DETERMINAN TERJADINYA KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA REMAJA PUTRI DI PESANTREN DARUSSHOLAH DUA KECAMATAN PONTIANAK UTARA
Abstract
Latar Belakang: Keputihan atau Fluor albus merupakan suatu gejala gangguan
alat kelamin yang dialami oleh wanita, berupa keluarnya cairan putih kekuningan
atau putih kelabu dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaan
normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Tujuan:
Mengetahui determinan terjadinya keputihan patologis pada remaja putri di
Pesantren Darussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara. Metodologi: Penelitian
analitik observasional dengan pendekatan rancangan penelitian jenis crosssectional.
Jumlah sampel sebanyak 110 orang. Variabel bebas penelitian ini
adalah pengetahuan, sikap dan perilaku vulva hygiene sedangkan variabel
terikatnya adalah kejadian keputihan patologis pada remaja putri di Pesantren
Darussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara. Hasil: Sebanyak 51,8% subjek
penelitian memiliki pengetahuan yang buruk terhadap vulva hygiene dan
keputihan. Sebanyak 52,7% subjek penelitian memiliki sikap buruk dalam
menjaga vulva hygiene. Sebanyak 50,9% subjek penelitian memiliki perilaku yang
buruk dalam menjaga vulva hygiene. Berdasarkan uji statistik yang telah
dilakukan terdapat hubungan yang bermakna pada ketiga variabel dengan nilai
p<0,05. Serta hasil statistika multivariat didapatkan bahwa perilaku memiliki Odd
Ratio (OR) paling tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan,
sikap dan perilaku vulva hygiene terhadap kejadian keputihan patologis serta
faktor determinan terjadinya keputihan patologis pada remaja putri di Pesantren
Darussholah Dua Kecamatan Pontianak Utara yaitu perilaku dalam menjaga vulva
hygiene.
Kata Kunci: Keputihan patologis, remaja putri, pengetahua, sikap, perilaku