PENGARUH PAPARAN BISING MESIN TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN SENSORINEURAL PADA PEKERJA DI BAGIAN PRODUKSI PT ALAS KUSUMA KABUPATEN KUBURAYA TAHUN 2013
Abstract
Latar Belakang: Bising adalah suara yang mengganggu danmembahayakan kesehatan. Gangguan pendengaran akibat kebisingan di
industri menempati urutan pertama dalam daftar penyakit akibat kerja di
dunia. Industri yang dapat menimbulkan kebisingan adalah industri
plywood. PT Alas Kusuma adalah industri plywood lokal yang memiliki
kebisingan tinggi di ruangan produksi sehingga dapat menyebabkan
gangguan pendengaran sensorineural pada karyawan. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan mengetahui pengaruh intensitas kebisingan dan massa kerja
terhadap gangguan pendengaran sensorineural. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah
sampel 62 karyawan. Cara pengambilan sampel menggunakan total
sampling. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur intensitas kebisingan,
anamnesis, pemeriksaan fisik telinga dan pemeriksaan pendengaran.
Analisis data dengan tekhnik chi-square. Hasil: Uji satatistik menunjukkan
intensitas kebisingan memiliki pengaruh yang bermakna (p=0,004)
terhadap gangguan pendengaran sensorineural dan massa kerja tidak
memiliki pengaruh yang bermakna (p=0,088) terhadap gangguan
pendengaran sensorineural. Kesimpulan: Intensitas kebisingan memiliki
pengaruh yang bermakna terhadap gangguan pendengaran sensorineural
tetapi tidak ada pengaruh yang bermakna antara massa kerja di
lingkungan bising dengan gangguan pendengaran sensorineural.
kata kunci: kebisingan, gangguan pendengaran sensorineural, ruangan
produksi PT Alas Kusuma
Downloads
Published
2016-03-17
Issue
Section
Articles