HUBUNGAN ANTARA JUMLAH LEUKOSIT DENGAN APENDISITIS AKUT DAN APENDISITIS PERFORASI DI RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2011
Abstract
Latar Belakang: Penyakit apendisitis merupakan penyebab nyeri abdomenakut yang paling sering ditemukan di bidang bedah dan memerlukan tindakan
pembedahan segera untuk mencegah komplikasi. Pemeriksaan hitung jumlah
leukosit dapat membantu menegakkan diagnosis apendisitis dan
membedakan antara apendisitis akut dan apendisitis perforasi. Tujuan:
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
jumlah leukosit dengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi di RSU
Dokter Soedarso Pontianak. Penelitian ini secara khusus untuk mengetahui
gambaran jumlah leukosit pada pasien apendisitis akut dan apendisitis
perforasi di RSU Dokter Soedarso Pontianak. Metode: Penelitian ini
merupakan studi analitik dengan metode potong lintang. Pengambilan
sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah sampel
sebanyak 100 rekam medik pasien yang telah menjalani apendektomi dan
melakukan pemeriksaan hitung jumlah leukosit preoperasi saat pertama kali
datang ke IGD. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Pasien
apendisitis akut dengan jumlah leukosit 5.000-10.000 sel/mm3 dijumpai pada
20 pasien (33,33%), 10.000-18.000 sel/mm3 dijumpai pada 38 pasien
(63,33%) dan >18.000 sel/mm3 dijumpai pada 2 pasien (3,34%). Pasien
apendisitis perforasi dengan jumlah leukosit 5.000-10.000 sel/mm3 dijumpai
pada 7 pasien (17,5%), 10.000-18.000 sel/mm3 dijumpai pada 16 pasien
(40%) dan >18.000 sel/mm3 dijumpai pada 17 pasien (42,5%). Terdapat
hubungan yang sangat bermakna secara statistik antara jumlah leukosit
dengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi (p=0,000). Kesimpulan:
Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara peningkatan jumlah
leukosit dengan kejadian apendisitis akut dan apendisitis perforasi di RSU
Dokter Soedarso Pontianak.
Kata kunci: Jumlah leukosit, apendisitis akut, apendisitis perforasi
Downloads
Published
2013-04-09
Issue
Section
Articles