UJI EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID PLASMA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PARASETAMOL

Authors

  • Jefry Kurniawan .

Abstract

Latar Belakang : daun lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung metabolit
sekunder flavonoid yang berfungsi sebagai senyawa antioksidan dan
menstimulasi pembentukan GSH (glutation) sehingga memberikan efek
hepatoprotektor berupa penurunan kadar MDA. Tujuan : penelitian ini
bertujuan mengetahui efek hepatoprotektor dan dosis efektif ekstrak
etanol lidah buaya (Aloe vera L.) pada tikus putih jantan galur Wistar
dibandingkan kurkuma melalui indikator MDA (Malondialdehid).
Metodologi: penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental
rancang acak lengkap (RAL) dengan desain pretest dan posttest.
Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi secara acak ke
dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (parasetamol
180mg/200gBB), kontrol positif (kurkuma), dosis I (1000 mg/kgBB), dosis
II (2000 mg/kgBB), dosis III (4000 mg/kgBB) yang diinduksi parasetamol
satu jam kemudian selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan uji Oneway

anova yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil :
Berdasarkan skrining fitokimia ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera)
mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil analisa
menunjukkan perbedaan yang bermakna pada rata-rata kadar MDA
kelompok kontrol negatif dan positif dengan kelompok dosis I, II, dan III
ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera L.) (p<0,05) pada pengukuran kadar
MDA setelah perlakuan (posttest). Dosis efektif yang didapatkan adalah
4000 mg/kgBB. Kesimpulan : Ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera L.)
memiliki efek hepatoprotektor berupa penurunan kadar yang lebih baik
dibandingkan kurkuma sebagai kontrol positif pada dosis 4000 mg/kgBB

Kata Kunci : Aloe vera L., ekstrak etanol   lidah buaya, parasetamol, kadar
MDA, hepatoprotektor.

Downloads

Published

2015-07-02