HUBUNGAN KARAKTERISTIK NARAPIDANA REMAJA DENGAN GEJALA DEPRESI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK PONTIANAK TAHUN 2013
Abstract
Latar Belakang. Depresi merupakan gangguan kejiwaan yang seringditemukan pada narapidana remaja di lembaga pemasyarakatan anak.
Narapidana remaja akan tinggal dan dibina di lembaga pemasyarakatan
anak, jauh dari keluarga atau orang-orang terdekatnya, selama vonis yang
dijatuhkan padanya. Seseorang perlu beradaptasi ketika mengalami suatu
perubahan dalam hidupnya. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan
seorang narapidana yang penuh dengan tekanan dan rasa kehilangan
tersebut dapat meningkatkan terjadinya depresi. Tujuan. Mengetahui
gambaran dan hubungan karakteristik narapidana remaja, yaitu: usia,
tindak pidana, vonis hukuman, lama hukuman yang telah dijalani, dan
banyaknya kunjungan keluarga dengan gejala depresi di Lembaga
Pemasyarakatan Anak Pontianak. Metode. Jenis penelitian ini merupakan
studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data
dengan menggunakan instrumen penelitian Children Depression Inventory
(CDI) dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji T Tidak
Berpasangan. Hasil Penelitian. Jumlah sampel sebesar 26 orang
narapidana remaja dan yang mengalami gejala depresi sebesar 57,7%.
Proporsi banyaknya gejala depresi tiap variabel: usia 14-16 tahun 71,4%
dan 17-19 tahun 52,6%, tindak pidana non-narkoba 61,9% dan narkoba
40%, vonis hukuman ≤ 3 tahun 57,1% dan > 3 tahun 58,3%, lama
hukuman yang telah dijalani ≤ 1 tahun 81,8% dan > 1 tahun 40%,
banyaknya kunjungan keluarga ≤ 1 kali sebulan 63,2% dan > 1 kali
sebulan 42,9%. Kesimpulan. Terdapat perbedaan rerata yang bermakna
antara: usia (p=0,003) dan kunjungan keluarga (p=0,048) dengan gejala
depresi. Tidak terdapat perbedaan rerata yang bermakna antara: tindak
pidana, vonis hukuman, dan lama hukuman yang telah dijalani dengan
gejala depresi di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pontianak.
Kata kunci. Depresi, narapidana remaja, Children Depression Inventory.
Downloads
Published
2016-02-10
Issue
Section
Articles