GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN ESOFAGOGASTRODUODENOSKOPI PADA PENDERITA SINDROM DISPEPSIA DI RUMAH SAKIT UMUM SANTO ANTONIUS PONTIANAK TAHUN 2015-2016
Abstract
Latar Belakang: Dispepsia merupakan sindrom yang meliputi satu atau lebih dari
gejala-gejala yang terdiri dari nyeri, rasa terbakar di ulu hati, rasa cepat kenyang,
perut terasa penuh, dan gejala berlangsung sedikitnya dalam 3 bulan terakhir,
dengan awal mula gejala sedikitnya timbul 6 bulan sebelum diagnosis.
Esofagogastroduodenoskopi menjadi baku emas dalam pengelolaan pasien
dispepsia, menentukan diagnosa dan pemberian terapi Tujuan: Mengetahui
gambaran hasil pemeriksaan Esofagogastroduodenoskopi pada penderita sindrom
dispepsia di RSU Santo Antonius Pontianak Metodologi: Penelitian deskriptif
dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian adalah semua populasi yang
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta menggunakan total sampling dari
seluruh rekam medis pasien sindrom dispepsia. Variabel bebas penelitian ini
adalah sindrom dispepsia dan variabel terikatnya adalah hasil pemeriksaan EGD.
Hasil: Pada pemeriksaan EGD didapatkan Gastritis (78,4%), Ulkus ventrikuli
(7,4%), Esofagitis (3,5%), Ulkus peptikum (2,7%), Ulkus duodenum (0,5%),
Gastropati hipertensi porta (2,1%), Varises esophagus (0,4%), Gastroduodenitis
(2,1%), Keganasan (2,7%), dan Esofagus Barret (0,2%). Gastritis (78,4%) lebih
banyak ditemukan pada kelompok usia 37-47 tahun (28,8%), dan lebih banyak
ditemukan pada perempuan. Kesimpulan: Gambaran hasil pemeriksaan EGD
pada penderita dispepsia terbanyak adalah Gastritis, Ulkus Ventrikuli, dan
terendah pada Keganasan dan Barret esophagus.
Kata Kunci: Sindrom dispepsia, hasil pemeriksaan Esofagogastroduodenoskopi.