, “The Politics of Human Rights in Southeast Asiaâ€, Routledge, London.
Ghai, Yash, 1995 “Asian Perspectives on Human Rightsâ€, dalam Human Rights and Relations in the Asia Pasific, Pinter, London.
Greer, Steven, 2006, “The European Convention on Human Rights: Achievments, Problems and Prospectsâ€, Cambrige University Press, England.
Hassan Suryono, 2005, “Implementasi dan Sinkronisasi Hak Asasi Manusia Internasional dan Nasionalâ€, dalam Hak Asasi Manusia: “Hakekat, Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakatâ€, Refika Aditama, Bandung.
Hikmahanto Juwana, 2005 “HAM dalam Perspektif Hukum Internasionalâ€, dalam Hak Asasi Manusia: Hakekat, Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat, Refika Aditama, Bandung.
Hingorani, R.C. 1982, “Studies in International Lawâ€, Oceana Pubns, New York.
Kufuor, Kofi Oteng, 2010, “The African Human Rights System: Origin and Evolutionâ€, Palgrave Macmillan, New York.
Mochtar Kusumaatmadja dan Etty R. Agoes, 2003, “Pengantar Hukum Internasionalâ€, PT. Alumni, Bandung.
Pedoman Penulisan Skripsi, 2011, Fakultas Hukum UNTAN, Pontianak.
Saraswati, dkk. 2006. “Hak Asasi Manusia (Teori, Hukum, Kasus)â€. Filsafat UI Press, Jakarta.
Sen, Amartya, 1997, â€Human Rights and Asian Valuesâ€, Sixteenth Morgenthau Memorial Lecture on Ethichs & Foreign Policy, Carnegie Council on Ethics and International Affairs, New York.
Shaw, Malcolm N. 1991, “International Lawâ€, Grotius Publication Ltd., Cambrige, England.
Shelton, Dinah L. 2008, “Regional Protection of Human Rightsâ€, Oxford Press, Oxford, England.
Slamet Marta Wardaya, 2005, “Hakekat, Konsepsi dan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusiaâ€, dalam Hak Asasi Manusia: Hakekat, Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat, Refika Aditama, Bandung
Steiner, Henry, J. Philip Aiston and Ryan Goodman, 1996, “Internasional Human Rights in context: Law, Politics, Moralâ€, Clarendon Press, Oxford, England.
Wachira, George Mukundi, 2008, “African Court on Human and People’s Rights: Ten years on and still no justiceâ€, Minority Rights Groups International, England.
Wahyudi Djafar, Ardimanto Putra, Hilman Handoni, 2014, “Memperkuat Perlindungan Hak Asasi Manusia di ASEANâ€, INFID dan ICCO, Jakarta.
Jurnal, Artikel Majalah
ASEAN, Analisis CSIS, vol. 38, no.3, September 2009, hal. 452.
Budi, H. Bangun, 2015 dalam Prosiding Seminar Nasional, “Kesiapan Indonesia: Harmonisasi Hukum Negara-negara ASEAN Menuju Komunitas ASEAN 2015â€. Universitas Muhammadiyah, Surakarta
Funston, John, “ASEAN and the Principle of Non-Intervention: Practice and Prospectsâ€, Trends in Southeast Asia Series, (No. 3, Maret, 2005) Hal. 1-18.
Human Rights Resource Center, “Recomendations for the ASEAN Human Rights Declaration (AHRD)â€, (Submitted to the AICHR on 3 January 2012), Hal. 4.
Kelsall, Michelle Stags, “The New ASEAN Intergovermental Commission on Human Rights: Toothless Tiger or Tentative First Stepâ€, Asia Pacific Issues. (No. 90, 2009), Hal. 1-8.
Kementerian Luar Negeri RI, “Badan HAM ASEANâ€, Tahun 2009
Lina Alexandra, “Pembentukan Badan Hak Asasi Manusia ASEAN: Kemajuan Bagi ASEANâ€, Analisis CSIS, vol. 38, no.3, September 2009, hal. 452
Renshaw, Catherine, “Understanding the New ASEAN Intergovermental Commission on Human Rights: the Limits and Potential of Theoryâ€, (University of New South Wales Faculty of Law Research Series, 2010), Hal. 9.
SAPA-Task Force on ASEAN and Human Rights, “Hiding Behind Its Limits: A Performance Report on the First Year of the ASEAN Intergovermental Commission on Human Rightsâ€, Hal. 1-19.
Volio, Fernando, “The Inter-American Commission on Human Rights†(American University Law Review, No. 65, 1981)
Wu, Linjun, “East Asia and the Principles of Non-Intervention: Policies and Practicesâ€, Marryland Series in Contemporary Asian Studies, (No. 5, 2000) Hal. 21.
Skripsi/Tesis/Disertasi
Manurung, Priscillar R. “AICHR sebagai Lembaga HAM Regional di Asia Tenggaraâ€, (UI Press, 2012), Hal. 85.
Makalah
Ravio Patra Asri et. AI. “Optimalisasi ASEAN Intergovermental Commission on Human Rights sebagai Otoritas Kemanusiaan di Asia Tenggaraâ€, (UNPAD, Sumedang: 2013), Hal. 6
Daftar Perjanjian, Deklarasi dan Piagam
Terms of Reference, ASEAN Intergovermental Commission on Human Rights, (ASEAN Secretariat, Oktober 2009), Jakarta.
The ASEAN Charter, (ASEAN Secretariat, Januari 2008), Jakarta
Internet dan Lain-lain
African Commission on Human and People’s Rights, Available at: http://www.achpr.org. (diakses pada tanggal 14 Agustus 2015)
ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights, Sources http://aichr.org/(Diakses pada tanggal 16 April 2015)
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Terms of Reference of ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights, July 2009, available at: http://www.refworld.org/docid/4a6d87f22.html (Diakses pada tanggal 21 April 2015)
Civil Society’s Position Paper on ASEAN Human Rights Declaration, Available at: http://forum-asia.org/documents/SAPA%TFAHR%20Position%20Paper%20AHRD%20final.pdf Hal. 2-5.
Donny Putranto, http://imo.thejakartapost.com/donnyputranto/2011/03/29/asean%E2%80%99s-non-interference-principles-is-obsolete-and-should-be-amended/ , Diakses pada 20 Agustus 2015
Encyclopædia Britannica. Declarations of the Rights of Man and of the Citizen. France 1978. Sources http://www.britannica.com/EBchecked/topic/503563/Declaration-of-the-Rights-of-Man-and-of-the-Citizen (Diakses pada tanggal 15 April 2015)
European Human Rights Court, 50 Years of Activity; TheEuropean Human Rights Court Some Facts and Figures, Strasbourg, April 2010, http://www.echr.coe.int/NR/rdonlyres/ACD46A0F-615A-48B9-89D6-8480AFCC29FD/0/FactsAndFigures_EN.
Financial Times, Editorial: South-east Asia’s toothless charter, 19 November 2007, tersedia di http://www.ft.com/cms/s/0/b76c2806-96c5-11dc-b2da-0000779fd2ac. html#axzz33i8aVy46.
Human Rights Documents. United Nations Charter (1945). Sources http://www.thirdworldtraveler.com/Human%20Rights%20Documents/UnitedNationsCharter.html (Diakses pada tanggal 15 April 2015)
Human Rights in the Administration of Justice: A Manual on Human Rights for Judges, Prosecutors and Lawyers, Geneva 2003, hal.73-74. Available at: http://www.ohchr.org/Documents/Publications/training9chapter3en.pdf.
Molthof, Mieke, “ASEAN and the Principle of Non-interferenceâ€, Available at: http://www.e-ir.info/2010/02/08/asean-and-the-principle-of-non-interference/.
Office of Historian. The Declaration of Independence. Sources https://history.state.gov/milestones/1776-1783/declaration (Di Akses pada tanggal 15 April 2015)
Pengertian HAM menurut para ahli. Sources https://M-edukasi.kemdikbud.go.id
Rafendi Djamin, “Pelanggaran HAM di ASEAN AICHR Tidak Diperbolehkan Melakukan Reviewâ€, Available at: http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/90-mei-2010/806-pelanggaran-ham-di-asean-aichr-tidak-diperbolehkan-melakukan-review.html diakses pada 12 Agustus 2015.
United Nations Human Rights. Universal Declaration of Human Rights. Sources http://www.ohchr.org/EN/UDHR/Pages/Introduction.aspx(Diakses pada tanggal 15 April 2015)