UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO

Authors

  • FRIEDRICH KURNIAWAN MOJA .

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang
endemik di Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa.
Demam tifoid disebabkan oleh Salmonella typhi. Tanaman mangga
bacang (Mangifera foetida L.) merupakan tanaman satu genus dengan
Mangifera indica L. yang biasa digunakan masyarakat untuk mengobati
masalah pencernaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun mangga bacang (Mangifera
foetida L.) terhadap pertumbuhan   Salmonella typhi, untuk mengetahui
kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol daun
mangga bacang (Mangifera foetida L.) dan untuk mengetahui konsentrasi
efektif larutan uji yang dapat menghambat pertumbuhan Salmonella typhi.
Metodologi: Daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) diekstraksi
dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol 70%. Ekstrak
yang diperoleh dilakukan uji fitokimia dan uji aktivitas antibakteri dengan
metode difusi cakram Kirby-Bauer. Kontrol positif yang digunakan adalah
siprofloksasin 5 µg dan kontrol negatif yang digunakan adalah Tween 20
5%. Hasil: Uji fitokimia ekstrak metanol daun mangga bacang (Mangifera
foetida L.) mengandung fenol, tanin, flavonoid dan triterpenoid. Ekstrak
metanol daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) tidak dapat
menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Kesimpulan:
Metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol daun mangga
bacang (Mangifera foetida L.) adalah fenol, flavonoid, tanin dan
triterpenoid. Ekstrak metanol daun mangga bacang (Mangifera foetida L.)
tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi.

Kata Kunci: Antibakteri, ekstrak metanol daun mangga bacang,
Salmonella typhi

Downloads

Published

2016-03-03