HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONTROL ASMA DAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN ASMA DI KLINIK PARU RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK
Abstract
Latar Belakang: Asma merupakan sebuah penyakit pernapasan kronisyang ditandai dengan mengi berulang, sesak napas, rasa dada tertekan
dan batuk, khususnya pada malam atau dini hari. Gejala asma yang
sering muncul dapat mengurangi kualitas tidur. Kontrol asma didefinisikan
sebagai kondisi di mana memiliki sedikit atau tidak ada gejala, tidak ada
penggunaan obat pelega, terbangun di malam hari, hampir atau
normalnya fungsi paru-paru, tidak ada eksaserbasi, tidak ada efek
samping dari pengobatan dan tidak ada kunjungan darurat Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kontrol
asma dan kualitas tidur pada asma di Klinik Paru RSU Dokter Soedarso.
Metodologi: Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan
desain cross sectional yang dilakukan di Klinik Paru RSU dr. Soedarso
Pontianak, dari 17 Desember 2012 - 8 Februari 2013. Ada 70 sampel
yang dipilih dengan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria
inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner
menggunakan Asthma Control Test (ACT) dan Pittburgh Sleep Quality
Index (PSQI). Data dianalisis dengan uji chi-square menggunakan SPSS
20.0. Hasil: Asma tidak terkontrol ditemukan pada 57 pasien (81,43%).
Dari 57 pasien dengan asma yang tidak terkontrol terdapat 46 pasien
(95,83%) dengan kualitas tidur yang buruk. Terdapat hubungan yang
bermakna secara statistik antara tingkat kontrol asma dan kualitas tidur
(p= 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara
tingkat kontrol asma dan kualitas tidur. Kualitas tidur akan meningkat
apabila tingkat kontrol asma juga meningkat.
Kata kunci: Asma, tingkat kontrol asma, kualitas tidur
Downloads
Published
2016-03-29
Issue
Section
Articles