KEWENANGAN KEJAKSAAN NEGERI DALAM PENYIDIKAN PERKARA TINDAK PIDANA PEMERASAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH  DI  PEKANBARU

Authors

  • TAUFIK ADHITYARAMA NIM. A1011171234 Faculty of Law Tanjungpura University

Abstract

Abstract

 

Law enforcement against the occurrence of criminal acts of corruption is a very difficult task considering that the aim of law enforcement against criminal acts of corruption is aimed at realizing social welfare so that synergy between law enforcement officers is needed in the process of law enforcement for criminal acts of corruption which often results in overlapping authorities which create various differences. views regarding which institution has the authority in the law enforcement process for criminal acts of corruption, especially at the investigation stage, especially in cases of extortion of operational aid funds involving individuals from the Pekanbaru Riau District Prosecutor's Office. This thesis is presented by answering the reasons why the Prosecutor's Office was able to carry out an investigation into the crime of Extortion of School Operational Assistance Funds carried out by the District Attorney in Pekanbaru with State Losses of more than Rp. 1,000,000,000 (One Billion Rupiah). The existence of such problems aims to provide a position for this thesis as an academic basis for analyzing the reasons why a corruption case can be handled by the Prosecutor's Office. The method used in writing this thesis is a normative research method using the Case Approach, the Statute Approach, the Fact Approach, and the Analytical & Conceptual Approach. . The results found were that in the corruption case of extortion of school operational aid funds carried out by individuals from the Pekanbaru Riau District Prosecutor's Office, it turned out that they used a calculation of state losses which were divided proportionally between each defendant so that the value of the losses taken by each defendant was below Rp. 1,000,000,000,- so that normatively the Prosecutor's Office has the authority to carry out investigations into this case.

 

Keywords: Investigations, Corruption Crimes, Prosecutor's Office.

 

Abstrak

 

Penegakan hukum terhadap terjadinya tindak pidana korupsi merupakan tugas yang sangat berat mengingat tujuan penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial sehingga dibutuhkan sinergisitas aparat penegak hukum dalam proses penegakan hukum tindak pidana korupsi yang tak jarang saling menimbulkan tumpang tindih kewenangan yang menciptakan berbagai perbedaan pandangan dalam hal institusi mana yang berwenang dalam proses penegakan hukum tindak pidana korupsi khususnya pada tahap penyidikan khsuusnya pada perkara pemerasan dana bantuan operasional yang melibatkan oknum dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru Riau. Skripsi ini hadir dengan menjawab alasan mengapa Kejaksaan dapat melakukan Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Pemerasan Dana Bantuan Operasional Sekolah yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri di Pekanbaru dengan Kerugian Negara diatas Rp. 1.000.000.000 (Satu Miliar Rupiah). Adanya permasalahan yang demikian bertujuan untuk memberikan kedudukan bagi skripsi ini sebagai salah satu sandaran akademis untuk mengurai sebab-sebab suatu perkara korupsi dapat ditangani oleh institusi Kejaksaan. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian normatif dengan mempergunakan pendekatan Kasus (The Case Approach), Pendekatan Undang-Undang (The Statute Approach), Pendekatan Fakta (The Fact Approach), dan Pendekatan Analisis Konsep Hukum (Analitical & Conseptual Approach). Hasil yang ditemukan adalah bahwa dalam perkara korupsi pemerasan dana bantuan operasional sekolah yang dilakukan oleh oknum Kejaksaan Negeri Pekanbaru Riau ternyata mempergunakan penghitungan kerugian negara yang dibagi secara proporsional tiap-tiap terdakwa sehingga nilai kerugian yang diambil oleh masing-masing terdakwa adalah dibawah Rp. 1.000.000.000,- sehingga secara normatif Institusi Kejaksaan memiliki kewenangan untuk melaksanakan penyidikan perkara tersebut.

 

Kata Kunci: Penyidikan, Tindak, Pidana Korupsi, Kejaksaan.

References

DAFTAR iPUSTAKA

Buku idan iJurnal

Achmad iAli, i“Menguak iTeori iHukum i(Legal iTheory) idan iTeori iPeradilan i(Judicialprudence) iTermasuk iInterpretasi iUndang-Undang i(Legisprudence)â€, iKencana, iJakarta, i2009, i i

Ateng iSudibyo idan iAji iHalim iRahman, iDekonstruksi iAsas iLegalitas iDalam iHukum iPidana, iPresumption iOf iLaw iVolume i3 iNomor i1 iApril i2021

C. iS. iT. iKansil, idkk, iTindak iPidana iDalam iUndang-undang iNasional, i(Jakarta: iJala iPermata iAksara, i2009), i

Esmi iWarassih,Pranata iHukum iSebuah iTelaah iSosiologis, iSuryandaru iUtama,Semarang,.

Franz iL. iFillafer, iJohannes iFeichtinger, iand iJan iSurman, i“Introduction: iParticularizing iPositivism,†iin iThe iWorlds iof iPositivism: iA iGlobal iIntellectual iHistory, i1770-1930 i(Switzerland: iSpringer iInternational iPublishing, i2018), i6. i

Hartono iHadisoeprapto, iPengantar iTata iHukum iIndonesia, iCetakan ike-4, i(Yogyakarta: iLiberty, i2001), i

Indrohato, iAsas-Asas iUmum iPemerintahan iyang ibaik, idalam iPaulus iEfendie iLotulung, iHimpunan iMakalah iAsas-Asas iUmum iPemerintahan iyang ibaik, iCitra iAditya iBakti, iBandung, i1994, i

Irfan iFachruddin, iPengawasan iPeradilan iAdministrasi iterhadap iTindakan iPemerintah, iAlumni, iBandung, i2004,

J. iRemmelink, iHukum iPidana, i(Jakarta: iGramedia iPustaka iUtama, i2003), i

Kamal iHidjaz, iEfektifitas iPenyelenggaraan iKewenangan iDalam iSistem iPemerintahan iDaerah idi iIndonesia i, iMakassar: iPustaka irefleksi, i2010, ihlm. i35

Lawrence iM. iFriedman iditerjemahkan ioleh iWishnu iBasuki, i2001, iHukum iAmerika iSebuah iPengantar, iTatanusa, iJakarta,

Lawrence iM. iFriedman, i“The iLegal iSystem, iAsocial iSecience iPerspectiveâ€, iRussel iSage iFoundation, iNew iYork, i1975.

Moeljatno, iAsas-Asas iHukum iPidana, iRineka iCipta, iJakarta, i2000, ihlm. i24

Nur iAiniyah iRahmawati, i“Hukum iPidana iIndonesia: iUltimum iRemedium iAtau iPrimum iRemedium†iRecidive i(Jurnal iHukum iPidana idan iPenanggulangan iKejahatan). i2.1 i(2013): i39–44.

Nur iBasuki iWinarno, iPenyalahgunaan iWewenang idan iTindak iPidana iKorupsi, ilaksbang imediatama, iYogyakarta, i2008, i

Philipus iM.Hadjon, i“Tentang iWewenangâ€, iJurnal iPro iJustisia i, iYuridika i, iNo i.5 idan i6 itahun iXII, i( iSeptember i– iDesember, i1997),

Prajudi iAtmosudirjo, iHukum iAdministrasi iNegara, iJakarta, iGhalia iIndonesia, i

Ridwan iHR, iHukum iAdministrasi iNegara, iCetakan ike-14, iRajawali iPress, iJakarta, i2018, i

iRomli iAtmasasmita, iTeori idan iKapita iSelekta iKrmininologi, i(Jakarta: iRefīka iAditama, i2004), i

Rusadi iKantaprawira, iHukum idan iKekuasaan, iMakalah, iUniversitas iIslam iIndonesia, iJogjakarta, i1998, i

Satjipto iRahardjo, i“Pembangunan iHukum idalam iPerspektif iPolitik iHukum iNasionalâ€, iCV. iRajawali, iJakarta, i1986, i

Satjipto iRahardjo, iMembedah iHukum iProgresif, i(Jakarta: iKompas, i2008), iKoesnadi iHardjasoemantri, iHukum iTata iLingkungan, i(Yogyakarta: iGajah iMada iUniversity iPress, i2000), i

Soedjono iDirdjosisworo, iPengantar iIlmu iHukum, ivols. i(Jakarta: iRaja iGrafindo iPersada, i2013).

Sudikno iMertokusumo, iMengenal iHukum, iCetakan ike-3, i(Yogyakarta: iLiberty, i2007), i

Sukawati iLanang iP iPerbawa, iPenegakan iHukum iDalam iPemilihan iUmum, iJurnal iIlmiah iDinamika iSosial iVol i3, iNo. i1, iFebruari i2019

Surawadi idan iAhmad iRiyadh iMaulidi, iFilsafat iPositivisme iDan iIlmu iPengetahuan iSerta iPerannya iTerhadap iPendidikan iDi iIndonesia, iJurnal iYaqzhan, iVol. i08 iNo. i01, iJuni i2022

Teguh iPrasetyo, iHukum iPidana, ivols. i(Jakarta: iRaja iGrafindo iPersada, i2014).

Peraturan iPerundang-Undangan

Undang-Undang iNo. i8 iTahun i1981 iTentang iKitab iUndang-Undang iHukum iAcara iPidana

Undang-Undang iNo. i2 iTahun i2002 iTentang iKepolisian

Undang-Undang iNomor i16 iTahun i2004 iTentang iKejaksaan

Undang-Undang iNomor i19 iTahun i2019 iTentang iPemberantasan iTindak iPidana iKorupsi

Downloads

Published

2024-09-18