PELAKSANAAN UPACARA ADAT TURUN SUNGAI BEROBAT KAMPUNG DALAM MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM OLEH MASYARAKAT MELAYU DESA TENGGULI KECAMATAN SAJAD KABUPATEN SAMBAS

Authors

  • DIAN TUN MARDIAH NIM. A1011191059 Faculty of Law Tanjungpura University

Abstract

Abstract

The majority of the people of Tengguli Village are Malay and a few are Dayak, Chinese, Sundanese, Javanese and Sundanese. The entire community of Tengguli Village adheres to Islam. One of the customs in Tengguli Village is the implementation of the Descending Sungai Berobat Kampung traditional ceremony in welcoming the Islamic New Year which is interpreted as an expression of gratitude by carrying out the ritual of repelling reinforcements which is held on the first Friday of the Muharram Month. The formulation of the problem in this study is "Is the Implementation of the Traditional Ceremony of Going Down the River for Village Medicine in Welcoming the Islamic New Year by the Malay community of Tengguli Village, Sajad District, Sambas Regency. Furthermore, the purpose of this study was to obtain data and information about the traditional ceremony of Descend Sungai Berobat Kampung. In conducting this research, the authors used empirical research methods with descriptive research characteristics. The results of the research obtained are the implementation of the traditional ceremony of Descending the River for Village Medicine which is still being carried out but has experienced a shift influenced by modernization factors or the development of the times caused by technological advances, religious factors, educational factors, economic factors. Legal consequences for people who do not carry out the Down Sungai Berobat Kampung traditional ceremony are subject to an odd number of sanctions and efforts made by the Malay Cultural Customary Council to preserve the Down Sungai Berobat Kampung traditional ceremony by conducting socialization and holding customary meetings with the community.

 

Keywords: Traditional Ceremony, Descend the Village Medical Treatment, Islamic New Year.

 

 

Abstrak

                      Masyarakat Desa Tengguli mayoritas bersuku Melayu dan sebagian kecil Dayak, Tionghoa, Sunda, Jawa dan Sunda. Seluruh masyarakat Desa Tengguli menganut agama Islam. Salah satu adat yang ada di Desa Tengguli adalah pelaksanaan upacara adat Turun Sungai Berobat Kampung dalam menyambut Tahun baru Islam yang diartikan ungkapan rasa syukur dengan melakukan ritual tolak bala yang dilaksanakan hari Jumat pertama di Bulan Muharram.  Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah " Apakah Pelaksanaan Upacara adat Turun Sungai Berobat Kampung dalam Menyambut Tahun baru Islam oleh masyarakat Melayu Desa Tengguli Kecamatan Sajad Kabupaten Sambas. Selanjutnya yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi tentang Upacara adat Turun Sungai Berobat Kampung, Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian empiris dengan sifat penelitian deskriptif.  Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah Pelaksanaan Upacara adat Turun Sungai Berobat Kampung masih dilaksanakan namun mengalami pergeseran yang dipengaruhi oleh faktor Faktor modernisasi atau perkembangan zaman yang disebabkan kemajuan teknologi, Faktor agama, Faktor Pendidikan, Faktor Ekonomi. Akibat hukum bagi masyarakat yang tidak melaksanakan upacara adat Turun Sungai Berobat Kampung   dikenakan sanksi dalam jumlah ganjil dan upaya yang dilakukan oleh Majelis Adat Budaya Melayu untuk melestarikan upacara adat Turun Sungai Berobat Kampung dengan melakukan sosialisasi dan mengadakan musyawarah adat bersama masyarakat.

 

Kata Kunci : Upacara Adat, Turun Sungai Berobat Kampung, Tahun Baru Islam

References

DAFTAR PUSTAKA

BUKU :

Soerjono Soekanto, 2020, Hukum Adat Indonesia, Depok : PT Raja Grafindo

Persada

Ter Haar, 2003, Asas-asas dan Susunan Hukum Adat, Dalam R. Soepomo, Bab-bab Tentang Hukum Adat, Jakarta : Pradnya Paramita

Hilman Hadikusuma, 2014, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia,Bandung :

Mandar Maju

Rudi Wijaya,2021, Rekognisi Hukum Adat dan Masyarakat Hukum Adat dalam

Sistem Ketatanegaraan Indonesia, Depok :Raja Grafindo

Siska Lis Sulistiani, 2021, Hukum Adat di Indonesia, Jakarta Timur : Grafika

Media

Marhaeni Ria Siombo, 2020, Hukum Adat dalam Perkembangannya, Jakarta :

Universitas Khatolik Indonesia Atma Jaya

Erwin Owan Hermansyah Soetoto Zulkipli Ismail, Melanie Pita Lestari,2021,

Hukum Adat, Malang : Mazda media

A. Suriyaman Mustari Pide, 2017, Hukum Adat dahulu, kini dan akan datang,

Jakarta : Kencana

Sunaryati Hartono, 1994, Penelitian Hukum di Indonesia Pada Akhir Abad ke-20,

Bandung : Alumni

Amiruddin dan Zainal Asikin, 2004, Pengantar Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Grafindo Persada,

Ronny Hanitijo Soemitri, 1994, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, cetakan kelima, Jakarta: Ghalia Indonesia, Jakarta

Soerjono Soekanto,1981, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta, Universitas Indonesia

Bunshar Muhammad, 2006, Asas-Asas Hukum Adat Suatu Pengantar, Cetakan ketigabelas, Jakarta : PT. Pradnya Paramita

Mahadi, 2003, Uraian Singkat Hukum adat ( Sejak RR Tahun 1854), , Bandung : PT Alumni

Mc Guire, 2002, M.B., Religion : The Social Context, edisi ke-5, Wadsworth, Belmond, CA

Djaren Saragih, S.H, 1996, Pengantar Hukum Adat Indonesia, Bandung : Tarsito,

Sulastri Dewi, 2015, Pengantar Hukum Adat, Bandung : Pustaka Setia

Hilman Syahrial, 2020, Pengantar Hukum Adat Indonesia, Klaten : Lakeisha

Yulia, 2016, Buku Ajar Hukum Adat, Lhokseumawe : Unimal Press

Sri Warjiyati, 2020, Ilmu Hukum Adat, Sleman : CV Budi Utama

R. Soepomo, 1987, Bab-bab Tentang Hukum Adat, Jakarta : Pradnya Paramita

Pipin Syarifin, 2009, Pengantar Ilmu Hukum, Bandung : CV. Pustaka Setia

Marwan Mas, 2003, Pengantar Ilmu Hukum, Bogor : Ghalia Indonesia,

Soeroso, 2011 Pengantar Ilmu Hukum , Jakarta : Sinar Grafika,

Depdikbud, 2002, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka

JURNAL

A.Suryanti,2017 , Upacara Adat Sedekah Laut di Pantai Cilacap," Sabda: Jurnal

Kajian Kebudayaan, vol. 3, no. 2, Feb. 2017.

Sunandar, etc, 2021, kebinekaan Melayu Studi Melayu Sambas dalam lintasan

Sejarah dan Budaya, Vol. 4, No. 2, Juni 2021.

Downloads

Published

2023-08-21