INSIDENSI INFESTASI SOIL TRANSMITTED HELMINTHES PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 13 SIANTAN HILIR KECAMATAN PONTIANAK UTARA PONTIANAK 2010
Abstract
Latar Belakang. Soil Transmitted Helminthes menginfestasi semuakelompok usia, yang paling banyak terjadi pada kelompok anak usia
sekolah. SDN 13 Siantan Hilir merupakan salah satu sekolah dasar di
kecamatan dengan angka kejadian kecacingan tertinggi berdasarkan data
Dinas Kesehatan Kotamadya Pontianak tahun 2007-2009.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi infestasi STH
di SDN 13 Siantan Hilir pada tahun 2010 dan distribusinya berdasarkan
usia penderita, jenis kelamin penderita, dan spesies STH yang
menginfestasi.
Metodologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional
dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 13
Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kotamadya Pontianak dari
tanggal 1 Oktober 2010 sampai 20 Oktober 2011. Sebanyak 62 siswa
kelas 1 sampai 6 SDN 13 Siantan Hilir berpartisipasi dalam penelitian ini.
Pemeriksaan tinja menggunakan metode apusan langsung dari sediaan
tinja segar.
Hasil. Terdapat 33,87% siswa SDN 13 Siantan Hilir terinfestasi oleh STH,
di mana 37,84% siswa laki-laki dan 28% siswa perempuan. Infestasi STH
terjadi pada 22,22% siswa berusia 7 tahun, 41,67% siswa berusia 8
tahun, 33,33% siswa berusia 9 tahun, 22,22% siswa berusia 10 tahun,
50% siswa berusia 11 tahun, 50% siswa berusia 12 tahun, dan 50% siswa
berusia > 12 tahun. Spesies STH yang menginfestasi adalah Ascaris
lumbricoides (61,90%), Trichuris trichiura (4,77%) cacing tambang
(19,04%), dan infestasi campuran (14,29%).
Kesimpulan. Insidensi infestasi STH di SDN 13 Siantan Hilir pada tahun
2010 adalah 33,87%. Infestasi pada siswa laki-laki lebih banyak daripada
siswa perempuan. Infestasi STH paling banyak terjadi pada 11 tahun ke
atas. Spesies STH yang paling banyak ditemukan adalah Ascaris
lumbricoides.
Kata kunci: Insidensi, STH, anak usia sekolah
Published
2013-04-08
Issue
Section
Articles