PENGARUH KONSUMSI ASPARTAM TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DAN GANGGUAN TOLERANSI GLUKOSA PADA TIKUS GALUR WISTAR
Abstract
Latar Belakang: Aspartam merupakan salah satu dari non-caloric artificial
sweetener (NAS) yang banyak digunakan dalam produk pangan. Aspartam
banyak digunakan karena sifatnya yang rendah kalori, sehingga orangorang
dengan
diabetes
sering
menggunakan
aspartam.
Penelitian
terbaru
menunjukkan
bahwa
aspartam
dapat
menyebabkan
peningkatan
glukosa
darah
puasa dan intoleransi glukosa. Tujuan: Mengetahui pengaruh
konsumsi aspartam terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) dan hasil
tes toleransi glukosa oral (TTGO) pada tikus (Rattus norvegicus) jantan
galur wistar. Metode: Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok
akuades, kelompok glukosa dan kelompok aspartam. Setiap perlakuan
dilakukan selama 5 minggu. Pada akhir perlakuan, darah tikus diambil
untuk mengukur kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral.
Hasil pengukuran akan dianalisis dengan uji One-Way ANOVA. Hasil:
Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kadar glukosa darah puasa dan
hasil tes toleransi glukosa oralantara kelompok perlakuan dan kelompok
kontrol. Kesimpulan: Konsumsi aspartam tidak menyebabkan peningkatan
bermakna pada kadar glukosa darah puasa dan tes toleransi glukosa oral
pada tikus galur wistar.
Kata Kunci: Aspartam, Kadar Glukosa Darah Puasa, Tes Toleransi
Glukosa Oral