HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PERUT DAN FUNGSI KOGNITIF PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURNAMA KOTA PONTIANAK
Abstract
Latar Belakang: Beberapa studi telah menunjukkan hubungan antara diabetesmelitus dan gangguan kognitif serta terjadinya penurunan fungsi kognitif secara
cepat. Penelitian Withmer menunjukkan adanya peningkatan ressiko terjadinya
gangguan kognitif atau demensia pada individu yang mengalami obesitas.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar perut
dan fungsi kognitif pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas
Purnama Kota Pontianak. Metodologi: Penelitian ini menggunakan penelitian
observasional analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Subjek dalam
penelitian berjumlah 40 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dikumpulkan dengan
teknik consecutive sampling dengan pengukuran lingkar perut dilanjutkan
pengisian kuesioner Montreal Cognitive Assesment versi Indonesia. Data
kemudian dianalisis dengan program SPSS. Hasil: Dari 40 pasien yang
dilibatkan pada penelitian, sebanyak 20 pasien mengalami obesitas sentral
disertai gangguan fungsi kognitif. Dengan menggunakan uji analisis Fisher
didapatkan nilai p = 0,033 (<0,05), sehingga hipotesis kerja diterima. Pada
penelitian ini didapatkan nilai RR sebesar 4,242 dengan interval kepercayaan
95% berkisar antara 0,677 dan 26,587. Hal ini berarti bahwa lingkar perut
merupakan faktor resiko untuk terjadinya gangguan fungsi kognitif yakni pada
subjek yang mengalami obesitas sentral mempunyai resiko mengalami gangguan
fungsi kognitif 4,242 kali lebih besar dibandingkan dengan subjek yang tidak
mengalami obesitas sentral. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara
lingkar perut dan fungsi kognitif pada penderita DM tipe 2.
Kata Kunci: obesitas sentral, lingkar perut, diabetes melitus tipe 2, fungsi kognitif
Downloads
Published
2016-07-29
Issue
Section
Articles