UJI AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN COCOR BEBEK (Kalanchoe pinnata (Lam.) Pers.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) JANTAN GALUR SWISS
Abstract
Latar Belakang: Nyeri merupakan salah satu alasan penggunaan Antiinflamasinon-steroid
(AINS)
sebagai
analgetik
secara
luas
terutama
pada
kalangan
usia lanjut. Sebesar 3%-12% dari penggunaan AINS secara
reguler meningkatkan efek samping obat (adverse drug reaction).
Tanaman daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) Pers.) merupakan
tanaman yang sejak dulu dikenal masyarakat dan digunakan untuk
mengobati nyeri. Penelitian menunjukkan bahwa daun cocor bebek
memiliki aktivitas sebagai analgetik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas analgetik ekstrak etanol daun cocor bebek terhadap
mencit (Mus musculus) jantan galur Swiss. Metodologi: Daun cocor
bebek diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi menggunakan
pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan uji
aktivitas analgetik dengan menginduksi nyeri menggunakan asam asetat
secara i.p. untuk menimbulkan writing refleks. Kontrol positif yang
digunakan adalah aspirin dan kontrol negatif yang digunakan adalah CMC
0,5%. Hasil: Uji fitokimia ekstrak etanol daun cocor bebek mengandung
flavonoid, steroid, fenol dan tanin. Dosis efektif dalam menghambat jumlah
geliat mencit adalah dosis I (p<0,05). Kesimpulan: Ekstrak etanol daun
cocor bebek memiliki aktivitas analgetik terhadap mencit jantan galur
Swiss.
Kata Kunci: Analgetik, ekstrak etanol daun cocor bebek, Aspirin
Downloads
Published
2015-08-12
Issue
Section
Articles