UJI TOKSISITAS AKUT INFUSA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS GALUR WISTAR
Abstract
Latar Belakang: Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.)merupakan tanaman obat herbal yang dikenal masyarakat Indonesia
sebagai bumbu masakan yang banyak digunakan pada beberapa
masakan dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pencegahan
terjadinya dislipidemia, antiinflamasi, antidiabetes, antidiare, dan
antihipertensi. Belum ada penelitian yang mengatakan bahwa infusa daun
salam berlebih dapat merusak berbagai organ termasuk hepar. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik infusa daun salam
(Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) terhadap gambaran histopatologi
hepar tikus galur wistar. Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian
eksperimental dengan rancangan posttest only control group design.
Subjek penelitian adalah 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi
lima kelompok, yaitu kelompok kontrol (aquadest), kelompok perlakuan 1
(infusa daun salam 33,6 mg/kgBB), kelompok perlakuan 2 (infusa daun
salam 67,2 mg/kgBB), kelompok perlakuan 3 (infusa daun salam 134,4
mg/kgBB dan kelompok perlakuan 4 (infusa daun salam 268,8 mg/kgBB).
Masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus. Pada setiap
kelompok perlakuan diberikan infusa daun salam secara peroral. Pada
hari ke 8 dilakukan pengambilan organ hepar dan membuat preparat
histologi dengan pewarnaan H&E dan diamati sel hepatosit pada
perbesaran lensa objektif 40x. Data dianalisa menggunakan uji one-way
anova. Hasil: Tidak ditemukan sel hepatosit yang mengalami degenerasi
hidropik, degenerasi lemak dan nekrosis. Kesimpulan:Infusa daun salam
dosis toksik tidak menimbulkan kerusakan hepar.
Kata kunci: Daun salam, hepar, uji toksisitas
Downloads
Published
2016-03-17
Issue
Section
Articles