HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT CEDERA KEPALA TERHADAP KEJADIAN EPILEPSI BANGKITAN UMUM DI POLIKLINIK SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER SOEDARSO PONTIANAK
Abstract
Latar belakang: Epilepsi merupakan munculnya kejang tanpa provokasipaling tidak dua kali dengan jarak antara kedua kejang kurang dari atau
selama 24 jam. WHO menyebutkan cedera kepala merupakan faktor resiko
paling sering terjadinya epilepsi di kemudian hari dengan persentase
sebanyak 92% dibandingkan penyakit lainnya seperti infeksi sistem saraf
pusat, tumor, dan kelainan kongenital. Tujuan: Mengetahui hubungan
antara riwayat cedera kepala terhadap kejadian epilepsi bangkitan umum
di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soedarso
Pontianak. Metode: Jenis penelitian ini merupakan studi analitik dengan
pendekatan kasus-kontrol. Sampel penelitian adalah pasien yang berobat
di Poliklinik Saraf RSUD Dokter Soedarso selama proses pengambilan data
berlangsung dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Total
sampel sebanyak 70 responden. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner dan data rekam medik pasien dengan metode consecutive
sampling. Analisis data dengan teknik Chi-square. Hasil: Pada responden
kasus terdapat sebanyak 22,9% responden dengan usia 20-24 tahun,
sebanyak 54,3% responden berjenis kelamin perempuan, dan sebanyak
91,4% responden memiliki riwayat cedera kepala. Terdapat hubungan
bermakna antara riwayat cedera kepala dan epilepsi di Poliklinik Saraf
RSUD Dokter Soedarso Pontianak (p=0,000) dengan nilai Odds Ratio (OR)sebesar 16,000. Kesimpulan: Riwayat cedera kepala berhubungan secara
bermakna terhadap kejadian epilepsi bangkitan umum di Poliklinik Saraf
RSUD Dokter Soedarso Pontianak.
Kata kunci: Epilepsi, cedera kepala.