Uji Efek Hepatoprotektor Ekstrak Metanol Daun Sambiloto (A. Paniculata) terhadap Kadar Malondialdehid Plasma Tikus Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Parasetamol
Abstract
Latar Belakang: Daun sambiloto (A. paniculata) mengandung metabolit
sekunder flavonoid dan andrografolid yang berfungsi sebagai senyawa
antioksidan dan menstimulasi pembentukan GSH (glutation) sehingga
memberikan efek hepatoprotektor berupa penurunan kadar MDA plasma.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui efek hepatoprotektor dan
dosis efektif ekstrak metanol daun sambiloto (A. paniculata) pada tikus
putih jantan galur Wistar dibandingkan kurkuma melalui indikator MDA
plasma. Metodologi: Penelitian ini merupakan
jenis penelitian
eksperimental dengan desain pretest dan posttest. Sebanyak 30 ekor
tikus putih jantan galur wistar dibagi secara acak ke dalam 5 kelompok:
kontrol positif (kurkuma), kontrol negatif (parasetamol 900mg/kg), dosis I
(500 mg/kg), dosis II (1000 mg/kg), dosis III (2000 mg/kg). Semua tikus
diinduksi parasetamol dosis toksik selama jalannya penelitian. MDA
plasma diukur menggunakan metode Wills. Data dianalisis menggunakan
uji One-way anova yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil: Hasil
analisa post hoc menunjukkan perbedaan yang bermakna kadar MDA
plasma kelompok ekstrak dosis I, II dan III terhadap kelompok kontrol
negatif (p=0,000). Selain itu, terdapat perbedaan yang bermakna kadar
MDA plasma kelompok dosis II dan III terhadap kelompok kontrol positif
(p=0,004). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar MDA
plasma kelompok dosis I terhadap kontrol positif (p=0,337). Kesimpulan:
Ekstrak metanol daun sambiloto (A. Paniculata) memiliki efek
hepatoprotektor dengan dosis efektif 500 mg/kg. Ekstrak sambiloto (A.
Paniculata) dosis 500 mg/kg tidak memiliki efek yang lebih baik bila
dibandingkan dengan kurkumin dosis 500 mg/kg.
Kata Kunci : Andrographis paniculata, ekstrak metanol sambiloto,
parasetamol, hepatoprotektor, antioksidan, MDA plasma