UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR INFUSA DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Trichophyton rubrum

Authors

  • Mario Hedianto Tedjo .

Abstract

Latar Belakang: Dermatofitosis merupakan infeksi jaringan superfisial
berkeratin yang banyak terjadi di daerah hangat dan lembab (tropis), dan
penyebab terseringnya adalah jamur Trichophyton rubrum. Mangga
bacang (Mangifera foetida L.) merupakan salah satu spesies dari buah
mangga, famili anacardiachae yang tersebar di wilayah Indonesia.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari tanaman mangga bacang
(Mangifera foetida L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang
memiliki aktivitas antimikroba. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas antijamur infusa daun mangga bacang (Mangifera
foetida L.) terhadap Trichophyton rubrum, mengetahui senyawa metabolit
sekunder yang terdapat dalam ekstrak, dan menentukan konsentrasi
hambat minimum infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida L.).
Metodologi: Daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) diekstraksi
dengan metode infundasi menggunakan pelarut akuades. Skrining
fitokimia dilakukan secara kualitatif dan uji aktivitas antijamur dilakukan
menggunakan metode sumuran dengan berbagai konsentrasi (1,25%;
2,5%; 5%; 10%; 20%; 40%; dan 80%). Kontrol positif yang digunakan
adalah ketokonazol 20 μg/sumuran dan kontrol negatif yang digunakan  
adalah akuades. Hasil: Metabolit sekunder yang terdapat dalam infusa
daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) antara lain alkaloid, flavonoid,
fenol, saponin, tanin, dan triterpenoid. Infusa daun mangga bacang
(Mangifera foetida L.) tidak menunjukkan adanya aktivitas antijamur
terhadap pertumbuhan Trichophyton rubrum. Kesimpulan: Infusa daun
mangga bacang (Mangifera foetida L.) tidak memiliki aktivitas antijamur
terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum.

Kata Kunci: Antijamur, infusa daun mangga bacang (Mangifera foetida
L.), Trichophyton rubrum.

Downloads

Published

2016-03-14