FIBRILASI ATRIUM SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE NON HEMORAGIK DI BAGIAN SARAF RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK

Authors

  • Agnes Widyaningsih Salim .

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia yang
diperkirakan akan menempati posisi keenam tertinggi di dunia pada tahun
2020 cenderung meningkatkan risiko terjadinya penyakit vaskular. Salah
satu penyakit vaskular berbahaya adalah stroke. Salah satu faktor risiko
yang meningkatkan kejadian stroke non hemoragik adalah fibrilasi atrium.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fibrilasi atrium sebagai
faktor risiko kejadian stroke non hemoragik di RSUD dr. Soedarso
Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan
pendekatan case control yang dilakukan terhadap 32 subyek kelompok
kasus dan 32 subyek penelitian kelompok kontrol yang dirawat inap di
RSUD dr. Soedarso Pontianak. Data diperoleh dari rekam medik pasien
dan pengambilan data dilakukan dengan proses matching usia dan jenis
kelamin yang kemudian dianalisis menggunakan uji Mc. Nemar dengan
tingkat kemaknaan p<0,05 dan OR>1. Hasil: Didapatkan fibrilasi atrium
sebagai faktor risiko kejadian stroke non hemoragik dengan nilai odds
ratio 6,61 (IK 95% 1,66-26,349) dan terdapat hubungan yang bermakna
antara fibrilasi atrium dan kejadian stroke non hemoragik (p=0,001).
Kesimpulan: Fibrilasi atrium merupakan faktor risiko kejadian stroke non
hemoragik di RSUD dr. Soedarso Pontianak.
Kata kunci: faktor risiko, fibrilasi atrium, stroke non hemoragik.

Downloads

Published

2015-06-29